Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?
http://KomisiVirtual.com/?id=kangmalik
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :
http://www.tekanini.com/kangmalik001
B. BERBAGAI JENIS ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS
a. Anak dengan Keterlambatan Perkembangan
...............................................
b.
Anak dengan Keterbelakangan Mental
American
Association on Mental Retardation mendefinisikan anak dengan keterbelakang
mental adalah anak-anak yang memiliki fungsi intelektual di bawah rata-rata
secara bermakan, terlihat memiliki kesulitan dalam perilaku adaptif yang
dimunculkan melalui kesulitan membuat konsep, keterampilan sosial dan praktik
perilaku adaptif dan terjadi pada rentang usia perkembangannya yaitu di bawah
18 tahun.
1. Penyebab terjadinya keterbelakangan mental ini
terbagi atas:
a. Saat prenatal, biasanya dikarenakan adanya
abnormalitas dari kromosom. Contohnya adalah Down Syndrome, Fragile X Syndrome,
Prader-Willi syndrome, Fetal alcohol syndrome, Phenylketonuria,Toxoplasmosis.
b. Saat Perinatal, biasanya terjadi selama atau
seketika setelah anak lahir. Anak yang lahir prematur dengan berat badan sangat
kecil, kekurangan oksigen pada waktu lahir, penggunaan alat bantu seperti
forcep yang kurang tepat.
c. Post natal, bisa saja ketika selama kehamilan dan
saat kelahiran anak tidak mengalami gangguan apa-apa namun setelah itu anak
terjangkit encephalitis, keracunan timbal dan kerusakan otak maka kondisi ini
dapat menyebabkan terjadinya keterbelakangan mental pada anak.
2. Karakteristik dari anak dengan keterbelakang mental:
a. Secara kognitif anak tersebut sangat berbeda dengan
anak normal, dari penggolongan IQ nya saja mereka dapat dikategorikan sebagai:
Ø
Keterbelakangan
mental ringan (IQ= 55 – 69)
Ø
Keterbelakangan
mental sedang (IQ = 40 -54)
Ø
Keterbelakangan
mental berat (IQ = 25 – 39)
Ø
Keterbelakangan
mental sangat berat (IQ = di bawah 25)
Dengan derajat keterbelakang mental yang berbeda itu
maka tingkatan dari layanan dukungan buat merekapun menjadi berbeda pula (tabel
terlampir). Kemampuan memori, menggeneralisasi,
motivasi, bahasa dan keterampilan akademisnya menjadi terbatas
b. Secara sosial, banyak anak dengan
keterbelakangan mental mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang
lain.
c. Tingkah laku adaptifnyapun ada
mengalami gangguan terutama dalam hal komunikasi, merawat diri sendiri,
keterampilan sosial, kehidupan sehari-hari, menikmati waktu senggang, kesehatan
dan keselamatan, kemampuan mengarahkan diri, fungsi akademis, dan keterlibatan
dimasyarakat
d. Secara emosional, mereka
seringkali terperosok dalam kondisi kesepian, depresi
e. Secara fisik dan medis, biasanya
tidak ada kondisi fisik dan medis yang sangat berbeda dengan anak kebanyakan
3. Proses identifikasi anak dengan
keterbelakangan mental dilakukan dengan asesmen dari fungsi intelektualnya,
tingkah laku adaptif, faktor medis semua ini dilakukan oleh ahlinya dan
kemudian diberikan penanganan yang sesuai.
c.
Anak dengan Gangguan Emosional
Hal-hal
yang perlu diketahu pada anak yang mengalami gangguan emosional adalah :
1. Terjadi dalam
situasi yang
diikuti oleh beberapa karakteristik yang
muncul dalam periode tertentu dan berpengaruh dalam
kehidupan sehari-hari seorang anak seperti:
a. Ketidak mampuan untuk belajar yang tidak dapat
dijelaskan dari faktor intelektual, sensori maupun kesehatan
b. Ketidakmampuan untuk mempertahankan atau membangun
hubungan yang menyenangkan dengan teman sebaya atau dengan guru
c. Berperilaku tipikal atau memiliki perasaan yang
tidak sesuai walau dalam situasi yang normal
d. Secara
umum terlihat depresi atau tidak bahagia
e. Kecenderungan untuk memunculkan simtom fisik atau
ketakutan-ketakutan yang dikaitkan dengan seseorang atau sekolah
2. Penyebab terjadinya gangguan emosional ini berupa:
a. Faktor
biologis
b. Faktor psikososial, seperti stres yang
berkepanjangan, kejadian hidup yang menekan, perlakuan salah pada masa kecil,
fakator keluarga
3. Karakteristik dari anak dengan gangguan emosional
adalah:
a. Secara tingkah laku biasanya mereka tidak berbeda
dengan anak kebanyakan. Namun bisa dilihat dari tingkah laku yang
terinternalisasikan dan tingkah laku yang dieksternalisasikan.
b. Secara emosional, biasanya mereka memiliki
pengalaman kecemasan yang bersumber dari rasa ketakutan yang berlebihan. Ada
depresi yang muncul
c. Secara sosial, ada hambatan dalam mempertahankan
sebuah hubungan dengan orang lain.
d. Secara kognitif akan memiliki rentang kemampuan dari
yang rendah hingga yang tinggi. Namun seringkali gangguan emosinya tersebut
menghambat hasil pembelajarannya.
4. Proses identifikasi anak dengan gangguan emosi
dilakukan dengan asesmen formal dan asesmen di dalam kelas apabila anak tersebut
sudah masuk sekolah. Penanganan dilakukan oleh ahlinya.
d.
Anak dengan Gangguan Spektrum Autis
Akhir-akhir
ini jumlah anak yang mengalami gangguan spektrum autis mengalami peningkatan. Perlu
diketahui beberapa hal tentang gangguan ini yaitu :
1. Anak dengan gangguan spektrum
autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang dimanifestasikan
dalam hambatan komunikasi verbal dan non verbal, masalah pada interaksi sosial,
gerakan yang berulang dan stereotip, sangat terganggu dengan perubahan dari
suatu rutinitas, memberikan respon yang yang tidak sesuai terhadap rangsangan
sensoris.
2. Penyebab terjadinya gangguan
spektrum autis dapat dibagi menjadi:
a. Faktor biologis, seperti DNA, multi genetik
b. Faktor otak, adanya abnormalitas di otak kecil yang mengendalikan koordinasi motorik, kognisi
dan keseimbangan. Bersamaan dengan itu juga ada ditemukan abnormalitas di lobus
frontal (yang mengendalikan fungsi sosial dan kognitif) dan lobus temporal
(untuk memahami ekspresi muka, tanda-tanda sosial dan memori).
c. Faktor lingkungan, seperti penelantaran dari
keluarga ternyata dapat memperburuk kondisi dari anak dengan gangguan spektrum
autis.
d. Faktor imunisasi, dikatakan bahwa ada beberapa
kejadian dimana anak mendapatkan imunisasi MMR menjadi autis.
3. Karakteristik dari anak dengan gangguan spektrum
autistik adalah:
a. Secara kognitif, mereka dapat memiliki kecerdasan
dari tingkat yang rendah hingga di atas rata-rata.
Mereka memiliki ”rote memory” dimana ia akan dapat
dengan mudah mengingat segala sesuatu tanpa memaknainya, sehingga ia akan dapat
mengeluarkan kembali ingatan tersebut dalam konteks yang tidak tepat.
Di dalam memecahkan suatu masalah mereka cenderung
hanya menggunakan satu strategi saja, sehingga tingkat keberhasilannya sangat
rendah terutama untuk hal-hal yang kompleks dan abstrak.
Sangat sulit untuk memotivasi seorang anak dengan
gangguan spektrum autistik hal ini dikarenakan mereka terfokus pada satu hal
saja.
b. Secara sosial emosional, mereka mengalami
kesulitan karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, intonasi
bicara yang sangat datar, mengulang kata-kata yang tidak bermakna, dan
berkomunikasi tanpa mengindahkan konteks sosial.
c. Secara perilaku, anak cenderung hanya
memperhatikan atau merespon pada satu stimulus saja yang bermakna bagi dirinya
sendiri dan tidak mengindahkan hal lain di sekitarnya.
Mereka sering memunculkan tingkahlaku yang sama dan
dilakukan berulang-ulang seperti mengepakkan tangan, bertepuk tangan,
menggoyangkan badan. Sangat sulit bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang baru atau berubah-ubah.
Mengalami kesulitan pada aspek sensoris seperti
auditory dan visual.
4. Proses identifikasi, apabila
ditemukan anak dengan ciri-ciri seperti yang telah diuraikan di atas, maka
orangtua atau guru harus segera membawa ke ahlinya agar mendapat penanganan
yang lebih tepat. Semakin dini penanganannya maka semakin besar kemungkinan
anak untuk tumbuh dan bekembang seperti anak normal pada umumnya.