Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

Tuesday, June 16, 2015

ORANG-ORANG DESA YANG TERPILIH

(Bagian keempat)


D.    Orang-Orang Desa Yang Terpilih
Masyarakat dari sebuah desa kebanyakan mempunyai beberapa atau malah banyak orang yang mempunyai latar pendidikan tinggi. Desa desa yang berada di sekitar pegunungan Kendeng Selatan ini rata rata penduduknya tamatan SMU/SMK atau sederajat. Masih banyak juga ditemui orang desa yang berlatar belakang pendidikan dibawahnya. Orang orang desa yang berlatar belakang berpendidikan tinggi mempunyai kecenderungan memilih pekerjaan di luar desa. Adapun yang tinggal di desa, berprofesi pns atau belum mendapatkan pekerjaan atau terpaksa untuk hidup di desa. Mengapa terpaksa hidup di desa? Iya, karena mereka biasanya mempunyai usaha karena belum memperoleh pekerjaan yang mereka idam-idamkan dan harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau mungkin juga mereka tinggal di desa karena permintaan dari orang tuanya untuk menemani dan merawat sampai akhir hayatnya.

Sunday, June 7, 2015

ORANG-ORANG DESA YANG TERPILIH

(Bagian kedua)


B.    Motivasi Orang Desa
Motivasi setiap orang pastilah berbeda, dan motivasi kadang berhubungan dengan urusan perut untuk bertahan hidup.hehehe. Dalam bukunya Aang Fetha yang berjudul “Akulah Setan Anda Siapa? Tafsir Imajiner Ayat ayat (tentang) Setan” menyatakan, agar tetap hidup,  manusia harus mengisi perut dengan makanan. Secara alamiah pula, manusia mencari dan menelan makanan bilamana perut terasa lapar. Begitulah taraf paling primitive, tatkala manusia sekadar berusaha bertahan hidup. Dari kebutuhan perutlah, kehidupan manusia menjadi dinamis. Manusia akan berusaha mengumpulkan makanan sebanyak banyaknya, sebagai persiadaan, dengan persiadaan menumpuk untuk jangka panjang.Urusan perutlah bisa menyebabkan suatu pertengkaran, situasi yang tidak nyaman, atau sebaliknya, memnyebabkan kebahagiaan, rasa nyaman dan lingkungan yang damai dengan adanya kesejahteraan yang ada.

Sunday, May 31, 2015

KESUKSESAN, SIAPA YANG TIDAK TERGIUR?



Apa itu sukses?
Secara umum, sukses adalah taraf sejauhmana seseorang mengalami kemajuan dan peningkatan dalam menjalankan aneka tugas kehidupan meskipun menghadapi aneka tantangan dan hambatan (Paul Stoltz, 1997). Ukuran sukses pada setiap orang berbeda-beda. Yang lebih penting diukur adalah dari dalam diri sendiri berupa kualitas motivasi hidup yang semakin meningkat.
Ketika seorang individu berperilaku, perilaku yang nampak adalah hasil dari berbagai macam faktor yang melatar belakanginya. Faktor-faktor yang melatar belakangi tersebut biasanya sesuai dengan tingkat kebutuhan yang ingin dicapai oleh seorang individu. Menurut Abraham Maslow ada 5 tingkatan kebutuhan manusia, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis : makan,minum, tidur, seks.
2. Kebutuhan Rasa Aman : Punya penghasilan, tempat tinggal sendiri
3. Kebutuhan Mencintai-dicintai : punya lingkaran sahabat, pasangan hidup
4. Kebutuhan Harga-diri : Punya karir, jabatan, kegiatan yang memberi rasa jati diri.
5. Kebutuhan aktualisasi diri : Punya sarana untuk mengembangkan aneka talenta demi mencapai tujuan yang lebih luhur-mulai : peningkatan diri, pelayanan kepada sesama.
Setiap kali individu berperilaku, maka ia akan dipengaruhi oleh tingkat kebutuhan yang telah terpenuhi. Misalnya : ketika seorang individu, kebutuhan fisiologisnya(makan, minum, tidur, seks) belum terpenuhi maka perilakunya akan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan fisiologisnya.

Friday, May 22, 2015

Menguasai Ilmu Pengetahuan, Menguasai Dunia

Pernahkan Anda menyadari bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian ilmu pengetahuan yang harus dikuasai? Ada banyak hal dalam kehidupan yang harus dihadapi dan selanjutnya dipecahkan sebagai wujud tanggung jawab Anda terhadap kehidupan.
Dan, karena keterbatasan yang dimiliki, maka Anda harus terus berusaha untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Hal tersebut karena ilmu pengetahuan menjadi kunci untuk dapat menghadapi kehidupan dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalami kesulitan karenanya.
Ilmu adalah sebuah cara yang dipakai untuk mempelajari suatu aspek agar Anda dapat memahami dan selanjutnya menguasainya sebagai kompetensi diri. Sementara pengetahuan adalah segala hal

Friday, May 15, 2015

8 Hasil Penelitian terkait Perselingkuhan

Ilustrasi selingkuh
Ilustrasi selingkuh (Istimewa)

Amerika Serikat - Perselingkuhan dalam sebuah hubungan cinta selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan, bahkan di kalangan peneliti. Beberapa peneliti bahkan mengambil topik ini untuk mencoba mengerti alasan maupun tipe-tipe. Berikut ini rangkuman beberapa hasil penelitian terkait perselingkuhan yang disitir dari YourTango:
1. Kebanyakan orang yang berselingkuh penyuka genre musik rock 'n roll
Musik dan hubungan percintaan punya hubungan. Setidaknya demikian disimpulkan dalam sebuah penelitian yang menyatakan, 41 persen orang yang berselingkuh mengaku suka genre musik rock. Di posisi berikutnya adalah penyuka genre musik pop (16 persen), genre country (11 persen), musik klasik (tujuh persen), dan rap/hip-hop (dua persen).
2. Ketika perempuan berselingkuh, itu adalah hal yang berbahaya

Thursday, May 14, 2015

Hal Penting Agar Hubungan Pasangan Suami Istri Terus Hangat

Ilustrasi pasangan.
Ilustrasi pasangan. (Indian Express)

Jakarta - Kegiatan berpacaran tidak hanya perlu dilakukan sepasang kekasih yang baru saja menjalin kisah kasih. Pasangan yang sudah berumah tangga disarankan untuk tetap melakukan aktivitas pacaran. Sebab, berpacaran dipercaya bisa kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap pasangan.
"Menjaga keromantisan itu penting. Salah satunya adalah dengan berpacaran," kata relationship coach Indra Noveldy di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (23/4).
Indra membagi pengalamannya menangani pasangan suami istri yang mengonsultasikan hubungannya rumah tangganya. Indra menerangkan, ia kerap menanyakan pernyataan sederhana yang sulit dijawab oleh pasangan suami istri.
"Saya sering berikan pertanyaan sederhana kepada pasangan suami istri yang sudah menikah selama

Wednesday, May 13, 2015

Momen, Kunci Kelanggengan Hubungan Cinta

Ilustrasi pasangan
Ilustrasi pasangan (Istimewa)

Jakarta - Tolok ukur keberhasilan berumah tangga bukan dilihat dari seberapa lama pasangan tersebut sudah menjalin hubungan. Menurut relationship coach Indra Noveldy, kunci kelanggengan hubungan suami istri justru dilihat dari seberapa banyak momen yang diciptakan
"Bukan masalah sudah berapa lama bersama, tetapi berapa banyak momen yang diciptakan bersama," kata Indra di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (23/4)
Momen yang diciptakan juga tidak harus berkaitan dengan peristiwa tertentu, seperti hari ulang tahun, hari kasih sayang, maupun hari pernikahan. Momen-momen sederhana juga bisa menciptakan kelanggengan hubungan.
Misalnya, masak bersama, mencuci bersama, hingga hal paling sederhana berupa mengobrol di kasur sebelum tidur, bisa menjadi sebuah momen romantis yang semakin mempererat hubungan suami istri.

Subhanallah ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita

Subhanallah ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita

Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya..
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk"MEMERDEKAKAN WANITA"

Tuesday, May 12, 2015

Studi: Jauhi Sosial Media Bila Ingin Hubungan Langgeng

Media sosial
Media sosial (Istimewa)
Inggris - Bila Anda ingin hubungan pernikahan atau percintaan tetap langgeng dan berjalan hingga lama, ada baiknya untuk mengurangi waktu menggunakan layanan sosial media. Studi mengungkap, banyak perpisahan hubungan terpicu akibat sosial media.
Satu dari tujuh orang di Inggris mengaku mempertimbangkan mengajukan perceraian akibat melihat aktivitas mencurigakan dari pasangannya di Facebook, Twitter, Whatsapp, Snapchat, dan Skype. Demikian kesimpulan yang ditarik dari 2.000 orang responden sudah menikah di Inggris, demikian disitir dari Huffington Post, Jumat (1/5).
Sekitar seperempat responden dari penelitian yang dilakukan oleh firma hukum Slater and Gordon ini mengaku rutin berdebat dengan pasangannya setidaknya sekali dalam sepekan akibat urusan terkait sosial media. Sekitar 17 persen responden bahkan mengaku berdebat dengan pasangannya setiap hari akibat masalah ini.
Sementara di Amerika Serikat, pengacara perceraian sepakat, dalam lima tahun terakhir sosial media

Friday, April 17, 2015

4 Cara Cerdas Biar Jadi Orang Berduitttt

Bagi Anda yang telah bekerja, menjadi orang kaya tampaknya sudah selangkah lebih mudah. Yang terpenting adalah bagaimana Anda membuat prioritas dalam mengeluarkan uang.

Setidaknya terdapat dua cara seseorang bisa menjadi kaya. Pertama bekerja dengan sangat keras dan terus menaikkan jenjang karir. Atau kedua, berusaha bekerja dengan baik dan mencetak uang dengan cerdas.

Untuk menjadi kaya, Anda juga harus memastikan telah melakukannya dengan cerdas tanpa menyulitkan diri sendiri seperti mengabaikan kesehatan dalam bekerja.

Berikut empat cara cerdas biar cepat jadi orang kaya seperti dikutip dari Boldsky, Sabtu (21/2/2015):


Saturday, June 1, 2013

Untuk Bertahan Hidup......


Iklanku :

Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?


atau

Beli produk kesehatan dapat bonus uang..

coba aja klik :



Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

 

Pelukan Damai

 

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini.

Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah.

Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

 

Anak Tumbuh Sehat

 

"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India .

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan.

Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan.

Juga makin sering memeluk anak-anaknya.

Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh.

Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya.

Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus.

Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan

anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres.

Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya.

Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

 

Transformasi Rasa Nyaman

 

Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.

Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20

kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai.

Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda.

Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang.

Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.

Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian.

Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman.

Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik.

Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini.

Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.

Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan.

Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman.

Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien.

Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif.

Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya.

Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.

Jadi tunggu apa lagi... ???

Friday, February 1, 2013

Memilih Warna



Iklanku :

Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?

http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik

atau

Beli produk kesehatan dapat bonus uang..

coba aja klik :

http://www.tekanini.com/kangmalik001

 

Warna merupakan pertimbangan emosional, karena variasi warna dapat menyebabkan
emosi yang berbeda pada tiap orang. Kita semua tahu bahwa hijau adalah
simbol uang (mata duitan), tapi apakah kita tahu juga bahwa hijau merupakan simbol
ketamakan, iri hati, dan kecemburuan? Pilihan warna akan mendapat efek langsung dari pengunjung tentang persepsi perusahaan atau produk kita tawarkan. Ini menjadi rumit dengan adanya fakta bahwa penggunaan warna pada web sekarang tak terbatas: perkembangan teknologi membolehkan kita membuat jutaan kombinasi warna.
Jadi bagaimana dengan pilihan kita? Artikel ini akan membantu mempermudah memahami dasar-dasar dari pemilihan warna.

Ini penting untuk dimengerti bahwa setiap warna ditentukan positif dan negatif dari
emosi yang menghubungkannya dgn itu, mungkin bisa disebut dengan ‘makna warna’. Maksudnya adalah bahwa warna akan mempengaruhi emosional customer bagi perusahan, merek atau produk yang ditawarkan. Jadi ketika memilih skema warna untuk website, atau tipe media lain, anda perlu yakin dengan pemberian warna pada perusahaan atau produk dengan warna-warna yang mengajak audiens untuk selalu memilih web perusahaan atau produk kita
Mari beristirahat sejenak dan melihat ruang makan, kulkas,atau lemari kaca dapur
yang berisi produk yang kita beli dari toko sembako. Warna apa yang kebanyakan kita
lihat? Kebanyakan, dari yang terlihat adalah merah, dan banyak yang lain diantaranya.
Hanya sekilas terlihat dilemari kaca, sekarang apakah kita tahu apa yang terlihat di
dalamnya itu,produk yang penuh dng warna merah.Chef Boyardee,Kellogg’s,Lipton,Carnation, Ragu, aunt Jemima,Betty Crocker,Orville Redenbacher’s, Heinz, Pam, semua merek ini menggunakan label merah. Mengapa? Merah Adalah suatu warna” panas”, dan sangat emosional juga. Didalam studi, merah benar-benar mempunyai suatu phisik mempengaruhi orang-orang, meningkan jantung dan menyebabkan tekanan darah untuk naik, menarik perhatian kita, tindakan keributan.
dan suatu warna yang sangat kuat untuk produk pembungkus.

Semua warna yang pas/cocok dimasukkan ke dalam tiga kategori; sejuk, hangat
dan netral. Sedangkan kita bisa memilih semua warna yang kita suka dari kategori
yang sama,itu mungkin sering mencapai efek yang lebih sangat kuat dengan memperkenalkan warna dari satu di antara kelompok yang lain. Mari kita liat pandangan/persepsi sekarang bagaimana warna-warna bekerja bersama dan masing2 warna berarti bagi yang melihatnya.

Warna-warna sejuk
Biru, Hijau, Ungu, Pirus dan Perak adalah warna-warna sejuk.
Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya.
Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal, oleh sebab itu memilih warna-warna sejuk, mungkin bijaksana untuk menambahkan warna dari kelompok lain untuk menghindari ini.

Berikut beberapa makna dari beberapa warna sejuk:
Biru
Positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, keamanan, percaya, intelligence
Negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan

Hijau
Positif: uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, healing
Negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan

Ungu
-Ungu adalah kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu ditemukan baik kategori-kategori
hangat maupun sejuk
Positif: raja, kaum ningrat, spirituality, kemewahan, ambition
Negatif: misteri, kemasgulan

Pirus
Positif: rohani, sembuh, perlindungan, sophisticated
Negatif: cemburu, kewanitaan

Perak
Positif: glamor, tinggi, anggun, sleek
Negatif: pengkhayal, tidak tulus

Warna Hangat
Merah, merah muda, kuning, orange, warna ungu, dan emas adalah warna hangat.
Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek kegairahan bagi yang melihatnya.
Bagaimanapun ketika warna ini digunakan sendiri dapat menstimulasi,
membangitkan emosi kekerasan/kehebatan dan kemarahan. Ketika memilih nada hangat,
menambahkan warna dari kelompok yang lain akan membantu ke arah menyeimbangkan ini.

Berikut beberapa makna dari beberapa warna hangat:

Merah
positif: cinta, energi, kuasa, kekuatan, penderitaan, panas
negatif: kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran

Merah muda
positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka melucu
negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan

Kuning
positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal, bahagia
negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil

Orange
positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramaha n, keakraban, sukses
negatif: ketidak-tahuan, melempem, keunggulan

Ungu
- Warna ungu ditemukan di dalam kedua-duanya warna dingin dan hangat
positif: royalti, kebangsawanan, kerohanian, kemewahan, ambisi
negatif: kegaiban, kemurungan

Emas
positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional
negatif: ketamakan, pemimpi

Warna Netral
Coklat, berwarna coklat, gading, kelabu, putih dan hitam adalah warna netral.
Warna netral adalah suatu pemilihan agung untuk bergaul dengan suatu palet(lukis)
hangat atau dingin. warna-warna itu adalah yang baik untuk latar belakang dalam
suatu disain, dan juga cenderung untuk berbicara lebih pelan, penggunaan dari yang lain
lebih menaklukkan warna. Tambahkan hitam untuk menciptakan suatu yang lebih gelap
” keteduhan” tentang suatu warna utama, sedang putih ditambahkan untuk menciptakan
suatu tongkang/geretan ” warna”.

Berikut beberapa makna dari beberapa warna netral:

Hitam
positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas
negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka, kegaiban

Kelabu
positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/intelige n, padat, konservatif
negatif: muram, sedih, konservatif

Cokelat
positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang, konservatif
negatif: dogmatis, konservatif

Tan ( wol halus yang masih putih)
positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif
negatif: tumpul, membosankan, konservatif

Gading
positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian , hangat
negatif: lemah, tidak stabil

Putih
positif: kebaikan, keadaan tak bersalah, kemurnian, segar, gampang, bersih
negatif: musim dingin, dingin, jauh

Kita mungkin bertanya-tanya, ” Apa yang merupakan kebenaran mewarnai kombinasi
untuk bisnis website?” Selagi tidak ada kemutlakan “kebenaran” untuk mewarnai
website, kamu perlu memahami target pendengar, dan mempertimbangkan tanggapan mereka tentang warna, yang tidak dimilik. Jika gol akhir adalah untuk memilih produk atau perusahaan, kemudian palet warna harus ditetapkan. Ada keseluruhan faktor
yang menandai apa yang pengunjung suka atau tidak suka.

Faktor dasar target pengunjung untuk dipertimbangkan adalah perbedaan umur/zaman,
perbedaan kelas, perbedaan jenis kelamin dan keseluruhan kecenderungan warna.
(Dilist)
Perbedaan umur/zaman adalah suatu faktor pokok yang tidak boleh diabaikan.
Jika anak remaja dan anak-anak adalah target pengunjung, kemudian mereka menyukai
terang, warna dasar, warna primer merah, biru, kuning dan hijau.
Bagaimanapun, berbeda dengan orang dewasa, lebih tua, mereka akan menyukai
warna yang lebih gelap, sama dengan mewarnai dari kelompok warna-warna
yang netral.

Perbedaan kelas adalah faktor pokok yang lain di dalam memilih warna.
Riset Amerika Serikat telah menunjukkan kelas pekerja menyukai warna
seperti biru, merah, hijau, dan lain lain .
yang lebih terdidik cenderung untuk menyukai yang lebih mengaburkan
warna seperti taupe, warna biru langit, celadon, ikan salem , dll.

Perbedaan jenis kelamin adalah suatu faktor nyata didalam memilih warna.
laki-laki cenderung untuk menyukai warna cool seperti hijau dan biru, di mana wanita
menyukai warna lebih hangat, merah dan orange. Jika kita mempunyai pendengar/pemerhati keduanya para laki-laki dan perempuan, yang akan mempertimbangkan pencampuran beberapa warna dari palet cool dan hangat kepada keduanya laki-laki dan perempuan dapat bertanya pada mereka.

Yang terakhir tapi bukan tidak penting adalah kecenderungan warna. Menurut definisi,
suatu kecenderungan berarti “tren”. Memilih warna yang populer boleh2 saja
untuk beberapa bentuk websites dan produk, tetapi jika kita ingin menyajikan
umur yang panjang dan stabilitas web, kemudian warna populer tidak memungkinkan jadi yang terbaik untuk web kita. Sebagai gantinya, kita boleh mempertimbangkan warna yang lebih tradisional yang berdiri dari waktu ke waktu.

Memilih warna lebih kepada mengambil apa yang dirasa baik oleh kita, adalah menimbulkan suatu tanggapan lain dari yang melihat web kita. Dengan mengetahui target
dan efek yang berbeda dari warna yang ditimbulkan, kita memperoleh suatu kemampuan
lebih besar untuk menentukan apa yang menjadi warna terbaik untuk menarik pengunjung.

Satu catatan terakhir tentang warna. Pengunjung web biasanya menggunakan monitor berbeda, browsers berbeda , dan sistem operasi berbeda. Itu hampir mustahil untuk memastikan bahwa warna yang kita buat akan sama pada tiap-tiap komputer seperti halnya sedang dicetak.
Jangan hanya terkait dengan perbedaan pada komputer yang berbeda, tetapi bagaimana kita mencoba menjadikan konsisten. Bagaimana kita menciptakan suatu palet warna untuk perusahaan,identita s merek, atau warna produk, konsistensi adalah kunci. Gunakanlah warna yang sama pada seluruh usaha pemasaran untuk menciptakan keakraban dengan produk atau perusahaan. Konsistensi akan membantu menarik pengunjung.

Sumber : rumahweb.com

 

Sunday, January 20, 2013

Keserakahan


(bagian 2)

Iklanku :Beli produk kesehatan dapat bonus uang..coba aja klik :http://www.tekanini.com/kangmalik001atau
Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalikhttp://tunjuk.in/1ltr
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik" target="blank">Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat Internet
Dengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan...!!



Disadur dari sebuah mailing list..

terdahulu : Dengan agak keheranan, Smith berkata, “Sudah tentu mereka bahagia
karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,”
ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa
berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”
karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”
karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.” karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

Keserakahan

(bagian 1)



Iklanku :

Beli produk kesehatan dapat bonus uang..coba aja klik :

http://www.tekanini.com/kangmalik001

atau

Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalikhttp://tunjuk.in/1ltr http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik

" target="blank">
Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat InternetDengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan...!!
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik" target="blank">KLIK DISINI


Disadur dari sebuah mailing list..
Merenung begitu banyak kejahatan yang dilakukan tersistematis yang
dilakukan oleh orang-orang berdasi yang notabene adalah orang yang
berpenghasilan luar biasa, tetapi kenapa seorang yang berpenghasilan
banyak selalu berfikir untuk menambah lagi dan lagi, walau banyak
orang mengakui kebahagian tidak datang dari banyaknya harta yang di
miliki.

Kalau kita renungkan secara mendalam, semua kejahatan yang ada di
dunia ini berasal dari satu kata: keserakahan. Dan, akar keserakahan
adalah pada cara kita memandang hidup ini. Selama kita melihat diri
kita semata-mata makhluk fisik belaka, selama itu pula kita tak dapat
membendung keinginan kita untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.
Betapa banyaknya dalam kehidupan sehari-hari kita melihat orang yang
berpenghasilan biasa-biasa saja, tetapi memiliki harta yang luar biasa
banyaknya.


Sunday, December 30, 2012

Pengaruh Keluarga Dalam Perkawinan


Iklanku :

Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?


atau

Beli produk kesehatan dapat bonus uang..

coba aja klik :


Oleh : Jacinta F. Rini Jakarta, 7/6/2002

Sebelum menikah, saya sudah pacaran cukup lama lho dengan suami/istri saya...Tapi kenapa, ya, kok setelah menikah sepertinya sikapnya berubah dan tuntutannya pun sulit dipahami. Sepertinya, apapun yang saya kerjakan selalu salah dan tidak sesuai dengan keinginannya. Saya bingung...bagaimana sih "standard" atau kriteria yang benar buat dia ?

Pertanyaan tersebut sering muncul dalam sebuah kehidupan perkawinan, tidak memandang usia perkawinan itu baru atau pun lama. Kenapa hal itu bisa terjadi sedangkan masa pacaran seakan dilewati tanpa masalah yang berarti?

Persatuan Dua Pribadi

Menikah dapat diartikan secara sederhana sebagai persatuan dua pribadi yang berbeda. Konsekuensinya, akan banyak terdapat perbedaan yang muncul. Mengapa saat pacaran hal itu tidak menjadi soal? Proses pacaran pada intinya adalah mekanisme untuk mempelajari dan menganalisis kepribadian pasangan serta belajar saling menyesuaikan diri dengan perbedaan tersebut. Dalam pacaran, akan dilihat, apakah perbedaan tersebut masih dapat ditolerir atau tidak. Namun masalahnya, selama masa pacaran orang sering mengabaikan realita sehingga kurang peka terhadap permasalahan atau perbedaan yang ada "bahkan seringkali mereka memasang harapan bahwa semua itu "akan berubah" setelah menikah. Yang sering terjadi, banyak pasangan yang kecewa karena harapan mereka tidak terwujud dan tidak ada perubahan yang terjadi, bahkan setelah bertahun-tahun menikah.

Satu hal yang sering kurang disadari oleh orang yang menikah adalah bahwa bersatunya dua pribadi bukanlah persoalan yang sederhana. Setiap orang mempunyai sejarahnya sendiri-sendiri dan punya latar belakang yang seringkali sangat jauh berbeda, entah itu latar belakang keluarga, lingkungan tempat tinggal atau pun pengalaman pribadinya selama ini.

Pengaruh Keluarga Asal

Para ahli mengatakan bahwa pola asuh orang tua atau pun kualitas hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anak, merupakan faktor penting yang kelak mempengaruhi kualitas perkawinan seseorang, menentukan pemilihan pasangan, mempengaruhi pola interaksi/komunikasi antara suami-istri dan dengan anak, mempengaruhi persepsi dan sikap terhadap pasangan, dan mempengaruhi persepsi orang tersebut terhadap perannya sendiri. Intinya, hubungan orang tua-anak ikut mempengaruhi seseorang dalam mengarungi kehidupan perkawinan di masa mendatang.

1. Hubungan orang tua-anak

Menurut penelitian Henker (1983), segala sesuatu yang terjadi dalam hubungan antara orang tua-anak (termasuk emosi, reaksi dan sikap orang tua) akan membekas dan tertanam secara tidak sadar dalam diri seseorang. Selanjutnya, apa yang sudah tertanam akan termanifestasi kelak dalam hubungan dengan keluarganya sendiri. Jika hubungan dengan orang tuanya dulu memuaskan dan membahagiakan, maka kesan emosi yang positif akan tertanam dalam memori dan terbawa pada kehidupan perkawinannya sendiri. Orang demikian, biasanya tidak mengalami masalah yang berarti dalam kehidupan perkawinannya sendiri. Sebaliknya, dari pengalaman emosional yang kurang menyenangkan bersama orang tua, akan terekam dalam memori dan menimbulkan stress (yang berkepanjangan, baik ringan maupun berat). Berarti, ada the unfinished business dari masa lalu yang terbawa hingga kehidupan berikutnya, termasuk kehidupan perkawinan. Segala emosi negatif dari masa lalu, terbawa dan mempengaruhi emosi, persepsi/pola pikir dan sikap orang tersebut di masa kini, baik terhadap diri sendiri, terhadap pasangan dan terhadap makna perkawinan itu sendiri.

2. Sikap penolakan orang tua

Kurangnya perhatian orang tua yang konsisten, stabil dan tulus, seringkali menjadi penyebab kurang terpenuhinya kebutuhan anak akan kasih sayang, rasa aman, dan perhatian. Anak harus bersusah payah dan berusaha mendapatkan perhatian dan penerimaan orang tua "namun seringkali orang tua tetap tidak memberikan respon seperti yang diharapkan. Sikap penolakan yang dialami seorang anak pada masa kecilnya, akan menimbulkan perasaan rendah diri, rasa diabaikan, rasa disingkirkan dan rasa tidak berharga. Perasaan itu akan terus terbawa hingga dewasa, sehingga mempengaruhi motivasi dan sikapnya dalam menjalin relasi dengan orang lain. Pada saat menikah, bisa jadi seorang istri menikahi suaminya karena merindukan figur ayah yang melindungi dan mencurahkan perhatian dan kasih sayang "seperti yang tidak pernah didapatnya dahulu. Atau, bisa jadi seorang pria mencari wanita yang dapat menjadi substitusi dari ibunya dahulu, yang sangat ia dambakan cinta dan perhatiannya.


Masalahnya, anak yang tumbuh dengan kondisi deprivasi emosional (kurang terpenuhinya kebutuhan emosional), di masa dewasanya, cenderung mentransferkan kebutuhan akan perhatian, cinta, penghargaan, penerimaan dan rasa aman kepada pasangannya. Mereka menuntut pasangannya untuk men-supply kebutuhan emosional mereka yang tidak terpenuhi waktu kecil. Biasanya, orang demikian menjadi sangat demanding, terlalu tergantung pada pasangannya, tidak mandiri, cari perhatian dan sangat manja.

3. Identifikasi figur orang tua

Seringkali tanpa sadar seseorang mencari pasangan yang seperti ibunya atau ayahnya. Mereka mengharapkan agar pasangannya memperlakukan dia seperti perlakuan ayah dan ibu terhadapnya. Harapan tersebut pada dasarnya tidaklah realistis dan sering mendatangkan persoalan yang besar. Ucapan "saya bukanlah ayahmu/ibumu, jadi berhentilah berharap saya akan menjadi seperti dia". Pernyataan ini merupakan cermin adanya tuntutan dan keinginan seseorang untuk menjadikan pasangannya seperti ayah/ibunya.

4. Ketergantungan yang berlebihan terhadap orang tua

Kelekatan yang berlebihan dan tidak sehat terhadap salah satu orang tua (biasanya terhadap orang tua lawan jenis) di masa kanak-kanak, jika tidak berubah/mengalami perkembangan "dan jika setelah menikah masih tetap lengket dengan orang tuanya "maka hal ini akan menimbulkan persoalan besar dengan pasangan.
Pasangan akan merasa diabaikan dan disingkirkan, sehingga timbul perasaan marah, kesal, iri, cemburu serta emosi negatif lainnya. Ketergantungan tersebut sering membuat pasangan jengkel karena hal-hal kecil sekali pun ditanyakan kepada orang tua dan tergantung pada respon atau pilihan orang tua. Tentu saja pasangan merasa tidak dihargai karena selalu berada di bawah bayang-bayang mertuanya. Pasangan merasa posisinya hanya sebagai pelengkap yang tidak signifikan dalam menentukan arah kehidupan keluarga.

Pada beberapa kasus, ketergantungan tersebut bersifat dua arah. Artinya, anak menjadi sumber sense of self dari orang tua (karena keberadaan anak membuat dirinya merasa berguna, dibutuhkan, berarti), sehingga orang tua ingin terus berperan sebagai orang tua yang menentukan kehidupan sang anak meskipun sang anak telah dewasa dan berkeluarga. Bisa jadi, orang tua itu pun sejak anaknya masih kecil, menanamkan pengertian dan sikap-sikap yang menstimulasi ketergantungan anak terhadap orang tua. Salah satunya, orang tua yang over-protective dan terlalu dominan, malah menimbulkan rasa kurang percaya diri dan kemandirian pada anak. Anak akan memandang bahwa dirinya tidak dapat berbuat apa-apa tanpa orang tua, dan anak bukan siapa-siapa tanpa orang tuanya.


Kenali Diri Sendiri

Melihat hal-hal di atas, maka amatlah disarankan bagi mereka yang akan menikah, untuk benar-benar mempelajari dinamika yang terjadi pada diri sendiri, kepribadian diri, sifat, karakter, kecenderungan positif maupun negatif, motivasi dalam mencari suami/istri, prioritas dan kebutuhan dalam hidup. Pelajarilah hubungan antara diri sendiri dengan orang tua, dan temukan "manakah dari hubungan dengan orang tua yang tidak ingin diulangi/terulang dalam kehidupan perkawinan di masa mendatang. Pelajari kesalahan-kesalahan atau kekeliruan yang tanpa sadar dilakukan orang tua di masa yang lalu, baik dalam memelihara kehidupan perkawinan, maupun dalam mengasuh dan membesarkan anak. Seringkali orang baru menyadari setelah bertahun-tahun, bahwa ternyata kehidupan perkawinannya hampir sama dengan kehidupan perkawinan orang tuanya. Dan, pasangan yang dipilih, mempunyai kesamaan karakteristik dengan salah satu figur orang tuanya. Jika hal ini berakibat positif "tentunya tidak menjadi masalah. Namun, yang lebih sering terjadi justru yang sebaliknya. Oleh sebab itu, orang merasa hidup dalam "kesusahan dan penderitaan" yang tiada akhir; padahal, semua itu dimulai oleh dirinya serta berdasarkan pilihan dan tindakan dirinya sendiri.


Bagi Anda yang akan maupun sudah menikah: mempelajari dan meneliti diri sendiri, memang lebih sulit dari meneliti orang lain. Namun, jika sudah mampu melihat kenyataan diri, maka orang akan lebih mampu bersikap bijaksana terhadap orang lain, termasuk pada pasangan. Ia akan melihat, mengapa dan bagaimana keadaan internal dalam dirinya bisa berpengaruh terhadap pasangan dan terhadap hubungan antara keduanya. Jadi, jika terjadi masalah, tidak langsung menyalahkan pasangan, melainkan introspeksi ke dalam dulu. Jika seseorang merasa pasangannya kurang memperhatikan, cobalah telaah, apakah keadaan itu riil atau kah cermin dari adanya kebutuhan dan kehausan akan perhatian? Apakah ada bentuk ketergantungan yang bersifat kekanak-kanakan, yang diharapkan dapat dipenuh oleh pasangan? Apakah tuntutan yang ada realistis, atau karena merasa ketakutan dan tidak aman terhadap hubungan itu sendiri (takut pasangan tidak setia, takut ditinggalkan, takut diabaikan, takut tidak diperhatikan). Melalui mekanisme tersebut, maka sebuah perkawinan dapat bertumbuh dengan lebih sehat "karena kedua belah pihak, mau melepaskan diri dari masa lalu dan belajar dari kesalahan untuk membangun kehidupan dan keluarga yang mandiri di masa sekarang ini.

Sebagai penutup, ada satu hal yang tidak kalah pentingnya, seperti yang dikatakan oleh Rice, penulis buku "Intimate Relationship, Marriages and Families" (1990):

After marriage, the primary loyalty of a husband and wife should be to one another, rather than to parents, or else the primary relationship is weakened by conflicting loyalties and by the interference of parents

Friday, June 1, 2012

Gaya Jabat Tangan


Ternyata jabat tangan yang kerap anda lakukan dengan partner bisnis atau klien baru, bukan sekedar formalitas pertemuan. Tapi jabat tangan mengandung arti tersendiri. Konon, cara dan gaya anda berjabatan tangan mencerminkan kadar keprofesionalan anda dalam bekerja, sekaligus menunjukkan sifat keseharian anda. Nah, di bawah ini adalah gaya dan cara berjabat tangan beserta artinya, menurut Linda Philips dalam bukunya 'The Concise Guide to Executive Etiquette':

* Gaya kuat
Jabat tangan ini dilakukan dengan cara menggenggam erat dan keras tangan seseorang seolah anda menguasai seluruh telapak tangannya. Karena kerasnya, kadang lawan jabat tangan anda akan merasa sakit akibat tekanan yang cukup kuat. Gaya bersalaman seperti ini menunjukkan bahwa anda kurang memahami kinerja yang profesional. Anda cenderung ambisius dan ingin mencapai sesuatu dengan jalan pintas. Dan parahnya dalam kehidupan sosialisasi anda lebih sering bersikap egois dan mementingkan diri sendiri. Hingga tak heran jika anda jarang memiliki teman bergaul.

* Gaya dua tangan
Gaya yang satu ini dilakukan dengan cara menggenggam tangan lawan dengan kedua tangan anda. Gaya ini sangat tidak dianjurkan jika anda berjabat tangan dengan orang yang baru anda kenal. Karena gaya ini mencerminkan anda bermuka dua dan terkesan 'cari muka'. Anda juga pandai menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Walau sebenarnya anda tidak suka pada seseorang tapi anda bisa bersikap sangat ramah pada orang yang tidak anda sukai.

* Gaya ngambang
Jabat tangan ini dilakukan selintas dengan menyentuh tangan klien atau lawan bicara. Tak ada kesan erat sama sekali pada jabat tangan seperti ini. Jabat tangan ini menandakan bahwa anda sama sekali tidak berminat pada orang yang baru anda kenal. Hal ini juga menunjukkan bahwa anda pribadi yang tidak percaya diri, acuh dan sama sekali tidak meyakinkan. Biasanya tipe ini juga lemah dan malas mempelajari hal-hal yang baru.

* Gaya genit
Gaya ini dilakukan dengan menjabat erat tangan seseorang tetapi diselingi dengan menggelitik telapak tangannya dengan ujung jari. Umumnya cara ini dilakukan jika berjabat tangan dengan lawan jenis. Hal ini menunjukkan bahwa anda pribadi yang suka menghalalkan segala cara demi tercapainya keinginan anda. Terlebih jika berkaitan dengan bisnis. Gaya ini juga menandakan bahwa anda mudah terpesona oleh hal-hal yang bersifat lahir atau fisik. Gaya profesional Gaya ini dilakukan dengan cara meletakkan ibu jari (jempol) di atas tangan lawan jabat tangan anda. Sedangkan jari-jari lainnya anda lekatkan di telapak tangannya. Tekanan jabat tangan ini cukup erat tapi tidak terlalu menekan dan tidak sampai menyakiti. Lamanya jabat tangan ini hanya sekitar tiga detik. Gaya ini merupakan cara yang paling dianjurkan jika anda bersalaman dengan orang yang baru anda kenal atau dengan klien yang anda jumpai setelah lama tidak bertemu. Karena gaya ini menunjukkan bahwa anda
pribadi yang hangat, profesional, dan positive thinking. \n Nah bagaimana dengan gaya bersalaman anda? Apakah gaya bersalaman anda selama ini sudah mencerminkan profesionalisme? Jika belum, segera perbaiki gaya jabat tangan anda sebelum orang menilai negatif diri anda.

* Gaya profesional
Gaya ini dilakukan dengan cara meletakkan ibu jari (jempol) di atas tangan lawan jabat tangan anda. Sedangkan jari-jari lainnya anda lekatkan di telapak tangannya. Tekanan jabat tangan ini cukup erat tapi tidak terlalu menekan dan tidak sampai menyakiti. Lamanya jabat tangan ini hanya sekitar tiga detik. Gaya ini merupakan cara yang paling dianjurkan jika anda bersalaman dengan orang yang baru anda kenal atau dengan klien yang anda jumpai setelah lama tidak bertemu. Karena gaya ini menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat, profesional, dan positive thinking.

Nah bagaimana dengan gaya bersalaman anda? Apakah gaya bersalaman anda selama ini sudah mencerminkan profesionalisme? Jika belum, segera perbaiki gaya jabat tangan anda sebelum orang menilai negatif diri anda.

Friday, May 18, 2012

6 Indikasi Awal Kecanduan Seks


Ilustrasi pasangan yang bercinta.
Ilustrasi pasangan yang bercinta. (sumber: visualphotos)
Sulit berkonsentrasi, menyakiti orang lain berkait seksual, dan lainnya.

Menurut Patrick Carnes, Executive Director dari program kecanduan seks di Pine Grove Behavioral Center di Hattiesburg, Mississippi, AS, setidaknya ada 6 hal yang menjadi indikasi awal seseorang kecanduan seks, yakni:

Pikiran sering teralihkan ke topik seks hingga mengganggu konsentrasi harian
Selalu memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan seks. Cenderung sulit berkonsentrasi dalam waktu lama karena sering kembali ke hal-hal yang berhubungan dengan seks.

Ada yang disembunyikan
Memiliki kecenderungan kelakuan seksual yang berbeda dari kebanyakan orang dan cenderung ingin ditutupi.

Perawatan
Pernah berpikiran untuk mencari bantuan atas kelakuan seksual yang malu untuk diungkap itu.

Selanjutnya baca :
6 Indikasi Awal Kecanduan Seks | Love-and-sex | Beritasatu.com



Iklanku :
Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :