Sunday, October 12, 2014

Obat Tradisional (bagian 1)

Sumber : (Blogdetik.com)
Kencur(Kampferia galanga)
Tanaman ini nyaris tidak berbatang karena hanya daunnya yang nampak tumbuh rapat di atas tanah. Kencur relatif tahan naungan namun tidak tahan kekeringan. Umbinya digunakan sebagai bumbu urap, pecel, dan sayur lainnya. Selain digunakan sebagai jamu, param kocok (penghangat badan) dan dikunyah-kunyah untuk penghilang suara serak seperti yang dilakukan oleh seorang tokoh nasional feminis kita. Perbanyakan dengan menggunakan umbi yang ada mata tunasnya.
Kunci(Gastrochilus panduratum)
Menghasilkan umbi utama yang membengkak (lonjong) dan ditempeli dengan akar panjang yang membengkak pula sehingga mirip deretan kunci yang menggantung. Umbi digunakan sebagai bumbu penyedap atau sebagai jamu.
Kunyit(Curcuma domestica)
Warna kuning/jingga umbi adalah ciri khasnya. Tanaman kunyit berupa semak dengan tinggi 1-1,5 m, daun agal lebar dan umbi induk yang menghasilkan umbi-umbi cabang di sisi kiri-kanannya. Perbanyakannya cukup mudah, cukup dengan potongan umbi ada mata tunasnya. Relatif tahan naungan dan kekeringan. Umbi digunakan sebagai bumbu masak atau jamu.

Thursday, October 9, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 9)

Posted on December 26, 2011 by mahasiswa
Orthosiphon aristatus
Orthosiphon aristatus atau dikenal dengan nama kumis kucing termasuk tanaman dari famili Lamiaceae/Labiatae. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai manfaat dan kegunaan yang cukup banyak dalam menanggulangi berbagai penyakit. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.Kumis kucing (Melayu – Sumatra), kumis kucing (Sunda), remujung (Jawa), se-salaseyan, songkot koceng (Madura)(Anindita,2007).
Deskripsi Morfologi Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Kumis kucing merupakan terna yang tegak, pada bagian bawah berakar dan berbuku-buku memiliki ketinggian mencapai 2 meter. Batang bersegi empat agak beralur berbulu pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar atau lojong, lanset, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.5mm – 1.5cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7 – 29cm. Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota yang bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7-29 cm, dengan ukuran panjang 13 – 27mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung 10 – 18mm,

Wednesday, October 8, 2014

DATA BASE JAMU (bagian 8)

Posted on December 17, 2011 by mahasiswa
Beluntas (Pluchea indica Less.) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Daun beluntas memiliki aktivitas antimikroba terhadap berbagai macam bakteri. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman pagar di halaman rumah penduduk. Pada masyarakat daun beluntas secara tradisional berkhasiat sebagai penurun demam (antipiretik)meningkatkan nafsu makan (stomakik)peluruh keringat (diaforetik)dan penyegar (Dalimartha, 1999). Sifat antimikroba daun beluntas telah dilaporkan oleh Purnomo (2001) dan Sumitro (2002).
Beluntas adalah suatu tanaman obat tradisional Indonesia. Tanaman ini memiliki habitat perdu dengan tinggi 1-1,5 m. Batangnya berkayu, bulat, tegak, bercabang, bila masih muda berwarna ungu setelah tua putih kotor. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berbulu halus, panjang 3,8-6,4 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau muda hingga hijau. Bunganya majemuk, mahkota lepas, putik bentuk jarum, panjang ± 6 mm, berwarna hitam kecoklatan, kepala sari berwarna ungu, memiliki dua kepala putik yang berwarna putih atau putih kekuningan. Akar beluntas merupakan akar tunggang dan bercabang (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991).