Wednesday, May 16, 2012

MADU VERSUS CANDU???



Sampai saat ini saya merasakan menjadi orangtua belum begitu lama. Namun ijinkan saya untuk  menggambarkan sedikit seperti apa hubungan yang terjalin antara orangtua dengan anaknya. Kalau boleh saya gambarkan kasih sayang orang tua kepada anaknya ibarat madu. Manis, murni, mengobati, pekat, kental,  lengket, dan kemurniannya tidak diragukan lagi. Yaah...sebuah penggambaran yang terlalu sederhana mungkin. Manisnya kasih sayang orangtua selalu dapat kita rasakan di setiap kesempatan, setiap waktu, setiap saat dalam perjalanan kehidupan kita semenjak kita kecil sampai dengan kita dewasa bahkan barangkali sampai kita membangun keluarga baru, menikah dan menjadi orangtua, manisnya kasih sayang orangtua kita masih dapat kita nikmati. Kemurnian kasih sayangnya, layaknya kemurnian madu tidak diragukan lagi. Manis dan murninya madu seperti kita tahu mampu mengobati segala macam penyakit. Seperti itu pula manis dan murninya kasih sayang orangtua mampu mengobati segala macam penyakit kehidupan dalam perjalanan hidup seorang anak. Selain itu hubungan yang terjalin antara orangtua dengan anaknya pekat, kental, lengket, dan itu akan berlangsung selamanya, tak terpisahkan.
Sementara itu seperti apa gambaran hubungan dua orang anak manusia yang telah terikat dalam sebuah ikatan perkawinan. Hubungan yang bermula dari dua orang yang tidak saling kenal, kemudian coba-coba saling kenal, kemudian muncullah perasaan saling mencintai, saling membutuhkan, ingin memiliki, ingin selalu ada jika kita membutuhkan, bahkan ketika tidak ada muncullah rasa membutuhkan yang semakin tinggi seperti candu dan perasaan-perasaan yang muncul makin lama makin memabukkan, bahkan pada satu titik tertentu ketika orang yang kita butuhkan tidak ada pada saat kita butuhkan muncullah perasaan sakaw yang dapat menghancurkan seluruh kehidupan kita. Ibarat perokok dengan rokoknya, pecinta kopi dengan secangkir kopinya, pada awalnya tidak kenal, kemudian coba-coba, suka, kecanduan dan tergantung oleh zat-zat yang dihasilkannya. Bahkan para pecandu tersebut tidak menghiraukan lagi bagaimana cara memperoleh zat tersebut pada saat ia membutuhkan. Pecandu tidak menghiraukan lagi sesungguhnya kenikmatan yang sedang dirasakannya pada satu titik justru akan menghancurkannya.
Jadi Madu versus Candu? Jelas candu tak berarti apa-apa dibanding madu.
Semoga kita bisa lebih bijak ketika suatu saat kita diijinkan menjadi orangtua. Amiin


Iklanku :
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..coba aja klik :

atau

Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik" target="blank"> Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat Internet
Dengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan...!!
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik" target="blank">KLIK DISINI






No comments:

Post a Comment