Sirih yang bernama latin Piper betle, Linn termasuk
dalam famili Piperaceae. Sirih termasuk jenis tumbuhan merambat dan
bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai
puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak
panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya
berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar
serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan
juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi tua untuk kelengkapan
‘nginang’ (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk ‘nginang’ tersebut adalah daun
sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga (Iptek, 2011).
Sugih tanpa bandha, digdaya tanpa aji2. Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake. -Bocah Gunung Slamet-
Saturday, November 1, 2014
Friday, October 31, 2014
SAWO
Buah Sawo ( Acrhras zapota. L)
Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Indonesia kaya akan beragam jenis buah-buahan, baik jenis buah
asli Indonesia ataupun buah yang berasal dari luar yang dikembangkan di
Indonesia. Sawo yang disebut neesbery atau sapodilas adalah tanaman buah berupa
yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexico dan Hindia Barat.
Friday, October 24, 2014
Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides)
Sisik Naga
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)
Sinonim :
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.
Klasifikasi (plantamor, 2012)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
Uraian :
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri.
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri.
Wednesday, October 15, 2014
Obat Tradisional (bagian 4)
KEMANGI
Kandungan dan Manfaat : Daun kemangi mempunyai daya penenang dan mengeluarkan gas-gas dari
tubuh. Daunnya juga sering dipakai untuk bumbu hidangan daging ataupun ikan.
Kemangi mengandung zat minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, dan lain-lain.Kegunaan :
1. Panu
Segenggam daun kemangi cuci, tumbuk halus. Beri sedikit air kapur sirih. Gosokkan ramuan ini pada kulit yang berpanu. Lakukan ini 2x sehari.2.
Kemangi mengandung zat minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, dan lain-lain.Kegunaan :
1. Panu
Segenggam daun kemangi cuci, tumbuk halus. Beri sedikit air kapur sirih. Gosokkan ramuan ini pada kulit yang berpanu. Lakukan ini 2x sehari.2.
Diare dan Muntah
Daun kemangi secukupnya dimakan sebagai lalapan.
3. Sariawan
50 helai daun kemangi dicuci bersih, kunyah sampai halus selama 2 - 3 menit. Telan. Minum air hangat. Lakukan ini 3x sehari.
4. Bau Nafas, Bau Mulut
Sering-sering makan lalapan daun kemangi, daun kunir, dan daun beluntas.
5. Bau Keringat
Kemangi secukupnya dimakan sebagai lalapan santap malam selama 1 minggu.
Daun kemangi secukupnya dimakan sebagai lalapan.
3. Sariawan
50 helai daun kemangi dicuci bersih, kunyah sampai halus selama 2 - 3 menit. Telan. Minum air hangat. Lakukan ini 3x sehari.
4. Bau Nafas, Bau Mulut
Sering-sering makan lalapan daun kemangi, daun kunir, dan daun beluntas.
5. Bau Keringat
Kemangi secukupnya dimakan sebagai lalapan santap malam selama 1 minggu.
KEMBANG SEPATU
Kandungan dan Manfaat : Seluruh bagian tumbuhan kembang sepatu mengandung zat lemdir
atau mucin dan bunganya berkhasiat memberi rasa sejuk pada kerongkongan dan
rongga pernafasan agar keluar lebih banyak.Kegunaan :
1. Batuk disertai Sesak Nafas
3 bunga kembang sepatu, dicuci bersih, lalu remas-remas. Seduh dengan segelas air. Biarkan semalam di dalam tempat tertutup. Saring. Minum 1x sehari, ½ gelas bersama 1 sendok makan madu.
2. Bronkhitis
Cara I : Cuci, lumatkan, dan rebus 3 kuncup bunga kembang sepatu selama 15 menit. Saring. Minum airnya.
Cara II : 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci, dilumatkan, beri 1 gelas air matang dan sedikit garam. Peras dan saring. Minum 2x sehari, 2 sendok makan
3. Gondok
Akar kembang sepatu dicuci, dilumatkan. Rebus selama + 30 menit. Gunakan untuk mengompres gondok.
4. Sakit Kepala
Segenggam daun kembang sepatu dicuci, direbus selama 30 menit. Gunakan airnya untuk mengompres kepala yang sakit.
5. Sariawan
Segenggam daun kembang sepatu dicuci bersih, rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Saring. Minum airnya
6. Haid Tidak Teratur
3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci, dilumatkan. Beri 1 gelas air matang dan sedikit cuka. Peras. Minum 2 - 3x sehari, masing-masing ½ gelas
7. Mencegah Uban
10 - 15 helai daun kembang sepatu, dicuci, remas-remas sampai keluar lendirnya. Basahkan kulit kepala dan rambut dengan lendir tersebut. Diamkan sampai kering, baru dicuci. Lakukan ini 2x seminggu.
1. Batuk disertai Sesak Nafas
3 bunga kembang sepatu, dicuci bersih, lalu remas-remas. Seduh dengan segelas air. Biarkan semalam di dalam tempat tertutup. Saring. Minum 1x sehari, ½ gelas bersama 1 sendok makan madu.
2. Bronkhitis
Cara I : Cuci, lumatkan, dan rebus 3 kuncup bunga kembang sepatu selama 15 menit. Saring. Minum airnya.
Cara II : 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci, dilumatkan, beri 1 gelas air matang dan sedikit garam. Peras dan saring. Minum 2x sehari, 2 sendok makan
3. Gondok
Akar kembang sepatu dicuci, dilumatkan. Rebus selama + 30 menit. Gunakan untuk mengompres gondok.
4. Sakit Kepala
Segenggam daun kembang sepatu dicuci, direbus selama 30 menit. Gunakan airnya untuk mengompres kepala yang sakit.
5. Sariawan
Segenggam daun kembang sepatu dicuci bersih, rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Saring. Minum airnya
6. Haid Tidak Teratur
3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci, dilumatkan. Beri 1 gelas air matang dan sedikit cuka. Peras. Minum 2 - 3x sehari, masing-masing ½ gelas
7. Mencegah Uban
10 - 15 helai daun kembang sepatu, dicuci, remas-remas sampai keluar lendirnya. Basahkan kulit kepala dan rambut dengan lendir tersebut. Diamkan sampai kering, baru dicuci. Lakukan ini 2x seminggu.
Tuesday, October 14, 2014
Obat Tradisional (bagian 3)
KAMBOJA
Kandungan dan Manfaat : Getah putihnya mengandung damar dan karet, yang mampu
mengontraksikan kulit tanpa menimbulkan rasa sakit. Tumbuhan ini juga
mengandung fuvoplumierin yang mencegah pertumbuhan bakteri. Bunganya berkhasiat
menurunkan panas, menghentikan batuk, meluruhkan air seni. Batangnya
melancarkan buang air besar.
Kulit batang kamboja mengandung senyawa plumerid yang bersifat
racun dan bisa digunakan untuk menyembuhkan tumit yang pecah-pecah.
Catatan : Jangan sampai getah pohon kamboja masuk ke mulut atau kena mata karena dapat merontokkan gigi dan membutakan mata.
Kegunaan :
1. Bengkak
Sepotong kulit pohon kamboja ditumbuk halus, direbus dengan 6 gelas air sampai mendidih. Hangat-hangat rendam bagian tubuh yang bengkak.
2. Borok
Oleskan getah kamboja pada borok yang sudah dicuci dengan air hangat
3. Kutil
Oleskan 1 sendok teh getah pohon kamboja pada kulit beberapa kali selama beberapa hari sampai kutil hilang
5. Mengeluarkan Duri / Beling
Catatan : Jangan sampai getah pohon kamboja masuk ke mulut atau kena mata karena dapat merontokkan gigi dan membutakan mata.
Kegunaan :
1. Bengkak
Sepotong kulit pohon kamboja ditumbuk halus, direbus dengan 6 gelas air sampai mendidih. Hangat-hangat rendam bagian tubuh yang bengkak.
2. Borok
Oleskan getah kamboja pada borok yang sudah dicuci dengan air hangat
3. Kutil
Oleskan 1 sendok teh getah pohon kamboja pada kulit beberapa kali selama beberapa hari sampai kutil hilang
5. Mengeluarkan Duri / Beling
Monday, October 13, 2014
Obat Tradisional (bagian 2)
adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan
digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit.
Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
pemanfaatan tanaman Lidah Buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi
dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.Secara umum,
Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang
mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku
industri.Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat
seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.Selain
itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), Lidah Buaya berkhasiat sebagai
anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di
samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap
serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi
pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.Di
negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini Lidah Buaya juga telah dimanfaatkan
sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
JAMBLANG
Kandungan dan Manfaat : Jamblang mengandung asam galat yang mampu mengerutkan saluran
kencing. Selain itu, kandungan glukosida phytomelin mempercepat penyembuhan
luka. Zat tanin pada biji jamblang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.
Kegunaan :
1. Diabetes
15 biji jamblang ditumbuk halus, lalu direbus dengan 2 gelas air. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
2. Ngompol
7 biji jamblang ditumbuk halus lalu direbus dengan 1 ½ gelas air dan sedikit gula aren. Rebus terus sampai tinggal setengah. Minum ramuan ini sekaligus pada sore hari sampai ngompolnya sembuh.
3. Diare Karena Masuk Angin
6 cm kulit pohon jamblang yang sudah dikeringkan direbus dengan 1 gelas air selama ½ jam. Setelah disaring, diminum 3x sehari.
1. Diabetes
15 biji jamblang ditumbuk halus, lalu direbus dengan 2 gelas air. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
2. Ngompol
7 biji jamblang ditumbuk halus lalu direbus dengan 1 ½ gelas air dan sedikit gula aren. Rebus terus sampai tinggal setengah. Minum ramuan ini sekaligus pada sore hari sampai ngompolnya sembuh.
3. Diare Karena Masuk Angin
6 cm kulit pohon jamblang yang sudah dikeringkan direbus dengan 1 gelas air selama ½ jam. Setelah disaring, diminum 3x sehari.
BAYAM
Kandungan dan Manfaat : Bayam, terutama bayam merah, terkenal mengandung zat besi yang
tinggi yang berkhasiat menambah darah. Selain itu, bayam juga mengandung
vitamin A, B, C, dan K, kalium serta fosfor.
Sunday, October 12, 2014
Obat Tradisional (bagian 1)
Sumber : (Blogdetik.com)
Kencur(Kampferia galanga)
Tanaman ini nyaris tidak berbatang karena hanya daunnya yang nampak tumbuh rapat di atas tanah. Kencur relatif tahan naungan namun tidak tahan kekeringan. Umbinya digunakan sebagai bumbu urap, pecel, dan sayur lainnya. Selain digunakan sebagai jamu, param kocok (penghangat badan) dan dikunyah-kunyah untuk penghilang suara serak seperti yang dilakukan oleh seorang tokoh nasional feminis kita. Perbanyakan dengan menggunakan umbi yang ada mata tunasnya.
Kunci(Gastrochilus panduratum)
Menghasilkan umbi utama yang membengkak (lonjong) dan ditempeli dengan akar panjang yang membengkak pula sehingga mirip deretan kunci yang menggantung. Umbi digunakan sebagai bumbu penyedap atau sebagai jamu.
Tanaman ini nyaris tidak berbatang karena hanya daunnya yang nampak tumbuh rapat di atas tanah. Kencur relatif tahan naungan namun tidak tahan kekeringan. Umbinya digunakan sebagai bumbu urap, pecel, dan sayur lainnya. Selain digunakan sebagai jamu, param kocok (penghangat badan) dan dikunyah-kunyah untuk penghilang suara serak seperti yang dilakukan oleh seorang tokoh nasional feminis kita. Perbanyakan dengan menggunakan umbi yang ada mata tunasnya.
Kunci(Gastrochilus panduratum)
Menghasilkan umbi utama yang membengkak (lonjong) dan ditempeli dengan akar panjang yang membengkak pula sehingga mirip deretan kunci yang menggantung. Umbi digunakan sebagai bumbu penyedap atau sebagai jamu.
Kunyit(Curcuma domestica)
Warna kuning/jingga umbi adalah ciri khasnya. Tanaman kunyit berupa semak dengan tinggi 1-1,5 m, daun agal lebar dan umbi induk yang menghasilkan umbi-umbi cabang di sisi kiri-kanannya. Perbanyakannya cukup mudah, cukup dengan potongan umbi ada mata tunasnya. Relatif tahan naungan dan kekeringan. Umbi digunakan sebagai bumbu masak atau jamu.
Warna kuning/jingga umbi adalah ciri khasnya. Tanaman kunyit berupa semak dengan tinggi 1-1,5 m, daun agal lebar dan umbi induk yang menghasilkan umbi-umbi cabang di sisi kiri-kanannya. Perbanyakannya cukup mudah, cukup dengan potongan umbi ada mata tunasnya. Relatif tahan naungan dan kekeringan. Umbi digunakan sebagai bumbu masak atau jamu.
Thursday, October 9, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 9)
Orthosiphon aristatus
Orthosiphon aristatus atau dikenal dengan nama kumis kucing termasuk tanaman dari famili Lamiaceae/Labiatae. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai manfaat dan kegunaan yang cukup banyak dalam menanggulangi berbagai penyakit. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.Kumis kucing (Melayu – Sumatra), kumis kucing (Sunda), remujung (Jawa), se-salaseyan, songkot koceng (Madura)(Anindita,2007).
Deskripsi Morfologi Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Kumis kucing merupakan terna yang tegak, pada bagian bawah berakar dan berbuku-buku memiliki ketinggian mencapai 2 meter. Batang bersegi empat agak beralur berbulu pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar atau lojong, lanset, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.5mm – 1.5cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7 – 29cm. Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota yang bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7-29 cm, dengan ukuran panjang 13 – 27mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung 10 – 18mm,
Wednesday, October 8, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 8)
Beluntas (Pluchea indica Less.) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Daun beluntas memiliki aktivitas antimikroba terhadap berbagai macam bakteri. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman pagar di halaman rumah penduduk. Pada masyarakat daun beluntas secara tradisional berkhasiat sebagai penurun demam (antipiretik), meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh keringat (diaforetik), dan penyegar (Dalimartha, 1999). Sifat antimikroba daun beluntas telah dilaporkan oleh Purnomo (2001) dan Sumitro (2002).
Beluntas adalah suatu tanaman obat tradisional Indonesia. Tanaman ini memiliki habitat perdu dengan tinggi 1-1,5 m. Batangnya berkayu, bulat, tegak, bercabang, bila masih muda berwarna ungu setelah tua putih kotor. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berbulu halus, panjang 3,8-6,4 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau muda hingga hijau. Bunganya majemuk, mahkota lepas, putik bentuk jarum, panjang ± 6 mm, berwarna hitam kecoklatan, kepala sari berwarna ungu, memiliki dua kepala putik yang berwarna putih atau putih kekuningan. Akar beluntas merupakan akar tunggang dan bercabang (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991).
Tuesday, October 7, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 7)
Mangga (Mangifera indica) merupakan salah satu tumbuhan yang berasal di
daerah Asia tropis dan kini banyak dibudidayakan di
hampir semua belahan dunia. Indonesia merupakan salah satu daerah
endemik bagi mangga. Diversitas mangga yang cukup tinggi
dapat dijadikan bukti bahwa tumbuhan ini memang merupakan
tumbuhan asli Indonesia. Daerah yang memiliki diversitas
mangga cukup tinggi ialah Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan (Bompard
dan Schneel, 1997).
Mangga termasuk tumbuhan yang digemari oleh kebanyakan orang, terutama karena
buahnya. Hampir
semua orang senang mengkonsumsi buah ini. Hanya saja,
tidak banyak yang memanfaatkan buah maupun
bagian lain dari tumbuhan mangga ini sebagai obat,
terutama di
Indonesia yang merupakan daerah asal tanaman ini.
Padahal potensi obat yang terkandung di dalamnya cukup besar.
Menurut Wauthoz, dkk, 2007, ada beberapa negara yang
menggunakan kulit kayu maupun bagian lain dari tanaman mangga
sebagai obat-obatan. Negara-negara tersebut antara lain,
Brazil, Kuba, Gabon, Senegal, Haiti, Republik Afrika, India
dan negara negara lain di Afrika.
Data ini menunjukkan
Monday, October 6, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 6)
Deskripsi Tanaman
Sarang Semut
Tumbuhan Sarang Semut merupakan anggota dari Famili Rubiaceae
dengan 5 genus dan hanya 2 genus yang berasosiasi dengan semut yaitu Myrmecodia
(45 spesies) dan Hydnophytum (26 spesies). Di Sumatra, tumbuhan sarang
semut disebut dengan rumah semut, di Jawa dikenal dengan nama Ulek-ulek Polo,
di Papua (lokon, suhendep, nongon), di Malaysia (periok hantu, peruntak,
sembuku), di Vietnam (ki nan, ki nam gai, ki nam kin). Terdapat dua jenis
tumbuhan sarang semut yang mempunyai manfaat sebagai tanaman obat yaitu jenis
pertama adalah Myrmecodia dengan umbi berlabirin kecil dan memiliki duri
di bagian luar umbi, sedangkan jenis kedua adalah Hydnophytum dengan
umbi berlabirin besar dan tidak terdapat duri di bagian luar umbi. Jenis Myrmecodia
pertama dikenali sebagai tanaman obat dengan spesies bernama Myrmecodia
pendans. Umbi tanaman ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1823. Umbinya
bisa mencapai diameter 25cm dengan tinggi mencapai 45cm (Subroto dan Saputro,
2006).
Klasifikasi dari
tumbuhan sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack.) adalah sebagai
berikut (Plantamor, 2011):
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Rubiales
Famili
: Rubiaceae
Genus
: Hydnophytum
Spesies
: Hydnophytum formicarum Jack.
Kandungan Senyawa
Aktif dalam Tanaman Sarang Semut
Subroto dan Saputro (2006) menyatakan bahwa kandungan zat
berkhasiat dari tumbuhan sarang semut sebagai bahan obat tergantung pada tempat
tumbuh dan usia tumbuhan. Tumbuhan sarang semut yang tumbuh liar di hutan
mengandung lebih banyak zat aktif daripada yang ditanam di pot sebagai tanaman
hias. Beberapa uji menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa
kimia dari golongan flavonoid dan tanin.
Sunday, October 5, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 5)
Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman rempah
yang sejak lama digunakan dalam industri rokok kretek, makanan, minuman dan
obat – obatan. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan tersebut
adalah bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh.
Bunga cengkeh kering mengandung minyak atsiri, fixed oil
(lemak), resin, tannin, protein, cellulosa, pentosan dan mineral. Karbohidrat
terdapat dalam jumlah dua per tiga dari berat bunga. Komponen lain yang paling
banyak adalah minyak atsiri yang jumlahnya bervariasi tergantung dari banyak
faktor diantaranya jenis tanaman, tempat tumbuh dan cara pengolahan
(Purseglove, et al., 1981).
Di samping sebagai sumber bahan penyedap rasa alami, cengkeh
juga mengandung unsur-unsur nutrisi lain seperti : protein, vitamin dan
mineral. Cengkeh mengandung lemak, karbohidrat, dan “food energy” yang cukup tinggi.
Pemisahan kandungan kimia dari serbuk bunga, tangkai bunga dan
daun cengkeh menunjukan bahwa serbuk bunga dan daun cengkeh mengandung saponin,
tannin, alkaloid, glikosida dan flavonoid, sedangkan tangkai bunga cengkeh
mengandung saponin, tannin, glikosida dan flavonoid (Ferdinanti, 2001).
Minyak bunga cengkeh biasa digunakan untuk makanan, minuman dan
parfum, minyak tangkai cengkeh digunakan sebagai substitusi minyak bunga
cengkeh, dan minyak daun cengkeh digunakan sebagai bahan baku untuk isolasi
eugenol dan caryophyllen (Weiss, 1997). Eugenol disamping digunakan
sebagai bahan penambah aroma juga mempunyai sifat
Saturday, October 4, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 4)
Obat-obatan
tradisional digunakan kembali oleh masyarakat sebagai salah satu alternative
pengobatan. Selain harganya yang relative murah, tidak memiliki efek samping
jika penggunaanya sesuai anjuran, tanaman obat juga efektif untuk penyembuhan
penyakit tertentu yang sulit disembuhkan dengan pengibatan modern, seperti
kanker, tuor, dan lain-lain (Khalifah, 2010). Bahan –bahan alami murni memimiliki
efek samping, tingkat bahaya dan resik yang jauh lebih rendah dibandingkan
dengan obat kimia. Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman obat
potensial yang dapat mengatasi berbagai penyakit. Di Negara Eropa mupu
Amerika, tanaman ini cukup dikeenal, tetapi para ahli disana bellum tertarik
untuk meneliti serius dan mendalam, padahal beragam khasiat sebagai obat telah
diakui (Manoi, 2009). Bagian dari tanaman binahong hampir semuanya dapat
dimanfaatkan mulai dari batang, akar, bunga, dan daun, tetapi yang paling
sering dimanfaatkan untuk kesehatan atau sebagai obat herbal adalah bagian daun
(Rochani, 2009).
1.
1.
Deskripsi Binahong
Binahong mempunyai
nama latin Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Sedangkan sinonim dari
binahong sendiri ada 3 nama latin yaitu Boussingaultia gracilis, Miers Boussingaultia
cordifolia, dan Boussingaultia basselloides. Binahong juga mempunyai
nama umum dari berbagai negara. Di negara Cina binahong dikenal dengan nama
teng san chi, sedangkan di Inggris nama umum dari binahong yaitu heartleaf
madeiravine atau Madeira vine. Binahong berupa tumbuhan menjalar, berumur
panjang (perenial), bisa mencapai panjang ± 5 m, berbatang lunak,
silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan
halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk
tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun dari binahong berjenis tunggal,
bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna
hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 – 10 cm, lebar 3 – 7 cm,
helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus),
tepi rata, permukaan licin, bias dimakan. Binahong mempunyai jenis bunga
majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, munc ul di ketiak daun, mahkta
berwarna krem keputihputihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang
helai mahkota 0,5 – 1 cm, berbau harum . Akarnya berbentuk rimpang, berdaging
lunak. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan
tumbuhan yang diduga berasal dari Australia, Afrika Selatan, Hawaii, New
Zealand dan Pulau Pasifik lainnya. Tumbuhan ini mudah tumbuh di dataran rendah
maupun dataran tinggi, biasanya secara generatif (biji), namun lebih sering
berkembang atau dikembangbiakan secara vegetative melalui akar rimpangnya
(Pink, 2004). Berikut merupakan klasifikasi tanaman binahong (Jacobson, 2007):
Kingdom
: Plantae
(tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio
: Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio
: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas
:
Hamamelidae
Ordo
:
Caryophyllales
Familia
: Basellaceae
Genus
: Anredera
Spesies
: Anredera
cordifolia (Ten.) Steenis
1.
2.
Kandungan Binahong
Berdasarkan hasil
penelitian, daun binahong mengandung saponin, alkaloid dan polifenol. Saponin
merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun. Penyarian
Friday, October 3, 2014
Menguasai Ilmu Pengetahuan, Menguasai Dunia
Oleh: AnneAhira.com
Content Team
Pernahkan
Anda menyadari bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian ilmu pengetahuan
yang harus dikuasai? Ada banyak hal dalam kehidupan yang harus dihadapi dan
selanjutnya dipecahkan sebagai wujud tanggung jawab Anda terhadap kehidupan.
Dan,
karena keterbatasan yang dimiliki, maka Anda harus terus berusaha untuk dapat
menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Hal tersebut karena ilmu pengetahuan
menjadi kunci untuk dapat menghadapi kehidupan
dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalami kesulitan karenanya.
Ilmu
adalah sebuah cara yang dipakai untuk mempelajari suatu aspek agar Anda dapat
memahami dan selanjutnya menguasainya sebagai kompetensi diri. Sementara
pengetahuan adalah segala hal yang menjadikan Anda mengetahui seluk beluk
aspek kehidupan. Dengan demikian Anda dapat mengartikan secara bebas bahwa ilmu
pengetahuan adalah cara yang di pakai untuk mempelajari segala sesuatu yang ada
dalam aspek kehidupan.
Untuk
menguasai semua itu, maka salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah
dengan menempuh pendidikan atau mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran.
Dan, proses tersebut diikuti pada institusi in formal maupun formal serta non
formal. In formal berarti di lingkungan keluarga, formal berarti di lingkungan
sekolah, dan non formal berarti di lingkungan masyarakat. Berbagai ilmu
pengetahuan dapat diperoleh dari ketiga proses tersebut, di rumah, di sekolah, dan di
masyarakat.
Pendidikan
Formal Sebagai Harapan Utama
Pendidikan
formal memang pendidikan yang secara resmi diselenggarakan dan mendapatkan
pengakuan masyarakat
luas. Dengan mengikuti proses pendidikan formal, maka diharapkan Anda dapat
mempunyai kompetensi yang layak diabdikan untuk masyarakat.
Pada
sisi lainnya, eksistensi pendidikan formal memang sedemikian rupa sehingga
selanjutnya hasil proses pendidikannya dapat dijadikan sebagai branding self
setiap peserta didik. Dengan segala bekal yang didapat dari proses pendidikan
formal, baik nilai sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan.
Aspek dasar inilah yang didapatkan dari proses pendidikan formal di sekolah.
Karena
eksistensi pendidikan formal yang sedemikian rupa, maka masyarakat selalu mengirimkan
anak-anaknya untuk mengikuti proses yang ada. Apalagi pola pemikiran bangsa
yang masih berorientasi pada selembar kertas yang bernama ijasah.
Untuk
dapat bekerja dengan baik, diharuskan mempunyai ijasah, yaitu bukti bahwa telah
berhasil mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran
serta mendapatkan ilmu pengetahuan yang layak. Tanpa adanya ijasah, jangan
harap mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak di negeri ini.
Bahkan,
dengan keterampilan yang dimiliki, walaupun sudah sangat ahli jika tidak
didampingi dengan ijasah dan tidak signifikan dengan keahlian Anda, maka semua
itu tidak ada gunanya. Ijasah sebagai perwujudan penguasaan ilmu pengetahuan
menjadi satu-satunya kelayakan Anda mendapatkan pekerjaan.
Anda
belum dapat mengalihkan orientasi pada keterampilan keahlian yang dimiliki.
Tidak bersekolah, berarti tidak laku untuk lapangan pekerjaan yang ada, kecuali
jika Anda bekerja sendiri, wirausaha.
Mengaplikasikan
Pengetahuan Dengan Skill Prima
Kenyataan
dalam kehidupan memang sangat menyakitkan, dimana harus mengikuti pendidikan formal, hanya untuk mendapatkan selembar ijasah agar diakui
sebagai orang yang berkompeten. Kondisi yang sangat tidak adil. Hal ini
mengingat bahwa untuk memenuhi hal tersebut, maka harus mempunyai kondisi yang
benar-benar siap.
Sementara
kita mengetahui bahwa untuk mengikuti proses pendidikan dibutuhkan dana
pembiayaan yang tidak sedikit. Pemenuhan dana pendidikan inilah yang seringkali
menjadi alasan klasik sehingga Anda tidak dapat berkutik dan
mengalah pada keadaan.
Biaya
pendidikan di negeri ini merupakan sebuah kontradiksi berkepanjangan. Pada satu
sisi digembar-gemborkan pendidikan murah, kalau tidak dapat dikatakan gratis,
tetapi di lapangan justru sebaliknya, mahal sekali.
Oleh
karena itulah, Anda perlu mengantisipasi kondisi dengan mempersiapkan diri
sebaik-baiknya agar tidak terjebak pada kondisi yang sangat merugikan. Anda
harus dapat mengkondisikan diri sehingga mempunyai kemampuan sebagaimana yang
diharapkan masyarakat. Ilmu pengetahuan yang di dapatkan, baik secara in
formal, formal, maupun non formal seharusnya di berdayakan dengan
mengaplikasikan keahlian yang Anda miliki.
Akhirnya,
jika Anda dapat menguasai dua aspek dasar ini, maka setidaknya hal tersebut
merupakan satu kemampuan yang sangat berarti bagi eksistensi Anda dalam
kehidupan. Ketika Anda menguasai ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya dengan
keterampilan yang dimiliki, maka pada saat itulah Anda dapat menguasai dunia. Hal tersebut dapat diindikasikan
dari kondisi kehidupan yang lebih baik.
Oleh
karena itulah, belajarlah sebaik mungkin dan imbangi dengan melatih berbagai
keterampilan yang dapat menunjang kemampuan intelektual. Ilmu pengetahuan akan sia-sia jika
tidak diimbangi dengan keterampilan aplikatif.
Manusia
seutuhnya adalah manusia yang menguasai tiga aspek kehidupan dengan dengan
sebaik-baiknya, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka jadilah
manusia-manusia seutuhnya untuk kehidupan yang lebih baik. Jadilah penguasa
dunia melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan aplikatif bagi kehidupan.
Thursday, October 2, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 3)
Sirih yang bernama
latin Piper betle, Linn termasuk dalam famili Piperaceae. Sirih termasuk
jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini
panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai
jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin,
sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan
permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk
keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi
tua untuk kelengkapan ‘nginang’ (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk ‘nginang’
tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga (Iptek,
2011).
Sirih merupakan salah
satu jenis tumbuhan dari famili Piperaceae yang telah dikenal luas sehingga
mempunyai beberapa nama daerah, diantaranya : sireh, suruh (Jawa). Pemanfaatan
sirih yang paling umum adalah sebagai bahan untuk sirih pinang. Bagian tumbuhan
sirih untuk bahan sirih pinang adalah daun (umumnya di Indonesia bagian barat)
dan buah (umumnya di Indonesia bagian timur). Penggunaan buah untuk acara
penyambutan tamu baik diacara resmi atau kekeluargaan dari rumah kerumah.
Bahkan hampir tiap-tiap orang asli bukan pendatang masing-masing membawa atau
mempersiapkan sirih pinang dalam sebuah kantong untuk keperluan bersilahturahmi
antar teman maupun saudara baik pria maupun wanita. Budaya sirih pinang ini
juga dijumpai di NTT maupun di Maluku. Pasti ada manfaat ilmiah yang perlu
dicari kebenaran faktanya dan bukan sekedar budaya atau kearifan lokal.
Tumbuhan dari Genus Piper, seperti Piper nigrum, P. methysticum, P.
auritum dan P. betle telah dikenal sejak lama sebagai komoditi
pertanian untuk rempah, isektisida pada lahan pertanian dan bahan obat-obatan
dengan nilai ekonomi yang tinggi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa jamu
tradisional yang menggunakan serbuk daun sirih/ Piper betle dan cabe
jawa /Piper retrofractum sebagai salah satu penyusunnya mempunyai
tingkat kontaminasi bakteri yang sangat rendah. Hal ini disebabkan karena
adanya sifat antibakteri dan anti jamur dari daun sirih dan buah cabe jawa.
Telah dilaporkan bahwa minyak atsiri yang terkandung dalam daun sirih dan buah
cabe jawa berperan dalam aktifitas sebagai antibakteri dan antiseptic.
Aktivitas tersebut disebabkan adanya kandungan senyawa fenolik bermolekul
rendah ( Rachmat, 2000).
Secara tradisional,
tumbuhan genus Piper memperlihatkan khasiat dan kegunaan yang unik dan
menarik. Buah P. longum biasa digunakan untuk mengobati kejang usus.
Tumbuhan wati atau P. methysticum dapat memberikan efek narkotik dan
bersifat sedatif yang merupakan tradisi adat pada beberapa suku di Propinsi
Papua. Piper aduncum, secara
Wednesday, October 1, 2014
DATA BASE JAMU (bagian 2)
Sisik Naga
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)
Sinonim :
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.
Klasifikasi (plantamor, 2012)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
Uraian :
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di ladang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembab mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, b
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di ladang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembab mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, b
Tuesday, September 30, 2014
DATA BASE JAMU (bagian ke 1)
Buah Sawo ( Acrhras zapota. L)
Divisi : Spermatophyta
(Tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Indonesia kaya akan
beragam jenis buah-buahan, baik jenis buah asli Indonesia ataupun buah yang
berasal dari luar yang dikembangkan di Indonesia. Sawo yang disebut neesbery
atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala (Amerika
Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman sawo telah lama dikenal
dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat dengan ketinggian
1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Tetapi ada daerah-daerah yang cocok
sehingga tanaman sawo dapat berkembang dan berproduksi dengan baik, yaitu dari
dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 m dpl. Citra rasa manis dan
masirnya sawo menjadikan buah ini banyak disukai orang. Dibalik rasa manis dan
masir yang dimiliki buah sawo, buah sawo ini terkandung zat gizi serta manfaat
yang penting bagi kesehatan tubuh manusia.
Tanaman sawo dapat
dicirikan tinggi pohon mencapai 15 – 20 meter, merimbun dan tahan kekeringan.
Kayu pohonnya sangat bagus untuk dibuat ukiran dan harganya mahal. Memiliki
buah kecil-kecil berwarna kuning keungu-unguan, jarang dimakan.
Sawo yang disebut neesbery
atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala
(Amerika Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman sawo
telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat
dengan ketinggian 1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Pengembangan budi
daya sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 areal
penanaman sawo terdapat di 22 propinsi, kecuali N.T.T, Maluku, Irian Jaya, dan
Timor Timur. Provinsi yang termasuk kategori lima besar sentra produsen sawo
pada tahun 1993 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta,
dan Kalimantan Barat.
Habitat Penanaman Buah
Sawo
Iklim
1. Tanaman ini optimal
dibudidayakan pada daerah yang beriklim basah sampai kering.
2. Curah hujan yang
dikehendaki yaitu 12 bulan basah atau 10 bulan basah dengan 2 bulan kering atau
9 bulan basah dengan 3 bulan kering atau 7 bulan basah dengan 5 bulan kering
dan 5 bulan basah dengan 7 bulan kering atau membutuhkan curah hujan 2.000
sampai 3.000 mm/tahun.
3. Tanaman sawo dapat
berkembang baik dengan cukup mendapat sinar matahari namun toleran terhadap
keadaan teduh (naungan).
4. Tanaman sawo tetap
dapat berkembang baik pada suhu antara 22-32 derajat C.
Media Tanam
1. Jenis tanah yang
paling baik untuk tanaman sawo adalah tanah lempung berpasir (latosol) yang
subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. Tetapi hampir
semua jenis tanah yang diginakan untuk pertanian cocok untuk ditanami sawo,
seperti jenis tanah andosol (daerah vulkan), alluvial loams (daerah aliran
sungai), dan loamy soils (tanah berlempung).
2. Derajat keasaman
tanah (pH tanah) yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo adalah antara 6–7.
3. Kedalaman air tanah
yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo, yaitu antara 50 cm sampai 200 cm.
Tanaman sawo dapat hidup
baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai dengan ketinggian 1.200 m
dpl. Tetapi ada daerah-daerah yang cocok sehingga tanaman sawo dapat berkembang
dan berproduksi dengan baik, yaitu dari dataran rendah sampai dengan ketinggian
700 m dpl.
Manfaat dari Buah Sawo
Manfaat tanaman sawo
adalah sebagai makanan buah segar atau bahan makan olahan seperti es krim,
selai, sirup atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Selain itu, Konsumsi
100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap
hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin
C berperan penting dalam metabolisme tembaga. Selain itu, konsumsi vitamin C
dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C
juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang
berfungsi sebagai antioksidan. Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100
g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat
juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya
bagi kesehatan.
Vitamin lain yang
terkandung dalam buah sawo yakni riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A.
Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya
tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu
saluran pencernaan. Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk
digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah sawo tidak dianjurkan bagi
penderita diabetes melitus karena bisa meningkatkan kadar gula darah dengan
cepat. Salah satu keunggulan buah Sawo adalah buah ini baik bagi kesehatan
jantung dan pembuluh darah, hal ini disebabkan Buah sawo merupakan sumber
kalium yang baik. Di sisi lain kandungan Natrium dalam buah ini tergolong
rendah. Perbandingan antara kandungan kalium dan Natrium dalam buah ini sebesar
16 : 1. Selain itu dalam buah sawo, terkandung serat yang cukup tinggi,
sehingga sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare dan
sembelit. Kandungan gula sederhana di dalam sawo juga mampu memulihkan energi
secara cepat. Sawo juga bisa meminimalkan risiko kanker pencernaan, karena buah
ini punya kemampuan mengikat karsinogen di dalam saluran pencernaan.
Komposisi Gizi Buah Sawo
Buah sawo memiliki
kandungan mineral cukup baik. Kandungan kaliumnya,193 mg/100 g. Sawo juga
memiliki kadar natrium, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium
yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh
darah. Selain kaya akan kalium, sawo juga mengandung sejumlah mineral penting lainnya.
Kandungan mineral per
100 gram buah sawo:
Kalsium
……….21 mg
magnesium
……….12 mg
fosfor
……….12 mg
selenium
……….0,6 mg
seng
……….0,1 mg
tembaga
……….0,09 mg
vitamin
C ……….14,7 mg
Metode Pembuatan Sirup
dari Buah Sawo
Adapun buah sawo yang
digunakan untuk pembuatan sirup adalah buah telah masak dan berwarna
kecokelatan, aroma khas (wangi), dan tidak keras. Langkah pertama yang
dilakukan untuk pembuatan sirup adalah siapkan 5 buah sawo kemudian
dicuci bersih. Setelah itu, diblender sampai halus dan disaring. Kemudian,
hasil saringan ditaruh pada panci dan ditambahkan air 500 ml dan gula 100
g dipanaskan diatas kompor. Kemudian ditunggu sampai mendidih dan menjadi
kental. Setelah kental kemudian ditiriskan dan dibiarkan dulu agar dingin baru
dapat dikemas dimasukkan botol.
Pengembangan Budidaya
Buah Sawo
Pengembangan budidaya
sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 areal penanaman
sawo terdapat di 22 propinsi, kecuali N.T.T, Maluku, Irian Jaya, dan Timor
Timur. Provinsi yang termasuk katagori lima besar sentra produsen sawo pada
tahun 1993 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan
Kalimantan Barat. Produksi dan perdagangan mancanegara sawo manila sangat
populer di Asia Tenggara. Data statistik menunjukkan bahwa wilayah Asia
Tenggara merupakan produsen utama buah sawo manila ini. Pada tahun 1987,
Thailand menghasilkan 53.650 ton dari jumlah 18.950 ha, Filipina menghasilkan
11.900 ton dari lahan 4.780 ha, dan Semenanjung Malaysia menghasilkan 15.000
ton dari lahan 1.000 ha.
Gambaran Peluang
Agribisnis
Permintaan buah-buahan
umumnya meningkat dengan makin meningkatnya pendapatan. Hal ini menunjukkan
bahwa pertanaman buah-buahan memberikan keuntungan dan peluang bisnis yang
baik. Beberapa hal yang mendorong usaha pengembangan pertanaman buah-buahan
antara lain sebagai berikut:
a) Harga buah cukup
baik, terutama di kota-kota besar dan jarang mengalami penurunan harga.
b) Makin banyak sarana
perhubungan, maka jalur pemasarannya makin lancar.
c) Adanya pengembangan
industri pengolahan buah-buahan.
d) Sarana teknologi yang
tersedia, misalnya pupuk dan obat-obatan.
Buah sawo di Indonesia
sampai saat ini belum banyak diekspor ke luar negeri. Hasil panennya hanya
mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri saja. Sebenarnya perkembangan produksi
buah sawo cenderung mengalamai peningkatan, tetapisemua itu belum dapat
memenuhi kebutuhan atau permintaan masyarakat. Dengan demikian masih dibutuhkan
investor yang mau menanamkan modalnya untuk perluasan tanaman sawo. Peluang
bisnis buah sawo sangat besar karena konsumsi buah-buahan berkembang dengan
pesatnya. Untuk penduduk DKI Jakarta saja, konsumsi buah pada tahun 1988
sebanyak 8.438 orang dan telah berkembang menjadi 13.745 orang pada tahun 1993.
Apalagi begitu mudahnya menanam sawo dan dapat menghasilkan buah sepanjang
tahun.
Daftar Pustaka
Kantor Deputi
Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi. 2000. Sawo ( Acrhras zapota. L ).
http://www.ristek.go.id.
Rudi. 2011. Buah Sawo
Ternyata Obat Diare. http://www.lensaindonesia.com. diakses tanggal 8 Januari.
2012
Cintaku. 2011.
Manfaat & Kandungan Gizi Buah Sawo. http://cintaku.mywapblog.com. diakses
tanggal 8 Januari. 2012
By : Bio’08_0810913020
Subscribe to:
Comments (Atom)