Thursday, October 2, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 3)

Posted on January 9, 2012 by mahasiswa
Sirih yang bernama latin Piper betle, Linn termasuk dalam famili Piperaceae. Sirih termasuk jenis  tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu  mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi tua untuk kelengkapan ‘nginang’ (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk ‘nginang’ tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga (Iptek, 2011).
Sirih merupakan salah satu jenis tumbuhan dari famili Piperaceae yang telah dikenal luas sehingga mempunyai beberapa nama daerah, diantaranya : sireh, suruh (Jawa). Pemanfaatan sirih yang paling umum adalah sebagai bahan untuk sirih pinang. Bagian tumbuhan sirih untuk bahan sirih pinang adalah daun (umumnya di Indonesia bagian barat) dan buah (umumnya di Indonesia bagian timur). Penggunaan buah untuk acara penyambutan tamu baik diacara resmi atau kekeluargaan dari rumah kerumah. Bahkan hampir tiap-tiap orang asli bukan pendatang masing-masing membawa atau mempersiapkan sirih pinang dalam sebuah kantong untuk keperluan bersilahturahmi antar teman maupun saudara baik pria maupun wanita. Budaya sirih pinang ini juga dijumpai di NTT maupun di Maluku. Pasti ada manfaat ilmiah yang perlu dicari kebenaran faktanya dan bukan sekedar budaya atau kearifan lokal. Tumbuhan dari Genus Piper, seperti Piper nigrum, P. methysticum, P. auritum dan P. betle telah dikenal sejak lama sebagai komoditi pertanian untuk rempah, isektisida pada lahan pertanian dan bahan obat-obatan dengan nilai ekonomi yang tinggi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa jamu tradisional yang menggunakan serbuk daun sirih/ Piper betle dan cabe jawa /Piper retrofractum sebagai salah satu penyusunnya mempunyai tingkat kontaminasi bakteri yang sangat rendah. Hal ini disebabkan karena adanya sifat antibakteri dan anti jamur dari daun sirih dan buah cabe jawa. Telah dilaporkan bahwa minyak atsiri yang terkandung dalam daun sirih dan buah cabe jawa berperan dalam aktifitas sebagai antibakteri dan antiseptic. Aktivitas tersebut disebabkan adanya kandungan senyawa fenolik bermolekul rendah ( Rachmat, 2000).
Secara tradisional, tumbuhan genus Piper memperlihatkan khasiat dan kegunaan yang unik dan menarik. Buah P. longum biasa digunakan untuk mengobati kejang usus. Tumbuhan wati atau P. methysticum dapat memberikan efek narkotik dan bersifat sedatif yang merupakan tradisi adat pada beberapa suku di Propinsi Papua. Piper aduncum, secara

Wednesday, October 1, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 2)

Sisik Naga
(Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)
Sinonim :
D. heterophyllum C.Chr., D. microphyllum (Pr.) C.Chr., Lemmaphyllum microphyllum Presl.
Klasifikasi (plantamor, 2012)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Drymoglossum
Spesies: Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
Uraian :
Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di ladang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembab mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, b

Tuesday, September 30, 2014

DATA BASE JAMU (bagian ke 1)

Buah Sawo ( Acrhras zapota. L)
Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Indonesia kaya akan beragam jenis buah-buahan, baik jenis buah asli Indonesia ataupun buah yang berasal dari luar yang dikembangkan di Indonesia. Sawo yang disebut neesbery atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman sawo telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat dengan ketinggian 1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Tetapi ada daerah-daerah yang cocok sehingga tanaman sawo dapat berkembang dan berproduksi dengan baik, yaitu dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 m dpl. Citra rasa manis dan masirnya sawo menjadikan buah ini banyak disukai orang. Dibalik rasa manis dan masir yang dimiliki buah sawo, buah sawo ini terkandung zat gizi serta manfaat yang penting bagi kesehatan tubuh manusia.
Tanaman sawo dapat dicirikan tinggi pohon mencapai 15 – 20 meter, merimbun dan tahan kekeringan. Kayu pohonnya sangat bagus untuk dibuat ukiran dan harganya mahal. Memiliki buah kecil-kecil berwarna kuning keungu-unguan, jarang dimakan.
Sawo yang disebut neesbery atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman sawo telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat dengan ketinggian 1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Pengembangan budi daya sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 areal penanaman sawo terdapat di 22 propinsi, kecuali N.T.T, Maluku, Irian Jaya, dan Timor Timur. Provinsi yang termasuk kategori lima besar sentra produsen sawo pada tahun 1993 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan Kalimantan Barat.
Habitat Penanaman Buah Sawo
Iklim
1. Tanaman ini optimal dibudidayakan pada daerah yang beriklim basah sampai kering.
2. Curah hujan yang dikehendaki yaitu 12 bulan basah atau 10 bulan basah dengan 2 bulan kering atau 9 bulan basah dengan 3 bulan kering atau 7 bulan basah dengan 5 bulan kering dan 5 bulan basah dengan 7 bulan kering atau membutuhkan curah hujan 2.000 sampai 3.000 mm/tahun.
3. Tanaman sawo dapat berkembang baik dengan cukup mendapat sinar matahari namun toleran terhadap keadaan teduh (naungan).
4. Tanaman sawo tetap dapat berkembang baik pada suhu antara 22-32 derajat C.
Media Tanam
1. Jenis tanah yang paling baik untuk tanaman sawo adalah tanah lempung berpasir (latosol) yang subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. Tetapi hampir semua jenis tanah yang diginakan untuk pertanian cocok untuk ditanami sawo, seperti jenis tanah andosol (daerah vulkan), alluvial loams (daerah aliran sungai), dan loamy soils (tanah berlempung).
2. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo adalah antara 6–7.
3. Kedalaman air tanah yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo, yaitu antara 50 cm sampai 200 cm.
Tanaman sawo dapat hidup baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai dengan ketinggian 1.200 m dpl. Tetapi ada daerah-daerah yang cocok sehingga tanaman sawo dapat berkembang dan berproduksi dengan baik, yaitu dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 m dpl.
Manfaat dari Buah Sawo
Manfaat tanaman sawo adalah sebagai makanan buah segar atau bahan makan olahan seperti es krim, selai, sirup atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Selain itu, Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga. Selain itu, konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan. Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100 g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Vitamin lain yang terkandung dalam buah sawo yakni riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan. Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah sawo tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Salah satu keunggulan buah Sawo adalah buah ini baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, hal ini disebabkan Buah sawo merupakan sumber kalium yang baik. Di sisi lain kandungan Natrium dalam buah ini tergolong rendah. Perbandingan antara kandungan kalium dan Natrium dalam buah ini sebesar 16 : 1. Selain itu dalam buah sawo, terkandung serat yang cukup tinggi, sehingga sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit. Kandungan gula sederhana di dalam sawo juga mampu memulihkan energi secara cepat. Sawo juga bisa meminimalkan risiko kanker pencernaan, karena buah ini punya kemampuan mengikat karsinogen di dalam saluran pencernaan.

Komposisi Gizi Buah Sawo
Buah sawo memiliki kandungan mineral cukup baik. Kandungan kaliumnya,193 mg/100 g. Sawo juga memiliki kadar natrium, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah. Selain kaya akan kalium, sawo juga mengandung sejumlah mineral penting lainnya.
Kandungan mineral per 100 gram buah sawo:
Kalsium           ……….21 mg
magnesium      ……….12 mg
fosfor              ……….12 mg
selenium          ……….0,6 mg
seng                 ……….0,1 mg
tembaga           ……….0,09 mg
vitamin C        ……….14,7 mg

Metode Pembuatan Sirup dari Buah Sawo
Adapun buah sawo yang digunakan untuk pembuatan sirup adalah buah telah masak dan berwarna kecokelatan, aroma khas (wangi), dan tidak keras.  Langkah pertama yang dilakukan untuk pembuatan sirup adalah siapkan 5 buah sawo  kemudian dicuci bersih. Setelah itu, diblender sampai halus dan disaring. Kemudian, hasil saringan ditaruh pada panci dan ditambahkan  air 500 ml dan gula 100 g dipanaskan diatas kompor.  Kemudian ditunggu sampai mendidih dan menjadi kental. Setelah kental kemudian ditiriskan dan dibiarkan dulu agar dingin baru dapat dikemas dimasukkan  botol.
Pengembangan Budidaya Buah Sawo
Pengembangan budidaya sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 areal penanaman sawo terdapat di 22 propinsi, kecuali N.T.T, Maluku, Irian Jaya, dan Timor Timur. Provinsi yang termasuk katagori lima besar sentra produsen sawo pada tahun 1993 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan Kalimantan Barat. Produksi dan perdagangan mancanegara sawo manila sangat populer di Asia Tenggara. Data statistik menunjukkan bahwa wilayah Asia Tenggara merupakan produsen utama buah sawo manila ini. Pada tahun 1987, Thailand menghasilkan 53.650 ton dari jumlah 18.950 ha, Filipina menghasilkan 11.900 ton dari lahan 4.780 ha, dan Semenanjung Malaysia menghasilkan 15.000 ton dari lahan 1.000 ha.
Gambaran Peluang Agribisnis
Permintaan buah-buahan umumnya meningkat dengan makin meningkatnya pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa pertanaman buah-buahan memberikan keuntungan dan peluang bisnis yang baik. Beberapa hal yang mendorong usaha pengembangan pertanaman buah-buahan antara lain sebagai berikut:
a) Harga buah cukup baik, terutama di kota-kota besar dan jarang mengalami penurunan harga.
b) Makin banyak sarana perhubungan, maka jalur pemasarannya makin lancar.
c) Adanya pengembangan industri pengolahan buah-buahan.
d) Sarana teknologi yang tersedia, misalnya pupuk dan obat-obatan.
Buah sawo di Indonesia sampai saat ini belum banyak diekspor ke luar negeri. Hasil panennya hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri saja. Sebenarnya perkembangan produksi buah sawo cenderung mengalamai peningkatan, tetapisemua itu belum dapat memenuhi kebutuhan atau permintaan masyarakat. Dengan demikian masih dibutuhkan investor yang mau menanamkan modalnya untuk perluasan tanaman sawo. Peluang bisnis buah sawo sangat besar karena konsumsi buah-buahan berkembang dengan pesatnya. Untuk penduduk DKI Jakarta saja, konsumsi buah pada tahun 1988 sebanyak 8.438 orang dan telah berkembang menjadi 13.745 orang pada tahun 1993. Apalagi begitu mudahnya menanam sawo dan dapat menghasilkan buah sepanjang tahun.
Daftar Pustaka
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2000.  Sawo ( Acrhras zapota. L ). http://www.ristek.go.id.
Rudi. 2011. Buah Sawo Ternyata Obat Diare. http://www.lensaindonesia.com. diakses tanggal 8 Januari. 2012
Cintaku. 2011.  Manfaat & Kandungan Gizi Buah Sawo. http://cintaku.mywapblog.com. diakses tanggal 8 Januari. 2012

By : Bio’08_0810913020