(sumber : www.blogdokter.net)
Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan
rupiah?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :
Hampir 75% dari total berat badan
manusia, sebagian besar terbentuk dari cairan . Cairan ini terdistribusi
sedemikian rupa sehingga mengisi hampir disetiap rongga yang ada didalam tubuh
manusia. Pada kondisi normal, pengeluaran cairan dapat terjadi saat bernafas,
berkeringat, buang air kecil atau buang air besar. Sehingga setiap hari
dibutuhkan cukup air guna mengganti cairan yang hilang saat aktifitas normal
tersebut.
Penyebab
Dehidrasi antara lain :
- Diare | Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, banyak anak meninggal setiap tahunnya dikarenakan diare yang mengakibatkan dehidrasi.
- Muntah | Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena pada kondisi ini sangat sulit untuk menggantikan cairan yang keluar.
- Keringat | Jika kondisi suhu tubuh meningkat , maka tubuh berusaha menyesuaikan dengan kondisi normal dengan mengeluarkan keringat. Hal ini bisa terjadi pada saat suhu / cuaca disekitar sedang panas atau pada saat tubuh banyak melakukan aktifitas fisik seperti bekerja atau olah raga. Bila keadaan ini berlangsung lama dan pemasukan cairan kurang, maka tubuh dapat mengalami dehidrasi.
- Diabetes | Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing.
- Luka Bakar | Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan pada pada kulit yang rusak oleh luka bakar.
- Sulit Minum | Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab, rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.
Respon
awal tubuh terhadap dehidrasi biasanya
berupa rasa haus dan penurunan produksi kencing, air seni akan tampak lebih
pekat dan berwarna gelap.
Jika dibiarkan maka tubuh akan masuk
ke kondisi selanjutnya yaitu; mulut kering, berkurangnya air mata, berkurangnya
keringat, otot kaku, mual dan muntah, kepala terasa ringan terutama saat
berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke
kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa gelisah dan lemah lalu koma dan
kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk
menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.
Mengobati
Dehidrasi
Prinsip utama pengobatan dehidrasi
adalah penggantian cairan. Dapat berupa banyak minum, dan bila gagal maka
dilakukan pemasukan cairan melalui infus. Keputusan menggunakan cairan infus
sangat tergantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter.
Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing.
Penggunaan obat obatan diperlukan
untuk mengobati penyakit penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi
seperti diare, muntah dan lain lain. Obat penurun panas dapat diberikan untuk
menurunkan suhu tubuh. Penderita diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara
bertahap namun frekuensinya ditingkatkan.
Jika dengan tindakan diatas, gejala
dehidrasi tidak membaik atau bertambah buruk, segeralah menuju rumah
sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pencegahan
Dehidrasi
- Lingkungan | Dehidrasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat mungkin untuk dilakukan pencegahan. Jika memungkinkan, aturlah jadual kegiatan atau aktifitas fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari / cuaca panas.
- Olah raga | Orang yang berolah raga pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan.
Dehidrasi dapat menyerang siapa
saja, tetapi Dehidrasi dapat dicegah dan diobati.
disadur dari > blog dokter – dehidrasi.
berat badan, cairan, dehidrasi, diabetes, diare, ginjal, kencing, keringat, luka bakar, minum, muntah, penderita, penyakit, tubuh, urine
berat badan, cairan, dehidrasi, diabetes, diare, ginjal, kencing, keringat, luka bakar, minum, muntah, penderita, penyakit, tubuh, urine
Dehidrasi : Kurang Cairan
No comments:
Post a Comment