Deskripsi Tanaman
Sarang Semut
Tumbuhan Sarang Semut merupakan anggota dari Famili Rubiaceae
dengan 5 genus dan hanya 2 genus yang berasosiasi dengan semut yaitu Myrmecodia
(45 spesies) dan Hydnophytum (26 spesies). Di Sumatra, tumbuhan sarang
semut disebut dengan rumah semut, di Jawa dikenal dengan nama Ulek-ulek Polo,
di Papua (lokon, suhendep, nongon), di Malaysia (periok hantu, peruntak,
sembuku), di Vietnam (ki nan, ki nam gai, ki nam kin). Terdapat dua jenis
tumbuhan sarang semut yang mempunyai manfaat sebagai tanaman obat yaitu jenis
pertama adalah Myrmecodia dengan umbi berlabirin kecil dan memiliki duri
di bagian luar umbi, sedangkan jenis kedua adalah Hydnophytum dengan
umbi berlabirin besar dan tidak terdapat duri di bagian luar umbi. Jenis Myrmecodia
pertama dikenali sebagai tanaman obat dengan spesies bernama Myrmecodia
pendans. Umbi tanaman ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1823. Umbinya
bisa mencapai diameter 25cm dengan tinggi mencapai 45cm (Subroto dan Saputro,
2006).
Klasifikasi dari
tumbuhan sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack.) adalah sebagai
berikut (Plantamor, 2011):
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Rubiales
Famili
: Rubiaceae
Genus
: Hydnophytum
Spesies
: Hydnophytum formicarum Jack.
Kandungan Senyawa
Aktif dalam Tanaman Sarang Semut
Subroto dan Saputro (2006) menyatakan bahwa kandungan zat
berkhasiat dari tumbuhan sarang semut sebagai bahan obat tergantung pada tempat
tumbuh dan usia tumbuhan. Tumbuhan sarang semut yang tumbuh liar di hutan
mengandung lebih banyak zat aktif daripada yang ditanam di pot sebagai tanaman
hias. Beberapa uji menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa
kimia dari golongan flavonoid dan tanin.