Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :
http://www.tekanini.com/kangmalik001
B. BERBAGAI JENIS ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS
a. Anak dengan Keterlambatan Perkembangan
1. Kehilangan Kemampuan Pendengaran
2. Kehilangan Kemampuan Penglihatan
..............
3 Gangguan Berbicara dan Berbahasa
Menurut IDEA (Individuals with Disabilities Education Act) tahun 1997, gangguan ini mengacu pada gangguan komunikasi seperti gagap, gangguan artikulasi, gangguan bahasa, atau gangguan suara yang berdampak pada hasil pembelajaran seorang anak.
a. Berbahasa dapat diaplikasikan
dalam dua hal yaitu:
1) Bahasa ekspresif mengacu pada
kemampuan individu di dalam menghasilkan suatu bahasa. Misalkan: menyampaikan
isi pikiran atau pendapat secara verbal.
2) Bahasa reseptif mengacu pada
kemampuan individu memahami suatu bahasa. Misalkan: orang yang mengerti bahasa asing tetapi ia
tidak dapat berbicara dalam bahasa asing tersebut.
b. Penyebab terjadinya gangguan
bicara dan berbahasa pada anak dapat dilihat dari berbagai faktor yaitu:
1) Secara biologis, dimana masalah
itu berkaitan dengan susunan saraf pusat atau struktur dan fungsi dari sistem
lain di dalam tubuh. Misalkan: langit-langit mulut yang tidak sempurna, lidah
yang tebal dan pendek.
2) Lingkungan, dimana anak yang
mengalami gangguan ini dikarena mendapat infeksi telinga yang berulang yang
berakibat mengganggu pendengarannya atau sampai membuat ketulian. Hal lain yang
juga berkontribusi adalah penelantaran dan perlakuan salah pada anak.
c. Karakteristik dari anak dengan
gangguan bicara dan berbahasa
1) Secara kognitif mereka dapat
berada dalam rentang tingkat kemampuan kognisi yang tinggi hingga yang
terbelakang.
2) Secara akademik, pada anak usia
dini yang dituntut untuk dapat mengekspresikan hasil pikirannya secara verbal
maka anak akan mengalami kesulitan. Di samping itu anak harus memahami bahasa tersebut yang
kemudian digunakan untuk belajar membaca dan menulis. Diketahui bahwa
keterampilan berbicara dan berbahasa itu akan dipergunakan dalam setiap aspek
kegiatan sekolah, misalnya untuk mempelajari subyek matematika, seni, dan
kesadaran lingkungan bahkan saat istirahatpun akan memerlukan bahasa.
3) Secara sosial emosional, biasanya
anak akan memiliki masalah juga. Terutama berkaitan dengan konsep diri yang
dimilikinya. Apabila lingkungan banyak yang mencemoohkan dirinya maka anak cenderung akan memiliki konsep diri yang
negatif. Ketika anak mengalami kesulitan dalam menyampaikan isi pikirannya
karena penggunaan artikulasi yang salah, menyebabkan orang lain tidak dapat
memahaminya. Keadaan ini membuat anak merasa terisolasi oleh lingkungannya.
4) Tingkah lakunya seringkali tidak
sesuai dengan tuntutan lingkungan. Misalnya anak batita yang kesulitan bicara
ketika keinginannya tidak dapat dimengerti oleh orang lain maka batita tersebut
akan berperilaku agresif dan tingkah laku ini tidak dapat diterima oleh
lingkungannya. Dengan bertambahnya usia dari anak dengan gangguan bicara dan
berbahasa ini apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka ia akan
cenderung untuk menjadi lebih bermasalah dalam berperilaku.
Apabila orangtua atau guru menemukan anak dengan
gangguan bicara dan berbahasa maka mereka harus segera merujuk kepada ahlinya
yaitu dokter Telinga Hidung dan Tenggorokan dan mengikuti terapi yang
disarankan.
4. Gangguan pada Fisik
Gangguan ini biasanya berpengaruh pada gerakan kasar
dan gerakan halus dari seseorang. Gangguan ini bisa bersifat ringan hingga yang
berat.
a. Penyebab dari gangguan fisik ini dapat dibagi
menjadi tiga yaitu:
1) Kelainan bawaan yang menyebabkan terjadinya telapak
kaki rata, jumlah anggota tubuh yang tidak lengkap atau berlebih.
2) Penyakit seperti poliomyelitis, TBC tulang dll
3) Penyebab lain seperti gangguan neurologis dan
lingkungan, yang menyebabkan cerebral palsy, spina bifida, amputasi, retak atau
terbakar)
Cerebral palsy merupakan gangguan pada fisik yang cukup
banyak dikenal orang.
Jenis-jenis dari Cerebral Palsy adalah:
Ø
Spastic
cerebral palsy, dimana kondisi dari otot-otot anak tersebut adalah sangat kaku
sehingga gerakan menjadi tidak wajar
Ø
Athetoid
cerebral palsy, dimana anak tidak mampu untuk mengendalikan gerakan dari
otot-ototnya sehingga seringkali ia akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak
perlu tanpa mampu mengendalikannya.
Ø
Ataxic
cerebral palsy, merupakan gangguan yang jarang dimana keseimbangan dan
koordinasi motoriknya menjadi terganggu.
Ø
Gabungan
dari macam-macam cerebral palsy ini disebut mixed cerebral palsy.
b. Karakteristik anak dengan gangguan fisik.
1) Secara kognitif dan akademik, anak dengan gangguan
fisik akan memiliki fungsi kognitif dengan rentang dari yang rendah hingga yang
tinggi. Sehingga anak-anak yang mengalami gangguan fisik namun memiliki
kemampuan kognitif yang baik maka ia akan dapat berkembang dengan baik, asalkan
gangguan fisiknya dapat ditangani dengan baik. Misalkan anak yang tidak
memiliki kaki yang lengkap namun pintar ia dapat masuk sekolah dimana sekolah
itu memberikan fasilitas yang cukup sehingga anak tersebut tidak memperoleh
kesulitan mengakses kelas dan ruang-ruang lainnya.
2) Secara perilaku, anak dapat terganggu apabila
gangguan yang dimilikinya itu menghambat gerakan, interaksi dengan orang lain.
Sehingga anak perlu mendapat keterampilan untuk mengkomunikasikan apa yang
diinginkan dan diperlukannya
3) Secara emosional, pada umumnya anak dengan gangguan
fisik ini akan memiliki konsep diri yang rendah. Oleh karena itu harus terus
didukung dan dikembangkan konsep diri yang positif pada anak tersebut
4) Secara sosial, anak dengan gangguan fisik sangat
memerlukan bantuan orang lain untuk dapat berinteraksi dengan teman sebayanya.
Mereka memerlukan akses yang sesuai sehingga gangguan fisik yang dimilikinya
tidak terhambat.
5) Secara fisik dan medis, anak dengan gangguan ini
akan memiliki kondisi fisik dan medis yang berbeda dengan anak secara umum dan
memerlukan perhatian yang khusus.
c. Cara mengidentifikasi anak dengan gangguan fisik
adalah dengan melakukan asesmen terhadap kondisi medis dan fungsi fisiknya.
Selain itu perlu juga dilakukan asesment terhadap fungsi intelektual, prestasi
akademik, bahasa dan area-area lain yang terkait. Semua asesmen ini dilakukan
oleh ahlinya.
Apabila telah diketahui kemampuan dan potensi yang
dimiliki oleh anak dengan gangguan fisik ini maka penanganan harus segera
dilakukan sejak dini dan menyeluruh, agar anak dapat berkembang secara optimal.
No comments:
Post a Comment