Buah Sawo ( Acrhras zapota. L)
Divisi : Spermatophyta
(Tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras
Indonesia kaya akan
beragam jenis buah-buahan, baik jenis buah asli Indonesia ataupun buah yang
berasal dari luar yang dikembangkan di Indonesia. Sawo yang disebut neesbery
atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala (Amerika
Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman sawo telah lama dikenal
dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat dengan ketinggian
1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Tetapi ada daerah-daerah yang cocok
sehingga tanaman sawo dapat berkembang dan berproduksi dengan baik, yaitu dari
dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 m dpl. Citra rasa manis dan
masirnya sawo menjadikan buah ini banyak disukai orang. Dibalik rasa manis dan
masir yang dimiliki buah sawo, buah sawo ini terkandung zat gizi serta manfaat
yang penting bagi kesehatan tubuh manusia.
Tanaman sawo dapat
dicirikan tinggi pohon mencapai 15 – 20 meter, merimbun dan tahan kekeringan.
Kayu pohonnya sangat bagus untuk dibuat ukiran dan harganya mahal. Memiliki
buah kecil-kecil berwarna kuning keungu-unguan, jarang dimakan.
Sawo yang disebut neesbery
atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala
(Amerika Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman sawo
telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat
dengan ketinggian 1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Pengembangan budi
daya sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 areal
penanaman sawo terdapat di 22 propinsi, kecuali N.T.T, Maluku, Irian Jaya, dan
Timor Timur. Provinsi yang termasuk kategori lima besar sentra produsen sawo
pada tahun 1993 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta,
dan Kalimantan Barat.
Habitat Penanaman Buah
Sawo
Iklim
1. Tanaman ini optimal
dibudidayakan pada daerah yang beriklim basah sampai kering.
2. Curah hujan yang
dikehendaki yaitu 12 bulan basah atau 10 bulan basah dengan 2 bulan kering atau
9 bulan basah dengan 3 bulan kering atau 7 bulan basah dengan 5 bulan kering
dan 5 bulan basah dengan 7 bulan kering atau membutuhkan curah hujan 2.000
sampai 3.000 mm/tahun.
3. Tanaman sawo dapat
berkembang baik dengan cukup mendapat sinar matahari namun toleran terhadap
keadaan teduh (naungan).
4. Tanaman sawo tetap
dapat berkembang baik pada suhu antara 22-32 derajat C.
Media Tanam
1. Jenis tanah yang
paling baik untuk tanaman sawo adalah tanah lempung berpasir (latosol) yang
subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. Tetapi hampir
semua jenis tanah yang diginakan untuk pertanian cocok untuk ditanami sawo,
seperti jenis tanah andosol (daerah vulkan), alluvial loams (daerah aliran
sungai), dan loamy soils (tanah berlempung).
2. Derajat keasaman
tanah (pH tanah) yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo adalah antara 6–7.
3. Kedalaman air tanah
yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo, yaitu antara 50 cm sampai 200 cm.
Tanaman sawo dapat hidup
baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai dengan ketinggian 1.200 m
dpl. Tetapi ada daerah-daerah yang cocok sehingga tanaman sawo dapat berkembang
dan berproduksi dengan baik, yaitu dari dataran rendah sampai dengan ketinggian
700 m dpl.
Manfaat dari Buah Sawo
Manfaat tanaman sawo
adalah sebagai makanan buah segar atau bahan makan olahan seperti es krim,
selai, sirup atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Selain itu, Konsumsi
100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap
hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin
C berperan penting dalam metabolisme tembaga. Selain itu, konsumsi vitamin C
dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C
juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang
berfungsi sebagai antioksidan. Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100
g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat
juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya
bagi kesehatan.
Vitamin lain yang
terkandung dalam buah sawo yakni riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A.
Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya
tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu
saluran pencernaan. Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk
digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah sawo tidak dianjurkan bagi
penderita diabetes melitus karena bisa meningkatkan kadar gula darah dengan
cepat. Salah satu keunggulan buah Sawo adalah buah ini baik bagi kesehatan
jantung dan pembuluh darah, hal ini disebabkan Buah sawo merupakan sumber
kalium yang baik. Di sisi lain kandungan Natrium dalam buah ini tergolong
rendah. Perbandingan antara kandungan kalium dan Natrium dalam buah ini sebesar
16 : 1. Selain itu dalam buah sawo, terkandung serat yang cukup tinggi,
sehingga sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare dan
sembelit. Kandungan gula sederhana di dalam sawo juga mampu memulihkan energi
secara cepat. Sawo juga bisa meminimalkan risiko kanker pencernaan, karena buah
ini punya kemampuan mengikat karsinogen di dalam saluran pencernaan.
Komposisi Gizi Buah Sawo
Buah sawo memiliki
kandungan mineral cukup baik. Kandungan kaliumnya,193 mg/100 g. Sawo juga
memiliki kadar natrium, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium
yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh
darah. Selain kaya akan kalium, sawo juga mengandung sejumlah mineral penting lainnya.
Kandungan mineral per
100 gram buah sawo:
Kalsium
……….21 mg
magnesium
……….12 mg
fosfor
……….12 mg
selenium
……….0,6 mg
seng
……….0,1 mg
tembaga
……….0,09 mg
vitamin
C ……….14,7 mg
Metode Pembuatan Sirup
dari Buah Sawo
Adapun buah sawo yang
digunakan untuk pembuatan sirup adalah buah telah masak dan berwarna
kecokelatan, aroma khas (wangi), dan tidak keras. Langkah pertama yang
dilakukan untuk pembuatan sirup adalah siapkan 5 buah sawo kemudian
dicuci bersih. Setelah itu, diblender sampai halus dan disaring. Kemudian,
hasil saringan ditaruh pada panci dan ditambahkan air 500 ml dan gula 100
g dipanaskan diatas kompor. Kemudian ditunggu sampai mendidih dan menjadi
kental. Setelah kental kemudian ditiriskan dan dibiarkan dulu agar dingin baru
dapat dikemas dimasukkan botol.
Pengembangan Budidaya
Buah Sawo
Pengembangan budidaya
sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 areal penanaman
sawo terdapat di 22 propinsi, kecuali N.T.T, Maluku, Irian Jaya, dan Timor
Timur. Provinsi yang termasuk katagori lima besar sentra produsen sawo pada
tahun 1993 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan
Kalimantan Barat. Produksi dan perdagangan mancanegara sawo manila sangat
populer di Asia Tenggara. Data statistik menunjukkan bahwa wilayah Asia
Tenggara merupakan produsen utama buah sawo manila ini. Pada tahun 1987,
Thailand menghasilkan 53.650 ton dari jumlah 18.950 ha, Filipina menghasilkan
11.900 ton dari lahan 4.780 ha, dan Semenanjung Malaysia menghasilkan 15.000
ton dari lahan 1.000 ha.
Gambaran Peluang
Agribisnis
Permintaan buah-buahan
umumnya meningkat dengan makin meningkatnya pendapatan. Hal ini menunjukkan
bahwa pertanaman buah-buahan memberikan keuntungan dan peluang bisnis yang
baik. Beberapa hal yang mendorong usaha pengembangan pertanaman buah-buahan
antara lain sebagai berikut:
a) Harga buah cukup
baik, terutama di kota-kota besar dan jarang mengalami penurunan harga.
b) Makin banyak sarana
perhubungan, maka jalur pemasarannya makin lancar.
c) Adanya pengembangan
industri pengolahan buah-buahan.
d) Sarana teknologi yang
tersedia, misalnya pupuk dan obat-obatan.
Buah sawo di Indonesia
sampai saat ini belum banyak diekspor ke luar negeri. Hasil panennya hanya
mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri saja. Sebenarnya perkembangan produksi
buah sawo cenderung mengalamai peningkatan, tetapisemua itu belum dapat
memenuhi kebutuhan atau permintaan masyarakat. Dengan demikian masih dibutuhkan
investor yang mau menanamkan modalnya untuk perluasan tanaman sawo. Peluang
bisnis buah sawo sangat besar karena konsumsi buah-buahan berkembang dengan
pesatnya. Untuk penduduk DKI Jakarta saja, konsumsi buah pada tahun 1988
sebanyak 8.438 orang dan telah berkembang menjadi 13.745 orang pada tahun 1993.
Apalagi begitu mudahnya menanam sawo dan dapat menghasilkan buah sepanjang
tahun.
Daftar Pustaka
Kantor Deputi
Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi. 2000. Sawo ( Acrhras zapota. L ).
http://www.ristek.go.id.
Rudi. 2011. Buah Sawo
Ternyata Obat Diare. http://www.lensaindonesia.com. diakses tanggal 8 Januari.
2012
Cintaku. 2011.
Manfaat & Kandungan Gizi Buah Sawo. http://cintaku.mywapblog.com. diakses
tanggal 8 Januari. 2012
By : Bio’08_0810913020
