(Bagian kedua)
B. Motivasi Orang Desa
Motivasi
setiap orang pastilah berbeda, dan motivasi kadang berhubungan dengan urusan
perut untuk bertahan hidup.hehehe. Dalam bukunya Aang Fetha yang berjudul “Akulah
Setan Anda Siapa? Tafsir Imajiner Ayat ayat (tentang) Setan” menyatakan, agar
tetap hidup, manusia harus mengisi perut
dengan makanan. Secara alamiah pula, manusia mencari dan menelan makanan
bilamana perut terasa lapar. Begitulah taraf paling primitive, tatkala manusia
sekadar berusaha bertahan hidup. Dari kebutuhan perutlah, kehidupan manusia
menjadi dinamis. Manusia akan berusaha mengumpulkan makanan sebanyak banyaknya,
sebagai persiadaan, dengan persiadaan menumpuk untuk jangka panjang.Urusan perutlah
bisa menyebabkan suatu pertengkaran, situasi yang tidak nyaman, atau
sebaliknya, memnyebabkan kebahagiaan, rasa nyaman dan lingkungan yang damai
dengan adanya kesejahteraan yang ada.
Indonesia
dikaruniai oleh Tuhan, mempunyai kekayaan alam yang melimpah, khususnya Pulau
Jawa. Pulau Jawa dikaruniai tanah yang subur, apapun tanaman yang ditanam mudah
tumbuh. Terlihat tanaman padi yang terlihat menguning ketika akan dipanen,
pohon buah-buahan yang berbuah pada waktu musin berbuah. Sawah-sawah yang masih
terhampar luas, khususnya di Kabupaten Banyumas, menyebabkan pemenuhan
kebutuhan akan makanan relative mudah. Namun semua itu jika tidak dibarengin
dengan pembangunan infrastruktur akan menyebabkan menghambat pemenuhan
kebutuhan perut. Orang menanam padi pasti membutuhkan air. Air yang mengaliri
sawah biasanya berasal dari saluran irigasi. Tetapi tidak semua sawah yang
menggantungkan air dari saluran irigasi. Sawah yang bertipe tadah hujan adalah
salah satunya, sawah ini menggantungkan air hujan untuk mengairi sawah
pertanian. Sawah-sawah desa di area sekitar pegunugan Kendeng Selatan masih
membutuhkan air yang berasal dari saluran irigasi. Saluran irigasi merupakan
salah satu komponen keberhasilan panen padi tersebut, semakin tingkat
keberhasilan tinggi maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
Saluran
irigasi yang ada masih terdapat saluran irigasi yang berupa saluran biasa yaitu
belum ditangani secara teknis yaitu masih berupa tanah. Hal ini menyebabkan
kehilangan air yang besar sehingga sawah yang berada di ujung saluran irigasi
kemungkinan tidak memperoleh air irigasi tersebut. Biasanya saluran irigasi
yang masih berupa tanah itu merupakan saluran air irigasi tersier. Sawah yang
tidak memperoleh air ketika musim tanam membuat petani penggarap sawah berusaha
memperoleh air dengan cara lain, salah satunya dengan cara mempompa air dari
sungai atau sumber air yang ada. Masyarakat desa yang tidak mempunyai pompa air
akan menyewa kepada yang mempunyai pompa air. Petani atau masyarakat yang tidak
mampu menyewa pompa air kadang mempunyai cara lain, yaitu dengan cara menyumbat
saluran air yang menuju sawah tetangganya sehingga terjadi perebutan air.
Perebutan air yang ada menyebabkan rasa yang tidak aman dan nyaman di
lingkungan desa, bahkan menyebabkan suatu pertangkaran yang bisa jadi
menyebabkan kematian.
Masalah
masalah yang ada di bidang pertanian perdesaan merupakan masalah bersama yang
harus dicarikan solusinya. Pemerintah pusat sampai pemerintah desa harus
bersinergi dengan petani atau masyarakat desa untuk memecahkan persoalan yang
ada. Permasalahan yang timbul, salah satunya masalah air, harus segera
ditangani. Saluran irigasi yang masih kurang baik diperbaiki sehingga pemenuhan
kebutuhan air persawahan tercukupi secara merata. Saluran irigasi, secara umum,
dibedakan menjadi 3 kelompok :
1.
Saluran irigasi Primer
2.
Saluran Irigasi Sekunder
3.
Saluran Irigasi tersier.
Masing-masing
pengelolaannya berbeda-beda. Saluran Irigasi Primer merupakan wewenang dari
Dinas yang ada di kabupaten, sedangkan saluran
irigasi sekunder dan tersier merupakan wewenang dari pemerintahan desa dan
kelompok tani yang ada. Program pemberdayaan masyarakat khususnya PPIP
menitikberatkan dan menekankan perbaikan saluran irigasi tersier yang
membutuhkan adanya perbaikan sehingga dapat dinikmati oleh banyak petani yang
sawah mereka membutuhkan air dari air irigasi tersebut.
Infrastuktur
lainya yang tak kalah penting adalah jalan. Hasil panen dari sawah membutuhkan
alat tranportasi yang membawa hasil tersebut ke tempat penyimpanan ataupun ke
tempat pengolahan padi untuk diolah menjadi beras. Infrastruktur jalan
sangatlah menunjang untuk memperlancar membawa hasil pertanian itu. Jalan yang
tidak bagus merupakan salah satu faktor dari penambahan biaya dari biaya
tranportasi, apalagi tidak terdapatnya jalan yang memadai sehingga moda
tranportasi tidak dimungkingkan masuk ke tempat penampungan sementara yang ada
di sawah penduduk. Biaya biaya yang ada akan berpengaruh dari hasil yang
didapatkan oleh para petani atau masyarakat. Apalagi jika harga jual yang
rendah dan biaya-biaya yang ada selama bercocok tanam padi sampai panen akan
memberatkan petani atau masyarakat desa tersebut. Dengan adanya Infrastruktur
terutama jalan dan saluran irigasi, dapat mengurangi biaya-biaya yang timbul
sehingga menambah penghasilan petani atau masyarakat desa.
Permukiman
penduduk yang ada di sekitar pegunungan Kendeng Selatan, khusus yang berada di
dataran tinggi tersebut masih sangat membutuhkan infrastruktur jalan yang
layak. Jalan-jalan yang ada masih kita dapati merupakan jalan-jalan yang kurang
layak untuk dilaluinya dan membutuhkan perjuangan yang lebih dibandingkan jalan
yang ada di daerah lembah pegunungan. Jalan yang masih berupa tanah atau jalan
yang sudah dibangun seadanya yaitu salah satunya berupa jalan makadam. Jalan
makadam adalah jalan tanah yang pembangunannya dengan cara menyusun batu-batuan
diatas tanah. Jalan makadam ini bertujuan untuk memperbaiki tanah yang ada
sehingga jalan menjadi rata dan dapat dilaluinya. Jalan makadam ini masih perlu
ditingkatkan lagi sehingga membuat nyaman dan aman untuk dilaluinya. Biasanya program
pemberdayaan masyarakat khususnya PPIP, disarankan oleh para fasilitator PPIP
yang ada untuk untuk meningkatkan jalan tersebut menjadi jalan rabat beton.
Jalan rabat beton mempunyai banyak keunggulan antara lain : cara pembuatannya
bisa dikerjakan oleh masyarakat setempat, sehingga dapat menambah kesejahteraan
masyarakat setempat. Selain itu, masyarakat setempat diharapkan dapat membangun
sendiri lingkungannya ketika bantuan dari pemerintah tidak didapati dengan cara
swadaya sendiri. Pasca pembangunan infrastruktur jalan rabat beton ini,
masyarakat bisa memperbaiki sendiri dan dengan biaya yang murah ketika terjadi
kerusakan kerusakan yang ada.
Infrastruktur
jalan ini sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat desa baik masyarakat desa yang
berada di lembah pegunungan dan terutama masyarakat desa yang berada di
pegunungan. Mereka dapat menggunakan jalan yang baik untuk pemenuhan
kebutuhannya dengan rasa nyaman dan aman. Buah buahan hasil dari pekarangan
mereka dapat dengan mudah untuk dijual ke pasar maupun tempat lain yang
membutuhkan. Mereka juga dengan mudah pergi mengantarkan keluarga mereka yang
sakit, hamil, ataupun yang lainnya ke rumah sakit, puskesmas yang ada. Selama
ini masyarakat desa terutama masyarakat yang berada di pegunungan merasa sangat
tidak nyaman dan aman ketika ada keluarga mereka yang sakit atau hamil. Mereka
membutuhkan perjuangan yang berat untuk mengantarkan ke rumah sakit atau
puskesmas, dan mengambil resiko rasa nyaman dan aman mereka sendiri. Hal itu
akan dirasakan lebih lebih ketika musim penghujan tiba. Jalan yang ada menjadi
licin yang bisa menyebabkan tergelincirnya kendaraan yang melaluinya, tidak
jarang dijumpai nyawa merekapun menjadi taruhannya ketika melewati jalan yang
ada. Jalan yang ada di pegunungan merupakan jalan yang naik dan turun tajam,
ada juga dengan tikungan yang kanan kirinya berupa jurang.
Belum
lagi ketika anak anak SD yang sekolahnya berada di pegunungan. Anak anak tersebut
memerlukan sebuah perjuangan untuk menimba ilmu, tak jarang dijumpai mereka
rela untuk berjalan berkilo kilo meter untuk mencapai sekolah mereka. Guru guru
mereka pun yang tempat tinggalnya di lembah pegunungan harus berjuang untuk
mecapai sekolah tempat mereka mengajar. Banyak juga kejadian yang terjadi,
mereka harus ke rumah sakit atau puskesmas karena jatuh dari kendaraan yang
mereka gunakan, atau harus merogoh kocek yang lebih dalam lagi untuk menyewa
ojeg mengantar ke sekolah, ataupun harus berjalan kaki berkilo kilo meter.
Kondisi yang memprihatinkan inilah membuat salah satu motivasi masyarakat desa
sangat antusias untuk membangun infrastruktur jalan yang ada di sekitar mereka.
Program
pemberdayaan masyarakat ini sedikit banyak dapat mengurangi masalah-masalah
yang terjadi di masyarakat desa. Masih banyak lagi Manfaat dari pemberdayaan
masyarakat ini juga menjadi salah satu motivasi masyarakat desa yang
mendapatkannya. Beberapa manfaat yang ada antara lain : menjadikan masyarakat
itu sendiri menjadi lebih baik dari sebelumnya, masyarakat bisa membuat sebuah
perencanaan dan pelaksanaan secara mandiri suatu pembangunan yang ada di desa,
masyarakat terlibat aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat ini sehingga
dapat merasakan secara langsung dari program pemberdayaan masyarakat ini,
masyarakat desa khususnya pengurus OMS menjadi lebih berani mengeluarkan
pendapat dan dapat menyelesaikan suatu persoalan secara mandiri, dan masih
banyak lagi.
Bersambung....
No comments:
Post a Comment