Saturday, October 4, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 4)

Posted on January 7, 2012 by mahasiswa
Obat-obatan tradisional digunakan kembali oleh masyarakat sebagai salah satu alternative pengobatan. Selain harganya yang relative murah, tidak memiliki efek samping jika penggunaanya sesuai anjuran, tanaman obat juga efektif untuk penyembuhan penyakit tertentu yang sulit disembuhkan dengan pengibatan modern, seperti kanker, tuor, dan lain-lain (Khalifah, 2010). Bahan –bahan alami murni memimiliki efek samping, tingkat bahaya dan resik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan obat kimia. Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai penyakit. Di Negara Eropa mupu  Amerika, tanaman ini cukup dikeenal, tetapi para ahli disana bellum tertarik untuk meneliti serius dan mendalam, padahal beragam khasiat sebagai obat telah diakui (Manoi, 2009). Bagian dari tanaman binahong hampir semuanya dapat dimanfaatkan mulai dari batang, akar, bunga, dan daun, tetapi yang paling sering dimanfaatkan untuk kesehatan atau sebagai obat herbal adalah bagian daun (Rochani, 2009).
1.       1. Deskripsi Binahong
Binahong mempunyai nama latin Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Sedangkan sinonim dari binahong sendiri ada 3 nama latin yaitu Boussingaultia gracilis, Miers Boussingaultia cordifolia, dan Boussingaultia basselloides. Binahong juga mempunyai nama umum dari berbagai negara. Di negara Cina binahong dikenal dengan nama teng san chi, sedangkan di Inggris nama umum dari binahong yaitu heartleaf madeiravine atau Madeira vine. Binahong berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang ± 5 m, berbatang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun dari binahong berjenis tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 – 10 cm, lebar 3 – 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bias dimakan. Binahong mempunyai jenis bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, munc ul di ketiak daun, mahkta berwarna krem keputihputihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 – 1 cm, berbau harum . Akarnya berbentuk rimpang, berdaging lunak. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tumbuhan  yang diduga berasal dari Australia, Afrika Selatan, Hawaii, New Zealand dan Pulau Pasifik lainnya. Tumbuhan ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, biasanya secara generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetative melalui akar rimpangnya (Pink, 2004). Berikut merupakan klasifikasi tanaman binahong (Jacobson, 2007):
Kingdom             : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom         : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio         : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio                  : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas                    : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas              : Hamamelidae
Ordo                     : Caryophyllales
Familia                : Basellaceae
Genus                   : Anredera
Spesies                : Anredera cordifolia (Ten.) Steenis

1.       2. Kandungan Binahong
Berdasarkan hasil penelitian, daun binahong mengandung saponin, alkaloid dan polifenol. Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun. Penyarian
senyawa saponin akan memberikan hasil yang lebih baik sebagai antibakteri jika menggunakan pelarut polar seperti etanol 70% . Pada hidrolisis, saponin menghasilkan aglikon yang disebut sapogenin (sebagai kortison). Berdasarkan  strukturnya, saponin ada dua yaitu steroid dan triterpenoid. Saponin steroid terdapat dalam tumbuhan monokotil, dan saponin triterpenoid terdapat dalam tumbuhan dikotil. Saponin memacu pembentukan kolagen, yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka (Andersen and Markham, 2006).
Alkaloid, sekitar 5500 telah diketahui, merupakan golongan zat tumbuhan sekunder terbesar. Alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan, sebagai bagian dari sistem siklik. Alkaloid sering kali beracun bagi manusia dan yang mempunyai kegiatan fisiologi yang menonjol, jadi digunakan secara luas dalam bidang pengobatan. Alkaloid biasanya tak berwarna, sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar. Polifenol merupakan senyawa dengan inti benzene lebih dari satu. Polifenol mudah larut dalam air karena bersifat polar. Polifenol dapat dideteksi dengan penambahan besi (III) klorida dan uji daya reduksi, yaitu dengan penambahan Fehling A dan Fehling B pada ekstrak sehingga membentuk endapan merah bata (Anonim, 2009).
1.       3. Khasiat
Tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) berkhasiat sebagai obat batuk atau muntah darah, radang paru-paru, kencing manis, sesak nafas, borok akut yang menahun, darah rendah, radang ginjal, gejala liver, disentri, hidung mimisan, habis bedah operasi, luka bakar, luka akibat benda tajam, jerawat, usus bengkak, gusi berdarah, kurang nafsu makan, melancarkan haid, haid habis bersalin (melahirkan), menjaga stamina tubuh agar tetap sehat, penghangat badan, dan lemah syahwat, juga antibakteri. Khasiat utama tanaman Binahong yaitu sebagai berikut (Anonim, 2009):
1. Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, setelah melahirkan, khitan, bermacam luka dalam, luka luar dan radang usus.
2. Melancarkan, menormalkan peredaran dan tekanan darah.
3. Mencegah stroke, maag dan asam urat.
4. Menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh.
5. Wasir (ambeien).
6. Melancarkan buang air kecil dan buang air besar.
7. Diabetes.
Khasiat tambahan dari tanaman Binahong yaitu :
1. Sariawan berat.
2. Pusing.
3. Sakit perut.
Menurut Candra Wijaya khasiat utama dari tanaman Binahong yaitu :
1. Menyembuhkan luka dalam dan luka luar seperti baru operasi,typhus, radang usus, maag dan wasir ( ambeien).
2. Pembengkakan dan pembekuan darah.
3. Memulihkan kondisi lemah setelah sakit.
4. Rhematik, luka memar (akibat benturan, terpukul atau terkilir).
5. Mencegah stroke.
1.       4. Cara Penggunaan Tanaman Binahong
Cara penggunaan tanaman Binahong yaitu sebagai berikut (Anonim, 2009):
1.       Binahong sangat baik untuk penambah stamina serta mencegah stroke dan asam urat. Daun dan batangnya dapat juga ditumbuk halus, kemudian dioleskan pada bagian yang sakit. Bahan ini dapat menyembuhkan memar karena terpukul, terkena api, pegal linu, nyeri urat, dan menghaluskan kulit. Untuk pemakaian dalam, ambil umbi binahong secukupnya. Cuci bersih, lalu direbus. Saring airnya dan minum 2-3 kali per hari untuk menyembuhkan luka bekas operasi, mag, dan tifus.
2. Solusi Sehat Mencegah dan Mengatasi Kanker :
Untuk mengobati penyakit kanker yaitu dengan cara sediakan 30 gr daun binahong kering dan 1 liter air kemudian rebus daun binahong tersebut dengan 1 liter air hingga tersisa 600 ml air. Air tersebut diminum 3 kali sehari, masing-masing takaran sebanyak 200 ml.
3. Cara paling mudah penggunaan binahong adalah dengan merebusnya atau sebagai campuran pada makanan seperti mie atau dimakan langsung sebagai lalapan. Dari bahan segar dapat digunakan umbi yang baru diambil. Pemakaian secara oral dapat diramu sebagai berikut : umbi binahong sebanyak tiga potong, dengan ukuran kurang lebih 2 – 3 cm, dicuci bersih dengan air, kemudian direbus dengan 5 gelas, setelah dingin disaring dan hasilnya diminum 2 – 3 kali sehari. Cara ini untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, typus, disentri, mencegah stroke, asam urat dan sakit pinggang, untuk vitalitas tubuh ditambah telur dan madu.
4. Untuk pemakaian luar, daun dan batang ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang sakit, memar karena terpukul, kena api, rheumatik, pegal linu, nyeri urat, dan menghaluskan kulit. Daun binahong dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus kemudian dioleskan atau dibalur pada seluruh tubuh bayi, akan menurunkan panas tinggi. Lebih baik lagi apabila ibunya meminum jus daun binahong, ini akan lebih cepat untuk penyembuhan bayi.
5. Kandungan dan Efek Farmakologis Binahong
Kandungan tanaman binahong masih belum banyak diketahui. Namun berdasarkan manfaat dan efek farmakologisnya jika dikonsumsi, binahong diduga memiliki kandungan antioksidan dan antivirus yang cukup tinggi. Setiap tanaman akan memproduksi bermacam-macam senyawa kimia untuk tujuan tertentu. Senyawa kimia ini lebih banyak fungsinya untuk bersaing dengan mahluk hidup lainnya. Senyawa ini disebut dengan metabolit sekunder. Untuk mengungkapkan ada apa dibalik khasiat tanaman binahong maka perlu dilakukan penelitian lebih jauh mengenai kandungan senyawa aktif. Dari hasil penelitian dinyatakan bahwa pada kultur in vitro daun binahong terkandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin (Hidayati, 2009).
Kandungan kimia, Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, kemampuan binahong untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit ini berkaitan erat dengan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya seperti flavonoid. Flavonoid dapat berperan langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Alkaloid memiliki aktivitas hipoglikemik. Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometric membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Sedangkan saponin dapat menurunkan kolesterol, mempunyai sifat sebagai antioksidan, antivirus dan anti karsinogenik dan manipulator fermentasi rumen. Berdasarkan penelitian, binahong sangat baik untuk revitalisasi kulit, memberi stamina ekstra, melancarkan peredaran darah, mencegah stroke, dan asam urat. Selain itu, mengkonsumsi binahong mampu meningkatkan vitalitas pria, mengatasi pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah, dan menyembuhkan luka (Puryanto, 2009).


DAFTAR PUSTAKA
Andersen. A. and Markham K.R. 2006. Flavonoids : chemistry, biochemistry, and applications. London: CRC Press. pp. 454.
Anonim. 2009. Pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik. http://www.pom.go.id. Diakses 05 Januari 2011.
Hidayati, I.W. 2009. Uji Aktifitas Salep Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) sebagai Penyembuh Luka Bakar pada Kulit Punggung Kelinci. Skripsi. Surakarta: Fakutas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Jacobson A.L. 2007. Plants of The Month, Madeira Vein; Anredera cordifolia. http://www.arthurleej.com. Diakses 05 Januari 2011.
Manoi, F. 2009. Binahong (Anredera cordifolia) sebagai Obat. Warta penelitian dan pengembangan tanaman industry. Vol. 15 (1):3-5
Mus. 2008. Informasi Spesies Binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. http://www.plantamor.com. Diakses 05 Januari 2011.
Pink A. 2004. Gardening for the Million. Project Gutenberg Literary Archive Foundation. http://www.gutenberg.org. Diakses 05 Januari 2011.
Puryanto, K. 2009. Uji Aktivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) sebagai Penyembuh Luka Bakar pada Kulit Punggung Kelinci. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rochani, N. 2009. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen) terhadap Candida albicans serta skrining fitokimianya”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ditulis Oleh: Laili Rohmiati

No comments:

Post a Comment