Sunday, October 5, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 5)

Posted on January 3, 2012 by mahasiswa
Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman rempah yang sejak lama digunakan dalam industri rokok kretek, makanan, minuman dan obat – obatan. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan tersebut adalah bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh.
Bunga cengkeh kering mengandung minyak atsiri, fixed oil (lemak), resin, tannin, protein, cellulosa, pentosan dan mineral. Karbohidrat terdapat dalam jumlah dua per tiga dari berat bunga. Komponen lain yang paling banyak adalah minyak atsiri yang jumlahnya bervariasi tergantung dari banyak faktor diantaranya jenis tanaman, tempat tumbuh dan cara pengolahan (Purseglove, et al., 1981).
Di samping sebagai sumber bahan penyedap rasa alami, cengkeh juga mengandung unsur-unsur nutrisi lain seperti : protein, vitamin dan mineral. Cengkeh mengandung lemak, karbohidrat, dan “food energy” yang cukup tinggi.
Pemisahan kandungan kimia dari serbuk bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh menunjukan bahwa serbuk bunga dan daun cengkeh mengandung saponin, tannin, alkaloid, glikosida dan flavonoid, sedangkan tangkai bunga cengkeh mengandung saponin, tannin, glikosida dan flavonoid (Ferdinanti, 2001).
Minyak bunga cengkeh biasa digunakan untuk makanan, minuman dan parfum, minyak tangkai cengkeh digunakan sebagai substitusi minyak bunga cengkeh, dan minyak daun cengkeh digunakan sebagai bahan baku untuk isolasi eugenol dan caryophyllen (Weiss, 1997). Eugenol disamping digunakan sebagai bahan penambah aroma juga mempunyai sifat

Saturday, October 4, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 4)

Posted on January 7, 2012 by mahasiswa
Obat-obatan tradisional digunakan kembali oleh masyarakat sebagai salah satu alternative pengobatan. Selain harganya yang relative murah, tidak memiliki efek samping jika penggunaanya sesuai anjuran, tanaman obat juga efektif untuk penyembuhan penyakit tertentu yang sulit disembuhkan dengan pengibatan modern, seperti kanker, tuor, dan lain-lain (Khalifah, 2010). Bahan –bahan alami murni memimiliki efek samping, tingkat bahaya dan resik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan obat kimia. Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai penyakit. Di Negara Eropa mupu  Amerika, tanaman ini cukup dikeenal, tetapi para ahli disana bellum tertarik untuk meneliti serius dan mendalam, padahal beragam khasiat sebagai obat telah diakui (Manoi, 2009). Bagian dari tanaman binahong hampir semuanya dapat dimanfaatkan mulai dari batang, akar, bunga, dan daun, tetapi yang paling sering dimanfaatkan untuk kesehatan atau sebagai obat herbal adalah bagian daun (Rochani, 2009).
1.       1. Deskripsi Binahong
Binahong mempunyai nama latin Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Sedangkan sinonim dari binahong sendiri ada 3 nama latin yaitu Boussingaultia gracilis, Miers Boussingaultia cordifolia, dan Boussingaultia basselloides. Binahong juga mempunyai nama umum dari berbagai negara. Di negara Cina binahong dikenal dengan nama teng san chi, sedangkan di Inggris nama umum dari binahong yaitu heartleaf madeiravine atau Madeira vine. Binahong berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang ± 5 m, berbatang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun dari binahong berjenis tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 – 10 cm, lebar 3 – 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bias dimakan. Binahong mempunyai jenis bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, munc ul di ketiak daun, mahkta berwarna krem keputihputihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 – 1 cm, berbau harum . Akarnya berbentuk rimpang, berdaging lunak. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tumbuhan  yang diduga berasal dari Australia, Afrika Selatan, Hawaii, New Zealand dan Pulau Pasifik lainnya. Tumbuhan ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, biasanya secara generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetative melalui akar rimpangnya (Pink, 2004). Berikut merupakan klasifikasi tanaman binahong (Jacobson, 2007):
Kingdom             : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom         : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio         : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio                  : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas                    : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas              : Hamamelidae
Ordo                     : Caryophyllales
Familia                : Basellaceae
Genus                   : Anredera
Spesies                : Anredera cordifolia (Ten.) Steenis

1.       2. Kandungan Binahong
Berdasarkan hasil penelitian, daun binahong mengandung saponin, alkaloid dan polifenol. Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun. Penyarian

Friday, October 3, 2014

Menguasai Ilmu Pengetahuan, Menguasai Dunia

Oleh: AnneAhira.com Content Team


Pernahkan Anda menyadari bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian ilmu pengetahuan yang harus dikuasai? Ada banyak hal dalam kehidupan yang harus dihadapi dan selanjutnya dipecahkan sebagai wujud tanggung jawab Anda terhadap kehidupan.
Dan, karena keterbatasan yang dimiliki, maka Anda harus terus berusaha untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Hal tersebut karena ilmu pengetahuan menjadi kunci untuk dapat menghadapi kehidupan dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalami kesulitan karenanya.
Ilmu adalah sebuah cara yang dipakai untuk mempelajari suatu aspek agar Anda dapat memahami dan selanjutnya menguasainya sebagai kompetensi diri. Sementara pengetahuan adalah segala hal yang menjadikan Anda mengetahui seluk beluk aspek kehidupan. Dengan demikian Anda dapat mengartikan secara bebas bahwa ilmu pengetahuan adalah cara yang di pakai untuk mempelajari segala sesuatu yang ada dalam aspek kehidupan.
Untuk menguasai semua itu, maka salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan menempuh pendidikan atau mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dan, proses tersebut diikuti pada institusi in formal maupun formal serta non formal. In formal berarti di lingkungan keluarga, formal berarti di lingkungan sekolah, dan non formal berarti di lingkungan masyarakat. Berbagai ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari ketiga proses tersebut, di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
Pendidikan Formal Sebagai Harapan Utama
Pendidikan formal memang pendidikan yang secara resmi diselenggarakan dan mendapatkan pengakuan masyarakat luas. Dengan mengikuti proses pendidikan formal, maka diharapkan Anda dapat mempunyai kompetensi yang layak diabdikan untuk masyarakat.
Pada sisi lainnya, eksistensi pendidikan formal memang sedemikian rupa sehingga selanjutnya hasil proses pendidikannya dapat dijadikan sebagai branding self setiap peserta didik. Dengan segala bekal yang didapat dari proses pendidikan formal, baik nilai sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Aspek dasar inilah yang didapatkan dari proses pendidikan formal di sekolah.
Karena eksistensi pendidikan formal yang sedemikian rupa, maka masyarakat selalu mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti proses yang ada. Apalagi pola pemikiran bangsa yang masih berorientasi pada selembar kertas yang bernama ijasah.
Untuk dapat bekerja dengan baik, diharuskan mempunyai ijasah, yaitu bukti bahwa telah berhasil mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran serta mendapatkan ilmu pengetahuan yang layak. Tanpa adanya ijasah, jangan harap mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak di negeri ini.
Bahkan, dengan keterampilan yang dimiliki, walaupun sudah sangat ahli jika tidak didampingi dengan ijasah dan tidak signifikan dengan keahlian Anda, maka semua itu tidak ada gunanya. Ijasah sebagai perwujudan penguasaan ilmu pengetahuan menjadi satu-satunya kelayakan Anda mendapatkan pekerjaan.
Anda belum dapat mengalihkan orientasi pada keterampilan keahlian yang dimiliki. Tidak bersekolah, berarti tidak laku untuk lapangan pekerjaan yang ada, kecuali jika Anda bekerja sendiri, wirausaha.
Mengaplikasikan Pengetahuan Dengan Skill Prima
Kenyataan dalam kehidupan memang sangat menyakitkan, dimana harus mengikuti pendidikan formal, hanya untuk mendapatkan selembar ijasah agar diakui sebagai orang yang berkompeten. Kondisi yang sangat tidak adil. Hal ini mengingat bahwa untuk memenuhi hal tersebut, maka harus mempunyai kondisi yang benar-benar siap.
Sementara kita mengetahui bahwa untuk mengikuti proses pendidikan dibutuhkan dana pembiayaan yang tidak sedikit. Pemenuhan dana pendidikan inilah yang seringkali menjadi alasan klasik sehingga Anda tidak dapat berkutik dan mengalah pada keadaan.
Biaya pendidikan di negeri ini merupakan sebuah kontradiksi berkepanjangan. Pada satu sisi digembar-gemborkan pendidikan murah, kalau tidak dapat dikatakan gratis, tetapi di lapangan justru sebaliknya, mahal sekali.
Oleh karena itulah, Anda perlu mengantisipasi kondisi dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar tidak terjebak pada kondisi yang sangat merugikan. Anda harus dapat mengkondisikan diri sehingga mempunyai kemampuan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Ilmu pengetahuan yang di dapatkan, baik secara in formal, formal, maupun non formal seharusnya di berdayakan dengan mengaplikasikan keahlian yang Anda miliki.
Akhirnya, jika Anda dapat menguasai dua aspek dasar ini, maka setidaknya hal tersebut merupakan satu kemampuan yang sangat berarti bagi eksistensi Anda dalam kehidupan. Ketika Anda menguasai ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya dengan keterampilan yang dimiliki, maka pada saat itulah Anda dapat menguasai dunia. Hal tersebut dapat diindikasikan dari kondisi kehidupan yang lebih baik.
Oleh karena itulah, belajarlah sebaik mungkin dan imbangi dengan melatih berbagai keterampilan yang dapat menunjang kemampuan intelektual. Ilmu pengetahuan akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan keterampilan aplikatif.

Manusia seutuhnya adalah manusia yang menguasai tiga aspek kehidupan dengan dengan sebaik-baiknya, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka jadilah manusia-manusia seutuhnya untuk kehidupan yang lebih baik. Jadilah penguasa dunia melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan aplikatif bagi kehidupan.