Sunday, January 20, 2013

Olahraga 2 Jam Usai Makan Makanan Berlemak Kurangi Risiko Sakit Jantung


Iklanku :
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..coba aja klik :
http://www.tekanini.com/kangmalik001
atau
Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik
http://tunjuk.in/1ltr



Sumber : Linda Mayasari - detikHealth
Minggu, 20/01/2013 08:00 WIB

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Ketika Anda makan makanan berlemak, kadar trigliserida dalam darah akan meningkat dan Anda akan lebih berisiko terhadap penyakit jantung. Jika Anda terpaksa makan makanan berlemak tinggi, lakukan olahraga beberapa jam sebelum dan setelahnya untuk mengurangi risiko tersebut.

Tingginya kadar trigliserida atau lemak dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Olahraga secara teratur dapat mengurangi tingkat trigliserida, bahkan olahraga dapat memberi efek perlindungan terhadap risiko penyakit jantung yang meningkat akibat konsumsi makanan berlemak.

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa berolahraga 10 sampai 12 jam sebelum makan makanan yang tinggi lemak adalah cara terbaik untuk mengurangi peningkatan trigliserida. Meskipun berolahraga sesudahnya menunjukkan beberapa manfaat juga.

Keserakahan


(bagian 2)

Iklanku :Beli produk kesehatan dapat bonus uang..coba aja klik :http://www.tekanini.com/kangmalik001atau
Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalikhttp://tunjuk.in/1ltr
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik" target="blank">Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat Internet
Dengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan...!!



Disadur dari sebuah mailing list..

terdahulu : Dengan agak keheranan, Smith berkata, “Sudah tentu mereka bahagia
karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,”
ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa
berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”
karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”
karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.” karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

Keserakahan

(bagian 1)



Iklanku :

Beli produk kesehatan dapat bonus uang..coba aja klik :

http://www.tekanini.com/kangmalik001

atau

Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalikhttp://tunjuk.in/1ltr http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik

" target="blank">
Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat InternetDengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan...!!
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik" target="blank">KLIK DISINI


Disadur dari sebuah mailing list..
Merenung begitu banyak kejahatan yang dilakukan tersistematis yang
dilakukan oleh orang-orang berdasi yang notabene adalah orang yang
berpenghasilan luar biasa, tetapi kenapa seorang yang berpenghasilan
banyak selalu berfikir untuk menambah lagi dan lagi, walau banyak
orang mengakui kebahagian tidak datang dari banyaknya harta yang di
miliki.

Kalau kita renungkan secara mendalam, semua kejahatan yang ada di
dunia ini berasal dari satu kata: keserakahan. Dan, akar keserakahan
adalah pada cara kita memandang hidup ini. Selama kita melihat diri
kita semata-mata makhluk fisik belaka, selama itu pula kita tak dapat
membendung keinginan kita untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.
Betapa banyaknya dalam kehidupan sehari-hari kita melihat orang yang
berpenghasilan biasa-biasa saja, tetapi memiliki harta yang luar biasa
banyaknya.