Penanganan
Terhadap Berbagai Macam Bisa Ular
Penanganan gigitan ular berbisa
menengah
Akan
mengakibatkan pembengkakan pada daerah sekitar luka, perubahan warna, dan jika
kondisi tubuh tidak fit, akan terasa demam panas – dingin sekitar 2 s.d. 7
hari.
- Lepaskan pembalut
- Cuci luka dengan
pembersih luka yang ada (revanol)
- Beri antiseptik
- Jika perlu, tutup
luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering
- Usahakan korban
beristirahat sebentar
- Beri makanan atau
minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan
Bila
tergigit ular jenis raksasa, ular pyhton
Mengakibatkan
pendarahan terbuka dan luka sobek.
-
Posisikan bagian luka di atas dari posisi jantung untuk mencegah pendarahan,
lebih baik dalam posisi berbaring
-
Hentikan Pendarahan ! dengan melakukan prosedur penanganan pendarahan terbuka
atau dapat pula dengan teknik torniquet.
- Istirahatkan dan
tenangkan korban
-
Upayakan untuk evakuasi ke rumah sakit dengan tetap memperhatikan pendarahan
agar tidak terbuka lagi.
- Beri makanan atau
minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan
- ular ini tidak
beracun tetapi akan tetap berbahaya jika korban kehilangan banyak darah.
-
saat melepas gigitan dari korban, jangan paksakan dengan menarik kepala ular, tapi
mulut harus dibuka ! Perhatikan juga belitan ular.
Bila
tergigit ular yang berbisa tinggi
Efeknya
berbeda beda sesuai jenis racun yang terkandung di dalam bisa ular.
Efek gigitan pada
umumnya :
- Pembengkakan pada
luka, diikuti perubahan warna
- Rasa sakit di seluruh
persendian tubuh
- Mulut terasa kering
- Pusing, mata
berkunang - kunang
- Demam, menggigil
o Efek lanjutan akan
muntah, lambung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal, akibat
dari usaha ginjal membersihkan darah.
Penanganan
jika tergigit dengan efek di atas:
- Posisikan bagian yang
terluka lebih rendah dari posisi jantung
- Ikat diatas luka
sampai berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit
-
Buat luka baru deagn kedalam sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet (yang
disterilkan atau tidak, tergantung situasi). Buat luka pada mulai dari bagian
atas, melalui lubang luka akibat taring. INGAT ! irisan luka baru jangan
horisontal tetapi vertikal.
-
Keluarkan darah sebanyak mungkin dengan cara mengurut kearah luka baru. korban
akan terasa sangat kesakitan, sehingga perlu dilakukan dengan hati – hati
tetapi tetap berlanjut. Saat mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya
pengeluaran dapat dibantu dengan alat khusus “snake bite”, alat suntik (tanpa
jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar, dan lain lain.
Tidak
dianjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan racun dengan menyedot melalui
mulut. Karena itu sangat beresiko pada si penolong karena racun dapat
mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan tertelan hingga lambung dan usus.
-
Proses itu dilakukan berulang –ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan
berbuih keluar semua dan berganti dengan darah berwarna merah segar.
-
Evakuasi korban. Bawa ke ahli ular untuk penanganan pengeluaran bisa ular lebih
lanjut atau dapat pula dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan
suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai
karakter bisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin)
- Informasikan pada
dokter bila korban elergi terhadap obat tertentu, identifikasi.
- Perawatan merupakan
hal yang penting. Usahakan untuk selalu berkonsultasi agar luka cepat kering.
Tidak
semua efek gigitan berbisa tinggi seperti diatas. Jika yang diserang hanya
syaraf, maka tidak terjadi pembangkakan, demam, pusing, muntah dll. Penanganan
gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pudak seruni membutuhkan
teknik khusus karena spesifikasi racunnya berbeda.
- Jangan beri minuman beralkohol
- Korban tetap berusaha untuk sadar
- Berikan semua jenis makanan dan minuman
yang bergizi
- Jangan bergerak berlebihan, istirahat
yang cukup
- Jika perlu, segera evakuasi ke rumah
sakit
Sebelum
dibawa ke rumah sakit :
·
Tenangkan korban
·
Jika mungkin, dapatkan ular yang mati
(kepala ular yang sudah dipisahkan dari tubuhnya masih dapat menimbulkan
intoksikasi dari bia selama 60 menit)
·
Imobilisasi ekstremitas yang digigit
·
Angkut korban kerumah sakit terdekat
Turniket
serta sabuk pengikat akan mempengaruhi perkiraan tentang intensitas intoksikasi
dan tidak boleh digunakan.
Di rumah sakit : tentukan
intensitas intoksikasi dan preparat antibisa ular yang diperlukan.
·
Tingkat 0 : tidak diperlukan antibisa
ular, dilakukan perawatan luka lokal; imunisasi tetanus merupakan indikasi;
lakukan observasi di UGD paling sedikit selama 4 jam
·
Tingkat 1 : diperlukan pemberian
antibisa ular 2-5 vial (20-50 ml) dan antihistamin
·
Tingkat 2 : diperlukan pemberian
antibisa ular sebanyak 6-10 vial (60-100 ml)
·
Tingkat 3 : diperlukan pemberian
antibisa ular sebanyak 10-15 vial (100-1500 ml)
·
Tingkat 4 : diperlukan pemberian
antibisa ular lebih dari 15 vial (> 1500 ml)
Perawatan
suportif diberikan menurut indikasi untuk menjaga fungsi sistem sirkulasi,
sistem respiratori, sistem saraf pusat dan fungsi hematologi. Infeksi sekunder
pada luka gigitan dicegah dengan memberikan antibiotik berspektrum-luas,
seperti sefalosporin atau dikloksasilin. Ekstremitas yang terkena gigitan ular
harus dibiarkan dalam keadaan agak tergantung sampai diberikannya antibisa ular
dan kemudian ekstremitas itu ditinggikan. Tindakan debridemen luka lepuh atau
vesikel yang hemoragik dan jaringan nekrotik superfisial dapat dimulai setelah
hari ke-3 hingga hari ke-5 dan sebelum hari ke-7. Pencangkokan kulit dapat
dipertimbangkan. Fasiotomi mungkin diperlukan untuk mencegah sindrom
kompartemen.
-
Pengobatan segera
Penatalaksanaan
segera yang terbaik setelah gigitan ular adalah kompres dingin pada daerah
gigitan dan penempatan torniket yang rapat di antara tempat gigitan dan
jantung. Torniket harus cukup kencang hanya untuk mencegah penyebaran bisa dan
tidak sampai menghentikan sirkulasi arteri.
-
Pengobatan lanjutan
Apakah
torniket dipakai atau tidak, insisi longitudinal harus dilakukan melewati tanda
taring dan hanya pada kulit. Kemudian dilakukan pengisapan. Terbaik penggunaan
alat penghisap seperti mangkok karet atau alat suntik yang telah dipotong.
Mulut dapat digunakan bila tak ada luka terbuka, tetapi ia sangat meningkatkan
bahaya infeksi. Kadang-kadang dianjurkan eksisi lokal langsung pada daerah
gigitan dengan penutupan luka primer. Pada keadaan ini perlu transpor ke rumah
sakit.
Bersambung....
Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan
rupiah?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :
No comments:
Post a Comment