Iklanku
:
Ingin kerja sambilan dengan
penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus
uang..
coba aja klik :
e.
Anak dengan Kesulitan Belajar
1. Menurut IDEA dikatakan anak dengan kesulitan belajar
adalah anak yang mengalami gangguan di satu atau lebih proses dasar psikologi
termasuk, memahami dan menggunakan bahasa (verbal dan tulisan), yang berdampak
pada kemampuan mendengar, berfikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja dan
kalkulasi matematika. Termasuk juga gangguan persepsi, kerusakan otak, fungsi
minimal otak, disleksia, dan aphasia. Gangguan-gangguan seperti kehilangan
penglihatan, pendengaran, motorik, keterbelakangan mental, gangguan emosi atau
hambatan secara sosial, ekonomi, dan budaya tidaklah termasuk dalam kategori
kesulitan belajar.
2. Penyebab terjadinya kesulitan belajar pada seorang
anak adalah:
a. Faktor fisiologis, seperti kerusakan otak,
keturunan, dan ketidak seimbangan proses kimia dalam tubuh
b. Faktor lingkungan, gizi yang buruk, keracunan,
kemiskinan
c. Karakteristik dari anak dengan kesulitan belajar
mencakup:
1) Secara kognitif, berkaitan dengan
atensi, persepsi, gangguan memori, proses informasinya.
2) Secara akademik, bermasalah pada
kegiatan membaca, menulis, matematika dan berbahasa verbal
3) Secara sosial dan emosional,
umumnya memiliki harga diri yang rendah karena dianggap sebagai anak yang tidak
mampu. Dengan kesulitannya ini anak menjadi mengganggap dirinya tidak mampu
untuk melakukan sesuatu
4) Secara perilaku, mereka menjadi
sulit untuk mengendalikan gerak tubuhnya, tidak mau duduk diam, berbicara
terus, melakukan agresi fisik dan verbal
d. Proses identifikasi, apabila ditemukan anak dengan ciri-ciri seperti
yang telah diuraikan di atas, maka orangtua atau guru harus segera membawa ke
ahlinya agar mendapat penanganan yang lebih tepat. Semakin dini penanganannya
maka semakin besar kemungkinan anak untuk tumbuh dan bekembang seperti anak
normal pada umumnya.
f.
Anak Berbakat
1. Definisi menurut IDEA adalah anak yang memiliki
kemampuan yang melebihi dari kemampuan orang lain pada umumnya dan mampu untuk
menunjukkan hasil kerja yang sangat tinggi. Keberbakatan ini dapat dilihat dari
berbagai area seperti: kemampuan intelektual secara umum, akademis yang khusus,
berfikir kreatif, kepemimpinan, seni, dan psikomotor. Seorang anak dapat
dikatakan berbakat apabila ia memiliki kemampuan yang diatas rata-rata,
memiliki komitment terhadap tugas yang tinggi dan juga kreatif.
2. Karakteristik yang dimiliki oleh anak
berbakat adalah:
a. Secara kognitif. Secara umum,
anak-anak berbakat memiliki kemampuan dalam memanipulasi dan memahami simbol
abstrak, konsentrasi dan ingatan yang baik, perkembangan bahasa yang lebih awal
dari pada anak-anak seusianya, rasa ingin tahu yang tinggi, minat yang beragam,
lebih suka belajar dan bekerja secara mandiri, serta memunculkan ide-ide yang
original
b. Secara akademis, mereka sangat termotivasi
untuk belajar di area-area dimana menjadi minat mereka. Namun mereka bisa
kehilangan motivasinya apabila dihadapkan pada area yang tidak mereka minati
c. Secara sosial emosional, mereka terlihat
sebagai anak yang idealis, perfeksionis dan kepekaan terhadap rasa keadilan,
peka. Selalu terlihat bersemangat, memiliki komitmen yang tinggi, dan peka
terhadap seni.
3.
Untuk mengetahui keberbakatan seorang anak maka ia harus mengikuti
serangkaian asesmen yang dilakukan oleh psikolog, dan apabila anak tersebut
memang dikategorikan sebagai anak berbakat maka ia harus memperoleh pendidikan
yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya agar dapat berkembang dengan
optimal.
Kesimpulan :
MEMAHAMI
PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS
Dengan memahami bahwa semakin banyak anak
berkebutuhan khusus yang memerlukan penanganan yang tepat dan menyeluruh maka
program inklusi di sekolah-sekolah untuk perlu ditingkatkan.
Program inklusi di sekolah umum, bukanlah sekedar
program dimana sekolah memberikan kesempatan pada anak-anak berkebutuhan khusus
untuk bersekolah bersama namun lebih jauh lagi.
Ketika suatu sekolah menerapkan program inklusi maka
sekolah tersebut haruslah mempersiapkan beberapa hal seperti: lingkungan yang
sangat mendukung, materi-materi untuk beradaptasi, aktifitas-aktifitas yang
disederhanakan, peralatan untuk mempermudah mereka beradaptasi, dukungan dan
kesiapan untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus dari teman sebayanya,
dukungan tidak langsung (pemberian waktu yang lebih lama, pemberian kesempatan yang
lebih banyak dll)
Selain itu sekolah dan orangtua juga mempersiapkan
layanan-layanan yang dapat membantu perkembangan potensi anak seperti
penyediaan terapis okupasi, terapis wicara, fisioterapis.
Yang tidak boleh dilupakan adalah mempersiapkan
orangtua dan anak-anak yang normal di sekolah tersebut untuk dapat menerima
kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus.
Program inklusi ini selain memberikan keuntungan
bagi anak berkebutuhan khusus juga memberikan keuntungan bagi teman-teman
sebayanya (mereka lebih menghargai keragaman orang, dapat memberikan bantuan,
menumbuhkan hubungan yang saling mengasihi), bagi guru (lebih memahami
keragaman dari anak didiknya, memperdalam pengetahuan mengenai anak
berkebutuhan khusus secara profesional, dan ada kepuasan batin), bagi keluarga
(mereka merasa bahwa anaknya diterima dan menjadi bagian dari masyarakat)
Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang
memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda dengan anak secara normal.
Keberadaan mereka yang semakin banyak tentunya memerlukan penanganan yang
tepat. Setiap pendidik anak usia dini tentunya harus memiliki wawasan yang
cukup berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus.
Adapun yang termasuk anak berkebutuhan khusus adalah
anak yang mengalami keterlambatan perkembangan, keterbelakangan mental,
gangguan emosional, gangguan spektrum autis, kesulitan belajar, dan anak
berbakat. Agar anak berkebutuhan khusus dapat berkembang dengan optimal salah
satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengikuti program inklusi di
sekolah normal.
Program inklusi adalah program yang sangat terencana
dan dapat dilakukan oleh sebuah sekolah umum untuk memberikan peluang bagi anak
berkebutuhan khusus berinteraksi dan berkembang dengan optimal.
DAFTAR PUSTAKA
• Friend,
Marilyn. Special Education Contemporary Perspectives for School
Professionals. Boston: Pearson Education, Inc. 2005
• Gould,Patti
and Sullivan, Joyce. The Inclusive Classroom. Beltsville: Gryphon House,
Inc. 1999
• Feeney,
Stephanie et all. Who Am I in the Lives
of Children? Seventh Ed. New Jersey: Pearson Merrill Prentice Hal. 2006