Monday, July 2, 2012

Menunggu......


Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :


Menunggu merupakan salah satu aktivitas kita yang hampir-hampir tidak bisa kita hindari, misalnya saja: menunggu bis kota datang, menunggu giliran membayar rekening listrik, menunggu Antrean di ATM (yang cenderung panjang pada tanggal-tangal Muda), menunggu tanggal gajian, menunggu untuk di promosikan, menunggu Doa kita dikabulkan, Dll.

Kegiatan menunggu bisa dibilang hampir banyak orang tidak suka untuk melakukannya. Hal ini disebabkan sebagian orang menganggap aktivitas menunggu adalah hal yang membuang-buang waktu dan membosankan, dalam menunggu, sebenarnya kita bisa menemukan karakter dasar kita manusia, yang tak mau berhenti, yang tidak merasa puas, yang ingin melampaui diri. Orang menyebutnya transendensi (istilah latin, trans: melalui, melewati, melampaui & sedere: duduk --> melampaui kedudukan atau keberadaan kita). Jadi, menunggu mengorientasikan kita, mengarahkan kita pada perjumpaan dengan yang lain.

Dalam menunggu, kita pun bisa menemukan hasrat terdalam hidup kita: hasrat akan yang lain, perjumpaan dengan yang lain...Kita menunggu sesuatu seperti menunggu seseorang yang sebentar lagi akan membawa kita ke sebuah kenyataan lain daripada kenyatan yang sedang sekarang kita rasakan. Jika anda pernah jatuh cinta pada pandangan pertama pada seseorang, perasaan itu paling kurang menumbuhkan kerinduan mendasar untuk bertemu atau minimal melihatnya lagi.

Ada yang mengatakan bahwa kita hidup dalam generasi microwave. Di hari dan jaman ini, kita mendapatkan hal-hal sekarang lebih cepat dari yang pernah ada, namun itu masih belum cukup baik, tidak cukup cepat untuk pilihan cepat kita. Popcorn masih memerlukan waktu lama untuk meletus.Makanan- makanan dalam kuali memerlukan waktu lama untuk menjadi panas.Kita menikah dan mengharapkan memiliki hal yang sama yang dipunyai pada orang tua kita setelah dua puluh lima tahun perkawinan! Mobil baru, rumah yang bagus, tambahan uang belanja. Hal-hal ini semua membutuhkan waktu untuk memperolehnya, namun rasa terburu-buru kita, pikiran bingung tidak dapat memegang konsep itu. Kita tidak ingin menjadi sabar. Kita ingin sesuatu sekarang, dan kita tidak mau menunggu.

Menunggu itu suatu pekerjaan yang mengagumkan, karena itulah bentuk usaha tertinggi yang bisa dilakukan manusia. Sadarkah  bahwa seluruh dari kita ini tak lebih adalah kaum penunggu. Kita ini memang sedang menunggu. Kita juga sedang menunggu saat-saat kematian itu datang pada kita. Dan kita tak pernah tau kapan saat itu datang pada kita. Maka di dalam caramu menunggu itulah terletak martabat hidupmu. Berbuat amal kebaikan itu yang mesti kita lakukan dalam menuggu. Coba kalian perhatikan pedagang-pedagang di pasar tradisional. Pekerjaan mereka setiap hari juga menunggu. Tentunya mereka sedang menunggu para pembeli dagangan mereka. Aku pernah amati pedagang sayuran di sebuah pasar, seorang nenek tua yang masih giat bekerja, nenek yang tak pernah merasa lelah menunggu.

Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para gadis menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu.Nikmatilah ! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, yang bisa memacu adrenalin anda bekerja lebih cepat, rasakan nikmatnya dalam sebuah penantian, Tapi menunggulah dan berikan batas waktu untuk sesuatu yang anda tunggu.

Sunday, July 1, 2012

Singkong Untuk Obat Rematik


Iklanku :
Ingin kerja sambilan dengan penghasilan bisa sampai jutaan rupiah?
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :


Siapa tak kenal singkong? Tanaman ‘rakyat’ ini bisa dikatakan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya umbinya yang memiliki rasa yang khas, namun daun singkong pun bisa disulap menjadi sayuran yang sangat nikmat.
Sebagai penganan, umbi singkong diminati hampir di semua wilayah di tanah air. Umbi singkong juga dikenal sebagai makanan pokok di daerah-daerah tertentu. Di beberapa daerah, singkong (Manihot utilissima) dikenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (Aceh), kasapen (Sunda), tela pohong (Jawa), tela belada (Madura), lame kayu (Makassar), pangala (Papua), dan lain-lain.
Tanaman singkong sangat mudah tumbuh. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Tropis ini banyak ditanam di pekarangan, tanggul, ataupun sawah. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek dari batang singkong tua.
Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, Efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.
Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.
Mengatasi rematik bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.
Pada pemakaian luar, sebanyak 5 lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit. Pada pemakaian dalam, 100 gram batang singkong, 1 batang sereh, dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu, disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
Mengatasi sakit kepala, daun singkong ditumbuk lalu digunakan untuk kompres. Sebagai obat demam, 60 gram batang pohon singkong, 30 gram jali yang telah direndam hingga lembut direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
Mengatasi luka bernanah, batang singkong segar ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk luka garukan, singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan diperban.
Obat luka karena terkena benda panas, singkong diparut lalu diperas. Airnya didiamkan beberapa saat hingga patinya mengendap, lalu patinya dioleskan pada bagian yang luka.
Mengatasi diare, 7 lembar daun singkong direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
Obat cacingan, 60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur. Mengatasi beri-beri, 200 gram daun singkong dimakan sebagai lalap.
Untuk meningkatkan stamina, 100 gram singkong, 25 gram kencur, dan 5 butir angco yang telah dibuang bijinya, diblender dengan menambahkan air secukupnya. Lalu tambahkan madu dan diminum.
sumber :
-          resep.web.id
-          Resep Masakan Nusantara, Asia, Eropa, Kue, Minuman, Ramuan Tradisional
-                     -            purwakarta.org


Sunday, June 24, 2012

Manfaat Singkong untuk Kesehatan





Singkong ternyata memiliki manfaat beragam untuk kesehatan kita. Silakan Anda simak manfaatnya di bawah ini:
1.  Singkong baik untuk diet rendah kalori Anda.     
     Mengapa begitu? Ini karena singkong merupakan bahan makanan dengan kandungan karbohidrat    yang lebih rendah dari nasi dan roti, dengan kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu yang lama. 

2. Singkong baik untuk kesehatan pencernaan Anda
   
    Singkong merupakan umbi yang banyak sekali mengandung Insoluble Fiber atau Serat yang Tidak Larut dalam Air. Serat jenis ini berfungsi memperlancar proses buang air besar, serta mampu nyerap dan membuang toksin dalam usus, sehingga pencernaan Anda menjadi sehat.

 
3. Manfaat Singkong menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar tanaman obat

    Menurut beliau, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.
Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.

Mengatasi rematik bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.
Pada pemakaian luar, sebanyak lima lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Pada pemakaian dalam, 100 gram batang singkong, satu batang sereh, dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu, disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Mengatasi sakit kepala, daun singkong ditumbuk lalu digunakan untuk kompres. Sebagai obat demam, 60 gram batang pohon singkong, 30 gram jali yang telah direndam hingga lembut direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Mengatasi luka bernanah, batang singkong segar ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk luka garukan, singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan diperban.

Obat luka karena terkena benda panas, singkong diparut lalu diperas. Airnya didiamkan beberapa saat hingga patinya mengendap, lalu patinya dioleskan pada bagian yang luka.

Mengatasi diare, tujuh lembar daun singkong direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Obat cacingan, 60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur. Mengatasi beri-beri, 200 gram daun singkong dimakan sebagai lalap.

Untuk meningkatkan stamina, 100 gram singkong, 25 gram kencur, dan lima butir angco (kurma merah, beli di toko obat/makanan china)  yang telah dibuang bijinya, diblender dengan menambahkan air secukupnya. Lalu tambahkan madu dan diminum

(Sumber :  www.singkong.net )