Monday, May 28, 2012

BISA ULAR (part 4- habis)


Serum Anti Bisa Ular
            Anti bisa ular terdapat dalam 2 sediaan, monovalen (efektif terhadap racun spesies ular tertentu) dan polyvalent (efektif terhadap beberapa spesies ular). Anti bisa ular sudah dimurnikan dengan beberapa proses namun masih mengandung protein serum yang dapat bertindak sebagai antigen, sehingga beberapa individu dapat bereaksi terhadap anti bisa ular dengan reaksi hipersensitivitas cepat (anafilaksis) atau hipersensitivitas lambat (serum sickness). Meskipun demikian, anti bisa ular harus tetap diberikan pada pasien gigitan ular yang mengancam jiwa, efek samping dapat ditangani setelah efek bisa ular dinetralkan.
             Anti bisa ular diberikan ketika seorang pasien terbukti atau diduga telah digigit ular dengan satu atau lebih tanda berikut ini :

-          Keracunan sistemik
·  Kelainan hemostatik seperti : perdarahan sistemik spontan (klinis), koagulopati atau trombositopenia (laboratoris).
· Tanda neurotoxik : ptosis, opthalmoplegia eksternal, paralisis, dll.
· Kelainan kardiovaskular : hipotensi, syok, aritmia kordis (klinis), kelainan EKG.
·  Gagal ginjal : oliguria/anuria (klinis), peningkatan ureum / kreatinin dalam darah (laboratoris).
· Hemoglobin/mioglobin-uria : dark brown urine (klinis), urin dipstik, bukti lain adanya hemolisis intravaskular atau generalised rhabdomyolisis (nyeri otot, hiperkalemia) 

-          Keracunan lokal
· Bengkak pada lebih dari separuh anggota tubuh yang digigit ular dalam waktu 48 jam setelah digigit (tanpa dipasang torniket). Bengkak setelah gigitan pada jari.
· Bengkak yang terjadi dengan cepat (contohnya : bengkak sudah melampaui pergelangan tangan atau kaki dalam beberapa jam setelah digigit ular pada tangan atau kaki).
· Adanya pembesaran limphonodi disekitar anggota tubuh yang digigit ular.
            Anti bisa ular harus diberikan secepatnya setelah gejala atau tanda diatas ditemukan. Anti bisa ular akan menetralkan efek bisa ular walaupun gigitan ular sudah terjadi beberapa hari yang lalu atau pada kasus kelainan hemostatik, anti bisa ular masih dapat diberikan walaupun sudah terjadi lebih dari 2 minggu. Tetapi beberapa bukti klinis menyebutkan bahwa anti bisa ular efektif jika diberikan dalam beberapa jam setelah digigit ular.
            Lebih dari 10% pasien mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap anti bisa ular, reaksinya dapat trejadi secara cepat (dalam beberapa jam) atau lambat (5 hari atau lebih). Resiko reaksi tergantung dosis yang diberikan, kecuali pada kasus yang jarang, terjadi sensitisasi (Ig E-mediated type I hypersensitivity) oleh serum hewan sebelumnya, contohnya : Ig-tetanus, Ig-rabies.

-          Reaksi Anafilaksis
            Terjadi dalam 10-180 menit setelah pemberian anti bisa ular, gejalanya gatal, urtikaria, batuk kering, demam, mual, muntah, diare dan takikardi. Sebagian kecil pasien akan mengalami reaksi anafilaksis yang berat seperti hipotensi, bronkospasme dan angioedema.

-          Reaksi Pyrogenik (endotoksin)
            Terjadi dalam 1-2 jam setelah pengobatan, gejalanya berupa demam, vasodilatasi dan penurunan tekanan darah. Reaksi ini disebabkan kontaminasi pirogen selama proses dipabrik.

-          Reaksi Lambat
            Terjadi dalam 1-12 hari setelah pengobatan, gejala klinisnya berupa demam, mual, muntah, diare, gatal, urtikaria berulang, atralgia, mialgia, limpadenopati, proteinuria dengan nephritis kompleks imun, dan encephalopati (jarang).
            Epineprin (adrenalin) diberikan intra muskular (lateral paha atas) dengan dosis awal 0,5mg untuk dewasa dan 0,01mg/kgBB untuk anak-anak. Adrenalin harus segera diberikan setelah muncul gejala, dosis dapat diulang setiap 5-10 menit jika kondisi tidak membaik.
            Pengobatan tambahan berupa antihistamin, anti-H1 blocker seperti klorphenamin maleat (dewasa 10mg, anak-anak 0,2mg/kgBB IV dalam beberapa menit) harus diberikan dengan hidrokortison (dewasa 100mg, anak-anak 2mg/kgBB). Pada reaksi pirogen dapat diberikan anti piretik (contohnya parasetamol oral atau supp). Cairan intravena harus diberikan untuk mengatasi hipovolemia.

-          Reaksi lambat (serum sickness)
            Anti histamin oral diberikan selama 5 hari, jika tidak ada respon dalam 24-48 jam berikan prednisolon selama 5 hari.
Dosis : chlorphenamine : dewasa 2mg/6 jam, anak-anak 0,25mg/kg/hari
            Prednisolone : dewasa 5mg/6 jam, anak-anak 0,7mg/kg/hari
Senyawa kimia immunoglobulin anti-bisa ular polovalen juga dapat mengatasi bisa ular. Vaksin pasif ini digunakan untuk mengobati gigitan ular berbisa, yang berefek neurotoksis dan hemolitis. Serum polivalen ini yang dimurnikan dan dipekatkan berasal dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap bisa ular. Ular yang kebanyakan terdapat di Indonesia adalah ular kobra (Naya sputatrix), ular belang (Bungarus fasciatus) dan ular tanah (Ankystrodon rhodostoma). Dosis: i.v. sangat perlahan atau melalui infus (Tjay, 2007).

Kesimpulan
-          Bisa, venom, atau zootoksin (secara harfiah "racun hewan") adalah semua jenis toksin yang yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa.
-          Bisa ular secara garis besar dapat kita kategorikan dalam dua jenis, yaitu neurotoxin dan hemotoxin.
-          Terdapat berbagai macam cara penanganan terhadap gigitan ular dan bisa ular yang telah dijelaskan dalam papper ini.
-          Serum Anti Bisa Ular (Snake Anti Venom) merupakan produk biologis yang digunakan dalam pengobatan gigitan ular berbisa.  Anti bisa ular terdapat dalam 2 sediaan, monovalen (efektif terhadap racun spesies ular tertentu) dan polyvalent (efektif terhadap beberapa spesies ular). Anti bisa ular diberikan ketika seorang pasien terbukti atau diduga telah digigit ular dengan adanya tanda keracunan sistemik maupun lokal.

(sumber : Tika Pratiwi,dkk, 2011, MAKALAH TOKSIKOLOGI, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Jurusan Farmasi, Universitas Jenderal Soedirman.)

Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :
 

No comments:

Post a Comment