Obat-obatan
tradisional digunakan kembali oleh masyarakat sebagai salah satu alternative
pengobatan. Selain harganya yang relative murah, tidak memiliki efek samping
jika penggunaanya sesuai anjuran, tanaman obat juga efektif untuk penyembuhan
penyakit tertentu yang sulit disembuhkan dengan pengibatan modern, seperti
kanker, tuor, dan lain-lain (Khalifah, 2010). Bahan –bahan alami murni memimiliki
efek samping, tingkat bahaya dan resik yang jauh lebih rendah dibandingkan
dengan obat kimia. Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman obat
potensial yang dapat mengatasi berbagai penyakit. Di Negara Eropa mupu
Amerika, tanaman ini cukup dikeenal, tetapi para ahli disana bellum tertarik
untuk meneliti serius dan mendalam, padahal beragam khasiat sebagai obat telah
diakui (Manoi, 2009). Bagian dari tanaman binahong hampir semuanya dapat
dimanfaatkan mulai dari batang, akar, bunga, dan daun, tetapi yang paling
sering dimanfaatkan untuk kesehatan atau sebagai obat herbal adalah bagian daun
(Rochani, 2009).
1.
1.
Deskripsi Binahong
Binahong mempunyai
nama latin Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Sedangkan sinonim dari
binahong sendiri ada 3 nama latin yaitu Boussingaultia gracilis, Miers Boussingaultia
cordifolia, dan Boussingaultia basselloides. Binahong juga mempunyai
nama umum dari berbagai negara. Di negara Cina binahong dikenal dengan nama
teng san chi, sedangkan di Inggris nama umum dari binahong yaitu heartleaf
madeiravine atau Madeira vine. Binahong berupa tumbuhan menjalar, berumur
panjang (perenial), bisa mencapai panjang ± 5 m, berbatang lunak,
silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan
halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk
tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun dari binahong berjenis tunggal,
bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna
hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 – 10 cm, lebar 3 – 7 cm,
helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus),
tepi rata, permukaan licin, bias dimakan. Binahong mempunyai jenis bunga
majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, munc ul di ketiak daun, mahkta
berwarna krem keputihputihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang
helai mahkota 0,5 – 1 cm, berbau harum . Akarnya berbentuk rimpang, berdaging
lunak. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan
tumbuhan yang diduga berasal dari Australia, Afrika Selatan, Hawaii, New
Zealand dan Pulau Pasifik lainnya. Tumbuhan ini mudah tumbuh di dataran rendah
maupun dataran tinggi, biasanya secara generatif (biji), namun lebih sering
berkembang atau dikembangbiakan secara vegetative melalui akar rimpangnya
(Pink, 2004). Berikut merupakan klasifikasi tanaman binahong (Jacobson, 2007):
Kingdom
: Plantae
(tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio
: Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio
: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas
:
Hamamelidae
Ordo
:
Caryophyllales
Familia
: Basellaceae
Genus
: Anredera
Spesies
: Anredera
cordifolia (Ten.) Steenis
1.
2.
Kandungan Binahong
Berdasarkan hasil
penelitian, daun binahong mengandung saponin, alkaloid dan polifenol. Saponin
merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun. Penyarian