Friday, October 3, 2014

Menguasai Ilmu Pengetahuan, Menguasai Dunia

Oleh: AnneAhira.com Content Team


Pernahkan Anda menyadari bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian ilmu pengetahuan yang harus dikuasai? Ada banyak hal dalam kehidupan yang harus dihadapi dan selanjutnya dipecahkan sebagai wujud tanggung jawab Anda terhadap kehidupan.
Dan, karena keterbatasan yang dimiliki, maka Anda harus terus berusaha untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Hal tersebut karena ilmu pengetahuan menjadi kunci untuk dapat menghadapi kehidupan dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalami kesulitan karenanya.
Ilmu adalah sebuah cara yang dipakai untuk mempelajari suatu aspek agar Anda dapat memahami dan selanjutnya menguasainya sebagai kompetensi diri. Sementara pengetahuan adalah segala hal yang menjadikan Anda mengetahui seluk beluk aspek kehidupan. Dengan demikian Anda dapat mengartikan secara bebas bahwa ilmu pengetahuan adalah cara yang di pakai untuk mempelajari segala sesuatu yang ada dalam aspek kehidupan.
Untuk menguasai semua itu, maka salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan menempuh pendidikan atau mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dan, proses tersebut diikuti pada institusi in formal maupun formal serta non formal. In formal berarti di lingkungan keluarga, formal berarti di lingkungan sekolah, dan non formal berarti di lingkungan masyarakat. Berbagai ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari ketiga proses tersebut, di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
Pendidikan Formal Sebagai Harapan Utama
Pendidikan formal memang pendidikan yang secara resmi diselenggarakan dan mendapatkan pengakuan masyarakat luas. Dengan mengikuti proses pendidikan formal, maka diharapkan Anda dapat mempunyai kompetensi yang layak diabdikan untuk masyarakat.
Pada sisi lainnya, eksistensi pendidikan formal memang sedemikian rupa sehingga selanjutnya hasil proses pendidikannya dapat dijadikan sebagai branding self setiap peserta didik. Dengan segala bekal yang didapat dari proses pendidikan formal, baik nilai sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Aspek dasar inilah yang didapatkan dari proses pendidikan formal di sekolah.
Karena eksistensi pendidikan formal yang sedemikian rupa, maka masyarakat selalu mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti proses yang ada. Apalagi pola pemikiran bangsa yang masih berorientasi pada selembar kertas yang bernama ijasah.
Untuk dapat bekerja dengan baik, diharuskan mempunyai ijasah, yaitu bukti bahwa telah berhasil mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran serta mendapatkan ilmu pengetahuan yang layak. Tanpa adanya ijasah, jangan harap mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak di negeri ini.
Bahkan, dengan keterampilan yang dimiliki, walaupun sudah sangat ahli jika tidak didampingi dengan ijasah dan tidak signifikan dengan keahlian Anda, maka semua itu tidak ada gunanya. Ijasah sebagai perwujudan penguasaan ilmu pengetahuan menjadi satu-satunya kelayakan Anda mendapatkan pekerjaan.
Anda belum dapat mengalihkan orientasi pada keterampilan keahlian yang dimiliki. Tidak bersekolah, berarti tidak laku untuk lapangan pekerjaan yang ada, kecuali jika Anda bekerja sendiri, wirausaha.
Mengaplikasikan Pengetahuan Dengan Skill Prima
Kenyataan dalam kehidupan memang sangat menyakitkan, dimana harus mengikuti pendidikan formal, hanya untuk mendapatkan selembar ijasah agar diakui sebagai orang yang berkompeten. Kondisi yang sangat tidak adil. Hal ini mengingat bahwa untuk memenuhi hal tersebut, maka harus mempunyai kondisi yang benar-benar siap.
Sementara kita mengetahui bahwa untuk mengikuti proses pendidikan dibutuhkan dana pembiayaan yang tidak sedikit. Pemenuhan dana pendidikan inilah yang seringkali menjadi alasan klasik sehingga Anda tidak dapat berkutik dan mengalah pada keadaan.
Biaya pendidikan di negeri ini merupakan sebuah kontradiksi berkepanjangan. Pada satu sisi digembar-gemborkan pendidikan murah, kalau tidak dapat dikatakan gratis, tetapi di lapangan justru sebaliknya, mahal sekali.
Oleh karena itulah, Anda perlu mengantisipasi kondisi dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar tidak terjebak pada kondisi yang sangat merugikan. Anda harus dapat mengkondisikan diri sehingga mempunyai kemampuan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Ilmu pengetahuan yang di dapatkan, baik secara in formal, formal, maupun non formal seharusnya di berdayakan dengan mengaplikasikan keahlian yang Anda miliki.
Akhirnya, jika Anda dapat menguasai dua aspek dasar ini, maka setidaknya hal tersebut merupakan satu kemampuan yang sangat berarti bagi eksistensi Anda dalam kehidupan. Ketika Anda menguasai ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya dengan keterampilan yang dimiliki, maka pada saat itulah Anda dapat menguasai dunia. Hal tersebut dapat diindikasikan dari kondisi kehidupan yang lebih baik.
Oleh karena itulah, belajarlah sebaik mungkin dan imbangi dengan melatih berbagai keterampilan yang dapat menunjang kemampuan intelektual. Ilmu pengetahuan akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan keterampilan aplikatif.

Manusia seutuhnya adalah manusia yang menguasai tiga aspek kehidupan dengan dengan sebaik-baiknya, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka jadilah manusia-manusia seutuhnya untuk kehidupan yang lebih baik. Jadilah penguasa dunia melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan aplikatif bagi kehidupan.

Thursday, October 2, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 3)

Posted on January 9, 2012 by mahasiswa
Sirih yang bernama latin Piper betle, Linn termasuk dalam famili Piperaceae. Sirih termasuk jenis  tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu  mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi tua untuk kelengkapan ‘nginang’ (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk ‘nginang’ tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga (Iptek, 2011).
Sirih merupakan salah satu jenis tumbuhan dari famili Piperaceae yang telah dikenal luas sehingga mempunyai beberapa nama daerah, diantaranya : sireh, suruh (Jawa). Pemanfaatan sirih yang paling umum adalah sebagai bahan untuk sirih pinang. Bagian tumbuhan sirih untuk bahan sirih pinang adalah daun (umumnya di Indonesia bagian barat) dan buah (umumnya di Indonesia bagian timur). Penggunaan buah untuk acara penyambutan tamu baik diacara resmi atau kekeluargaan dari rumah kerumah. Bahkan hampir tiap-tiap orang asli bukan pendatang masing-masing membawa atau mempersiapkan sirih pinang dalam sebuah kantong untuk keperluan bersilahturahmi antar teman maupun saudara baik pria maupun wanita. Budaya sirih pinang ini juga dijumpai di NTT maupun di Maluku. Pasti ada manfaat ilmiah yang perlu dicari kebenaran faktanya dan bukan sekedar budaya atau kearifan lokal. Tumbuhan dari Genus Piper, seperti Piper nigrum, P. methysticum, P. auritum dan P. betle telah dikenal sejak lama sebagai komoditi pertanian untuk rempah, isektisida pada lahan pertanian dan bahan obat-obatan dengan nilai ekonomi yang tinggi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa jamu tradisional yang menggunakan serbuk daun sirih/ Piper betle dan cabe jawa /Piper retrofractum sebagai salah satu penyusunnya mempunyai tingkat kontaminasi bakteri yang sangat rendah. Hal ini disebabkan karena adanya sifat antibakteri dan anti jamur dari daun sirih dan buah cabe jawa. Telah dilaporkan bahwa minyak atsiri yang terkandung dalam daun sirih dan buah cabe jawa berperan dalam aktifitas sebagai antibakteri dan antiseptic. Aktivitas tersebut disebabkan adanya kandungan senyawa fenolik bermolekul rendah ( Rachmat, 2000).
Secara tradisional, tumbuhan genus Piper memperlihatkan khasiat dan kegunaan yang unik dan menarik. Buah P. longum biasa digunakan untuk mengobati kejang usus. Tumbuhan wati atau P. methysticum dapat memberikan efek narkotik dan bersifat sedatif yang merupakan tradisi adat pada beberapa suku di Propinsi Papua. Piper aduncum, secara

Wednesday, October 1, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 2)

Sisik Naga
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)
Sinonim :
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.
Klasifikasi (plantamor, 2012)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
Uraian :
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di ladang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembab mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, b