Bumi kita
sudah sangat tua, kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu bumi kita diciptakan.
Dulu bumi menjadi tempat yang nyaman bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk
hidup lainnya untuk hidup, tumbuh, dan berkembangbiak. Sesungguhnya Allah SWT
dalam Surah Ar-Rum ayat 41 menjelaskan. Yang artinya:
“Telah tampak kerusakan
di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia……”
Allah SWT menciptakan
manusia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjadi khalifah di bumi yang
salah satu didalamnya untuk menjaga dan merawat bumi sebagai tempat tinggal
mereka.
Masalah yang
ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah semakin naiknya suhu bumi. Menurut
ilmuwan suhu bumi rata-rata naik 0,7 derajat celcius dibandingkan 100 tahun
silam. Masalah tersebut dikenal dengan sebutan Global Warming atau Pemanasan
Global. Sebenarnya apa yang dimaksud Pemanasan Global atau Global Warming?
Mungkin banyak orang yang belum mengetahuinya atau bahkan belum menyadari
tanda-tanda kalau bumi kita ini sudah semakin panas.
Global
Warming terjadi karena Matahari memancarkan energi yang kemudian diserap oleh
bumi. Energi yang diserap tersebut dipantulkan kembali dalam bentuk Radiasi
Inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Sebagian Inframerah akan tertahan oleh
awan dan Gas Rumah kaca untuk dikembalikan ke bumi. Dalam keadaan normal efek
rumah kaca sangat bermanfaat yaitu suhu siang dan malam tidak jauh berbeda.
Dalam jumlah berlebihan efek rumah kaca menyebabkan Global Warming.
Semakin
banyak gas rumah kaca di bumi maka semakin panas pula bumi itu. Dibuktikan juga
oleh seorang ilmuwan bernama Joseph Fourler pada tahun 1824 bahwa efek rumah
kacalah yang membuat bumi kita menjadi hangat.
Apakah sebenarnya gas
rumah kaca sehingga memberikan dampak yang begitu besar terhadap bumi? gas
rumah kaca adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca.
Yang
termasuk gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2),
metana (CH4),
uap air (H2O),
dan lain-lain. Karbon dioksida dapat terbentuk melalui letusan gunung berapi
dan yang paling banyak menghasilkanya adalah manusia. Saat manusia
menghembuskan nafas maka keluarlah karbon dioksida. Jumlah yang dihasilkan
perharinyapun banyak, bayangkan ada berapa miliar manusia di bumi ini? Itu baru
salah satu gasnya, belum yang lain.
Gas lain yang juga menyebabkan Global Warming
adalah dinitrogen oksida. Gas ini memang dihasilkan alami oleh tanah dan
lautan, tetapi juga dihasilkan oleh pabrik dan kendaraan bermotor. Jika ada
perbandingan 2:1 untuk yang tidak memiliki kendaraan bermotor dan yang memiliki
kendaraan bermotor. Bayangkan jika ada 6,5 miliar manusia berapa banyak
dinitrogen oksida terbuang tiap tahunnya?Lagi-lagi itu adalah perbuatan
manusia. Bagaimana bumi ini akan kembali nyaman untuk dihuni seperti dahulu
jika manusianya saja semakin banyak.
Satu contoh kasus yang paling parah adalah semakin
maraknya penggundulan hutan. Padahal hutan adalah sarana untuk mengurangi
karbon dioksida dan melalui bantuan matahari menghasilkan oksigen yang sangat
dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Bayangkan jika oksigen semakin
berkurang? Manusia akan sulit bernafas, dan jika sudah tidak bisa bernafas lagi
manusia akan mati. Sekarang saja oksigen sudah diperjualbelikan dengan harga
tinggi. Mungkin beberapa ratus tahun yang akan datang jika kondisi alam semakin
buruk kemungkinan oksigen semakin langka.
Tahukah anda bahwa Indonesia adalah penghasil karbon
dioksida ke-21 terbesar di dunia. Untuk itu pada tanggal 3-14 Desember 2007 di
Bali diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri oleh negara-negara anggota
PBB, terutama yang peduli terhadap lingkungan. Disana dibahas bagaimana
mengurangi gas rumah kaca agar pemanasan global semakin berkurang sedangkan di
Kyoto, pada tanggal 12 Desember 1997 diadakan perjanjian yang isinya tidak jauh
berbeda dengan Konferensi Internasional di Bali, yaitu mengharuskan bagi
negara-negara maju untuk menjadi pelopor untuk mengurangi gas rumah kaca.
Hal apakah yang terjadi jika pemanasan global terus
terjadi? Salah satu hal yang terjadi adalah mencairnya es/salju abadi di kutub,
baik utara maupun selatan. Terutama di kutub utara karena wilayah inilah yang
paling rawan. Akibat mencairnya es tersebut kemungkinan satu abad lagi beruang
kutub akan punah dari bumi ini atau bahkan tidak hanya beruang kutub, hewan
lainpun dapat pula mengalami yang demikian. Akibat yang paling parah adalah
naiknya permukaan air laut sampai 100 cm. Banyak pulau yang akan
tenggelam,terutama negara-negara yang terdiri dari kepulauan, akan kehilangan
beberapa pulaunya karena tenggelam.
Apalagi negara Belanda yang membendung laut untuk
memperluas wilayahnya, kira-kira Belanda akan kehilangan 6% wilayahnya 100
tahun yang akan datang. Dari berbagai akibat yang ada yang paling
memprihatinkan jika semua sumber makanan semakin berkurang dari mana manusia
akan memperoleh sumber makanan? Karena sebagian lahan pertanian hilang.
Sebagai akibat lainnya dari pemanasan global adalah
merebaknya berbagai penyakit seperti malaria. Karena suhu yang semakin hangat
maka nyamuk dapat hidup di daerah yang hangat tersebut dan kemungkinan
terjadinya penyakit malariapun semakin besar.
Dapatkah semua itu dicegah? Kemungkinan semua itu
dapat dicegah dengan cara pemanfaatan energi matahari untuk menggantikan energi
alam seperti batu bara, minyak bumi, dan lain-lain. Juga dengan menanam pohon
agar jumlah karbon dioksida semakin berkurang, yang ketiga kita harus pola
hidup sehat, seperti tidak menggunakan AC (Air Conditioner), botol semprot baik
untuk minyak wangi, aerosol, dan lain-lain.
(Sumber : Marapung, A. Muzi. 2008. Pemanasan Global. Solo: Tiga Serangkai)
Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan jutaan?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :
No comments:
Post a Comment